Bisnis.com, JAKARTA - Elon Musk, orang terkaya di dunia, diperkirakan akan mencapai kekayaan bersih US$1 triliun paling cepat pada akhir tahun 2026.
Per 26 Februari 2026, data Forbes menunjukkan bahwa kekayaan bersih CEO Tesla & SpaceX tersebut mencapai US$849,3 miliar, atau naik US$5,8 miliar atau 0,68% dari penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Adapun, per 2 Maret 2026, kekayaannya masih bertengger di posisi paling atas, di US$839 miliar. Hal ini menjadikannya orang terkaya di dunia dengan selisih yang sangat besar dan orang pertama yang melampaui angka US$800 miliar.
Sementara itu, perkiraan Bloomberg lebih rendah, sekitar US$670 – US$680 miliar, karena valuasi perusahaan swasta yang lebih konservatif. Oleh karena itu, secara umum pasar prediksi didasarkan pada Forbes.
Pekan lalu, raksasa teknologi mendominasi peringkat teratas sementara raksasa barang mewah dan industri mengalami penurunan tajam, menurut Daftar Miliarder Real-Time Forbes.
Musk memimpin semua pemenang dengan keuntungan luar biasa sebesar US$5,7 miliar, semakin memperbesar kekayaannya di atas yang lain.
Mark Zuckerberg menyusul dengan ketat, menambahkan US$4,8 miliar seiring naiknya saham Meta.
Mantan CEO Microsoft Steve Ballmer memperoleh US$2,9 miliar, sementara pendiri Dell Michael Dell dan kepala Nvidia Jensen Huang masing-masing naik US$2,3 miliar.
Lima pemenang harian terbesar semuanya terkait dengan perusahaan teknologi dan inovasi.
Di sisi lain, ketua LVMH Bernard Arnault mengalami kerugian terbesar, turun US$2,4 miliar.
Kemudian ketua CATL Robin Zeng kehilangan US$2,3 miliar, pewaris L’Oréal Françoise Bettencourt Meyers kehilangan US$1,6 miliar, ketua Reliance Industries Mukesh Ambani kehilangan US$1,4 miliar, dan miliarder bioteknologi Patrick Soon-Shiong mengembalikan US$1,2 miliar.
Perbedaan nasib ini mencerminkan rotasi pasar yang sedang berlangsung, yakni bahwa investor memberi penghargaan kepada AI, kendaraan listrik, dan komputasi awan, sementara menghukum eksposur terhadap barang mewah, baterai, dan konglomerat tradisional di tengah pergeseran sinyal ekonomi.
Kemungkinan Musk Jadi Triliuner
Mengenai kemungkinan Musk mencapai US$1 triliun, tidak ada yang dapat memprediksi waktu pastinya, karena bergantung pada faktor-faktor yang mudah berubah seperti harga saham Tesla, valuasi SpaceX/xAI, kondisi pasar, dan potensi IPO atau merger.
Secara umum, pasar prediksi dan analis menunjukkan "peluang besar" pada akhir tahun 2026 atau 2027. Musk membutuhkan sekitar US$150–US$151 miliar lagi untuk mencapai US$1 triliun.
Kekayaannya sebagian besar terbagi sebagai berikut:
• 12% saham di Tesla (terdaftar di bursa saham, sehingga sangat fluktuatif).
• 42% saham di SpaceX (bernilai US$800 miliar melalui penawaran tender pribadi Desember 2025).
• Saham di entitas gabungan X (sebelumnya Twitter)/xAI (bernilai lebih dari US$125 miliar, termasuk utang dalam laporan terbaru), ditambah kepemilikan yang lebih kecil seperti Neuralink dan The Boring Company.
Pergerakan kekayaan saat ini menjadi pengingat yang jelas bahwa bahkan kekayaan orang terkaya pun tetap terkait erat dengan volatilitas pasar saham.
Dalam satu sesi perdagangan, lebih dari US$25 miliar kekayaan di atas kertas dapat dengan mudah berpindah tangan hanya di antara sepuluh nama ini.
Kalshi (yang secara ketat tercantum dalam daftar miliarder real-time Forbes) saat ini menunjukkan Musk berpeluang 69% jadi triliuner sebelum 2027, peluang 86% sebelum 2028, dan peluang 90–91% sebelum 2029.
Sumber lain juga menunjukkan angka yang hampir sama. Polymarket memperkirakan sekitar 66% untuk sebelum akhir 2026.
Analis dan model AI seperti perkiraan ChatGPT baru-baru ini sering menyebutkan peluang 75% untuk tahun 2026 atau perkiraan yang lebih konservatif yaitu tahun 2027.
Faktor pendorong utama kekayaan Musk dapat mencakup pertumbuhan robotaxi/AI Tesla, pencapaian SpaceX (atau IPO), atau merger X/xAI yang meningkatkan valuasi perusahaan swasta.
Ada peluang realistis di akhir 2026 jika pertumbuhan berlanjut dengan kecepatan seperti saat ini, tetapi tahun 2027 adalah perkiraan konsensus yang lebih aman.