Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengoperasikan Tol Bawen-Ambarawa secara fungsional untuk mengurai titik kemacetan pada arus mudik Lebaran 2026. Pemudik nantinya bisa keluar melalui pintu tol Ambarawa untuk melanjutkan perjalanan.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno menjelaskan pengoperasian fungsional ini sangat penting. Jalur ini diharapkan mampu memecah titik kepadatan kendaraan yang sering terjadi.
"Jadi sudah bisa mengurangi bottle neck yang ada di Bawen," kata Sumarno, dikutip Selasa (3/3/2026).
Ruas tol tersebut menjadi bagian dari proyek Tol Bawen-Yogyakarta yang pengerjaannya sudah dilakukan di Seksi 1 dan Seksi 6. Meskipun demikian, tahapan pembebasan lahan masih terus dilakukan di beberapa lokasi.
Tol Bawen-Yogyakarta diyakini akan membawa dampak yang luas kepada masyarakat, terutama masyarakat Jawa Tengah.
Untuk itu, Sumarno menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh upaya percepatan pengerjaan proyek tersebut, salah satunya dengan ikut melepaskan aset yang dimiliki oleh pemerintah daerah di lokasi proyek.
Dukungan tersebut sejalan dengan arahan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen untuk memastikan koordinasi lintas sektor dapat berjalan optimal karena Jawa Tengah akan menjadi tujuan utama pemudik.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, sebanyak 38,71 juta orang diprediksi akan masuk ke Jawa Tengah pada mudik Idulfitri 2026.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan perbaikan jalan di sejumlah lokasi dan ditargetkan rampung pada H-10 Idulfitri. Target ini mencakup jalur utama maupun jalur alternatif.
"Jawa Tengah siap menjadi salah satu perlintasan utama arus mudik," ujar Taj Yasin dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Mapolda Jawa Tengah pada Senin (2/3/2026).
Selain infrastruktur jalan, pemerintah juga mewaspadai faktor cuaca ekstrem. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut tren bencana hidrometeorologi di awal 2026 mengalami peningkatan.
Hingga Maret 2026, Jawa Tengah sudah mencatat 82 kejadian bencana seperti banjir dan longsor. Hal ini menjadi perhatian serius untuk keselamatan pemudik di jalur rawan.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani memperkirakan curah hujan masih tinggi hingga minggu kedua Maret. Namun, intensitas hujan diprediksi menurun pada akhir bulan atau saat puncak arus mudik.
BMKG dan BNPB tetap menyiapkan operasi modifikasi cuaca jika situasi dianggap membahayakan. Masyarakat diminta aktif memantau aplikasi InaRISK untuk informasi bencana secara real-time.
Pada perkembangan lain, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan pengelola destinasi wisata di seluruh wilayah.
Lonjakan kunjungan wisata diprediksi akan terjadi karena libur Lebaran tahun ini cukup panjang. Pengelola diminta mengatur kapasitas parkir dan pengunjung agar tidak terjadi kemacetan di area sekitar objek wisata.
Melalui integrasi jalur tol fungsional dan kesiapan mitigasi bencana, Jateng optimis arus mudik berjalan lancar. Koordinasi antara pusat dan daerah terus diperkuat hingga hari raya tiba. Taj Yasin berharap para pemudik bisa merayakan Lebaran dengan tenang bersama keluarga.
"Koordinasi terus kita lakukan agar para pemudik aman, nyaman, dan keluarganya senang," tegasnya.