#30 tag 24jam
Memperbanyak Baca Al Quran di Bulan Mulia Zulhijjah, Pahalanya Berlipat-lipat!
Sama seperti bulan Ramadan, membaca Al-Quran di Bulan Zulhijjah akan diganjar dengan pahala yang berlipat-lipat. Ketahuilah bahwa Al-Quran bisa menjadi penolong... | Halaman Lengkap [636] url asal
#baca-al-quran #tadarus-alquran #keutamaan-bulan-zulhijjah #amalan-bulan-zulhijjah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 16/05/26 17:42
v/222509/
Sama seperti bulan Ramadan, membaca Al-Qur'andi Bulan Zulhijjahakan diganjar dengan pahala yang berlipat-lipat. Ketahuilah bahwa Al-Qur'an bisa menjadi penolong atau penerang kuburan kita kelak.Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam hadis Qudsi:
”Barangsiapa yang disibukkan oleh Al-Qur'an sehingga tidak sempat meminta kepada-Ku, akan Aku berikan kepadanya sesuatu yang paling baik yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta, dan keutamaan kalam Allah terhadap seluruh kalam selainnya adalah seperti keutamaan Allah terhadap seluruh makhluk-Nya.” (HR Ahmad dan Thabrani).
Selain itu, sibuk dengan Al-Qur'an akan memperoleh ketentraman (sakinah), rahmat, naungan malaikat, dan Allah Ta'ala akan senantiasa menyebutnya.
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Tiada suatu kaum berkumpul di suatu rumah Allah, membaca kitab Allah, dan mempelajarinya di antara mereka, kecuali ketenangan akan diturunkan kepada mereka, dan mereka akan diliputi oleh rahmat Allah, dikelilingi para malaikat, dan Allah akan menyebut mereka kepada yang hadir di majelis itu.” (HR Muslim).
Inilah manfaat 'kesibukan' membaca Al-Qur'an :
1. Sibuk dalam membaca Al-Qur'an
Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjanjikan pahala dan balasan besar bagi orang yang membaca Al-Quran. Seperti Allah firmankan dalam surah ini :"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi." (QS Fathir: 29)
dan surah :
"Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (QS Fathir : 30)
Orang yang mahir membaca Al-Quran, akan bersama para malaikat yang mulia, sedangkan bagi yang kesulitan membacanya, tetap mendapatkan dua pahala , ia diberi pahala dengan membacanya dan mendapatkan pahala dengan kesulitan yang ia rasakan dalam membaca yang menunjukkan kesungguhannya untuk membaca Al-Quran dan kekuatan semangatnya, meskipun sulit ia rasakan.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda;
“Orang yang membaca Al-Qur'an dan pandai dalam membacanya, ia bersama para malaikat yang mulia. Dan yang membaca Al-Qur'an dengan mengeja dan ia membacanya dengan sulit ia mendapatkan dua pahala.” (HR Muttafaq alaih)
2. Sibuk dalam men-tadabburi Al-Qur'an.
Al-Quran akan menjadi ruh (penggerak) bagi kemajuan kehidupan manusia manakala selalu dibaca dan di-tadabburi makna yang terkandung dalam setiap ayatnya. Allah Ta'ala berfirman:“Sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu dengan berkah agar mereka mentadabburkan ayat-ayatnya dan agar menjadi peringatan bagi orang-orang yang berakal.” (QS: Shad : 29).
3. Sibuk dalam menghafalkan Al-Qur'an
Al-Quran selain dibaca dan direnungkan juga perlu dihafalkan, dipindahkan dari tulisan ke dalam dada, karena hal itu merupakan ciri khas orang-orang yang diberi ilmu. Allah Ta'ala berfirman:”Sebenarnya Al-Quran itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada-dada orang-orang yang diberi ilmu, dan tidaklah mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang dzolim.” (QS al-Ankabut : 49).
4. Sibuk dalam mengamal Al-Qur'an
Allah Ta'ala berfirman:“Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (QS al-An’am : 155).
5.Sibuk dalam mengajarkan Al-Qur'an
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya.” (HR Bukhari)
Kesibukan muslimah dengan Al-Qur'an ini akan menjamin Allah semakin mencintai hamba-Nya. Bahkan dalam sebuah hadis disebutkan, Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia. “Para sahabat bertanya, Siapakah mereka ya Rasulullah? Nabi menjawab, Ahli Al-Qur'an, mereka adalah keluarga Allah SWT dan orang-orang dekat-Nya.” (HR Ahmad dan an-Nasa’i).
Semoga Allah Ta'ala membimbing kita perempuan muslimah agar dapat menyibukkan diri dengan Al-Qur'an ini, serta istiqamah dalam menyibukkan dengan Al-Qur'an hingga akhir hayat, sehingga layak disebut sebagai keluarga Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Ini Aturan Kemenag Terkait Toa Masjid, Tadarus Pakai Pengeras Suara Dalam
Penggunaan pengeras suara atau toa di masjid dan musala menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas ibadah umat Islam, mulai dari azan, iqamah, hingga pengajian.... | Halaman Lengkap [670] url asal
#kementerian-agama #tempat-ibadah #protes-toa-masjid-zaskia #tadarus-alquran #pengeras-suara-masjid
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 22/02/26 17:41
v/143614/
JAKARTA - Penggunaan pengeras suara atau toa di masjid dan musala menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas ibadah umat Islam, mulai dari azan, iqamah, hingga pengajian. Agar pelaksanaannya tetap membawa manfaat tanpa memicu keluhan warga sekitar, pemakaiannya perlu mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan.Dikutip dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) pada Minggu (22/2/2026), regulasi penggunaan pengeras suara masjid dan musala telah diterbitkan bahkan sudah berlaku secara nasional, termasuk dalam pelaksanaan Ramadan 2026. Aturan tersebut mencakup pengaturan batas volume, durasi pemakaian, serta pemisahan fungsi antara pengeras suara luar dan dalam masjid.
