Bisnis.com, JAKARTA — Polda Metro Jaya mengerahkan 2.939 anggota untuk pelaksanaan Operasi Zebra 2025 di wilayah hukumnya.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin mengatakan ribuan pasukan ini terdiri dari anggota kepolisian, TNI hingga Dinas Perhubungan.
"Dalam operasi Zebra Jaya selama 14 hari ke depan, Polri bersama-sama dengan rekan-rekan dari POM TNI, Dinas Perhubungan, kita akan gelar kekuatan personel sebanyak 2.939 yang akan digelar di seluruh wilayah," ujar Komarudin di Polda Metro Jaya, Senin (17/11/2025).
Dia menambahkan dalam operasi ini bakal mengedepankan penindakan secara stasioner. Artinya, penindakan ini bakal menggunakan penyisiran atau hunting system.
"Nanti akan banyak personel gabungan, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, akan menyisir ruas-ruas jalan yang biasanya banyak sekali pelanggaran," imbuhnya.
Selain penyisiran, Komarudin mengemukakan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan tilang ETLE mobile. Tilang elektronik jenis ini bisa menangkap pelanggaran terkait tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB).
Dia menjelaskan tilang elektronik jenis mobile memiliki keunggulan dibandingkan dengan ETLE statis. Sebab, jika ETLE statis hanya bisa menangkap pelanggaran dari depan. Namun, dengan tilang elektronik mobile bisa menangkap pelanggaran dari depan dan belakang.
Adapun, jenis pelanggaran yang menjadi target operasi Zebra adalah helm non-SNI, pengendara di bawah pengaruh alkohol hingga balap liar.
"Melanggar traffic light, yang merobos traffic light. Kemudian balap-balap liar, kemudian mana kala di malam hari kita temukan ada perilaku ugal-ugalan, kebut-kebutan, kita periksa dan lain sebagainya," pungkasnya.