Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan BBM di dalam negeri di tengah melambungnya harga minyak global.
Harga minyak global sendiri melambung seiring meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah setelah serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap fasilitas di Iran akhir pekan lalu. Iran dikabarkan menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur ekspor minyak strategis dunia.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan, pihaknya terus mencermati pergerakan harga minyak mentah global.
Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait mulai dari pemerintah dan Kedubes serta perwakilan LN, mitra bisnis, sampai dengan mitra luar negeri sebagai sesama badan usaha.
"Menjaga ketersediaan BBM di dalam negeri dengan melakukan monitoring dan mitigasi untuk tetap menjaga kestabilan pasokan dengan pola distribusi reguler, alternatif, dan emergency [RAE]," ucap Roberth kepada Bisnis, Kamis (5/3/2026).
Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga mendorong penggunaan sistem dan teknologi digitalisasi seperti Pertamina Hub yang secara realtime dapat memonitor pendistribusian energi dari sisi hulu ke hilir.
Dia pun mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tak terpengaruh akan informasi yang tidak dapat dipercaya dan menyebabkan terjadinya panic buying. Pasalnya, hal itu dapat berdampak pada pasokan yang saat ini dalam kondisi aman.
Asal tahu saja, harga minyak mentah global meningkat seiring memanasnya konflik di Timur tengah. Tercatat, harga minyak acuan global Brent sudah mendekati US$78 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) sudah mencapai US$71 per barel.
Padahal, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) dalam APBN 2026 dipatok di level US$70 per barel.
Dalam kesempatan terpisah, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron memastikan belum ada rencana menaikkan harga BBM di tengah melambungnya harga minyak global.
Dia mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait langkah yang akan diambil. Namun, dia memastikan belum ada rencana mengerek harga BBM, khususnya non-subsidi.
"Untuk tarif BBM kedepan ini masih kami berproses melihat perkembangan lebih lanjut," ungkap Baron di Grha Pertamina, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Dia lantas memastikan hingga saat ini stok BBM terkendali. Ini khususnya dalam menyongsong periode libur dan arus mudik Idulfitri 2026.
"Stok untuk Ramadan dan Idulfitri aman. Insya Allah bisa berjalan dengan baik. Itu menjadi kewajiban utama kami terlebih dahulu," kata Baron.