Aturan penggunaan pengeras suara tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala. Dalam edaran tersebut ditegaskan kegiatan Ramadan seperti Salat Tarawih, ceramah atau kajian, hingga tadarus Al-Qur’an sebaiknya menggunakan pengeras suara dalam agar tidak mengganggu masyarakat sekitar.
Edaran ini disusun semata untuk mewujudkan ketenteraman, ketertiban, dan kenyamanan bersama dalam syiar di tengah masyarakat yang beragam, baik agama, keyakinan, latar belakang, dan lainnya. Untuk itu, diatur juga bahwa suara yang dipancarkan melalui pengeras suara perlu memperhatikan kualitas dan kelayakannya, suara bagus atau tidak sumbang, serta pelafalannya juga baik dan benar.
Bahkan, pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid atau musalla tidak hanya ada di Indonesia. Peraturan sejenis juga diterapkan di beberapa negara, antara lain Arab Saudi, Mesir, Bahrain, Malaysia, Uni Emirat Arab, Turki, dan Suriah.
Lihat video: Pro Kontra Aturan Pengeras Suara Masjid Selama Ramadan
Arab Saudi, misalnya, menerbitkan edaran agar volume azan dan iqamah tidak melebihi sepertiga dari volume penuh pengeras suara. Mesir sejak 2018 juga memberlakukan pengaturan pengeras suara di masjid karena dinilai terlalu kencang.
Sebagaimana Indonesia, Bahrain juga menerbitkan imbauan penggunaan pengeras suara. Untuk azan, menggunakan pengeras suara. Sedangkan pelaksanaan beragam ibadah Ramadan menggunakan pengeras suara dalam.
Di Selangor, Malaysia, azan dan bacaan Al-Qur’an menggunakan pengeras suara luar. Sedang ceramah dan pembelajaran dibatasi hanya pada lingkungan masjid dan musala. Sementara di Uni Emirat Arab (UEA), ada imbauan agar volume pengeras suara azan masjid tidak melebihi 85 desibel, lebih kecil dari Indonesia (100 desibel).
Di Turki, penggunaan pengeras suara diperbolehkan saat azan dan khutbah Salat Jumat. Volume azan dan khutbah masjid juga tidak terlalu keras. Di Suriah, ada juga aturan bahwa penggunaan pengeras suara luar hanya untuk azan. Sementara Khutbah Jumat atau pengajian, menggunakan pengeras suara dalam.
Berikut Tata Cara Penggunaan Pengeras Suara sesuai Surat Edaran Kemenag:
a. Waktu Salat:
1. Subuh:
a) sebelum azan pada waktunya, pembacaan Al-Qur'an atau sholawat/tarhim dapat menggunakan Pengeras Suara Luar dalam jangka waktu paling lama 10 menit; dan
b) pelaksanaan Salat Subuh, zikir, doa, dan Kuliah Subuh menggunakan Pengeras Suara Dalam.
2. Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya:
a) sebelum azan pada waktunya, pembacaan Al-Qur'an atau sholawat/tarhim dapat menggunakan Pengeras Suara Luar dalam jangka waktu paling lama 5 menit; dan
b) sesudah azan dikumandangkan, yang digunakan Pengeras Suara Dalam.
3. Jumat:
a) sebelum azan pada waktunya, pembacaan Al-Qur'an atau sholawat/tarhim dapat menggunakan Pengeras Suara Luar dalam jangka waktu paling lama 10 (sepuluh) menit; dan
b) penyampaian pengumuman mengenai petugas Jumat, hasil infak sedekah, pelaksanaan Khutbah Jumat, salat, zikir, dan doa, menggunakan Pengeras Suara Dalam.
b. Pengumandangan azan menggunakan Pengeras Suara Luar
c. Kegiatan Syiar Ramadan, gema takbir Idulfitri, Idul Adha, dan Upacara Hari Besar Islam:
1) penggunaan pengeras suara di bulan Ramadan baik dalam pelaksanaan Salat Tarawih, ceramah/kajian Ramadan, dan tadarrus Al-Qur’an menggunakan Pengeras Suara Dalam;
2) takbir pada 1 Syawal/10 Zulhijjah di masjid/musalla dapat dilakukan dengan menggunakan Pengeras Suara Luar sampai dengan pukul 22.00 waktu setempat dan dapat dilanjutkan dengan Pengeras Suara Dalam.
3) pelaksanaan Salat Idulfitri dan Idul Adha dapat dilakukan dengan menggunakan Pengeras Suara Luar;
4) takbir Idul Adha di hari Tasyrik pada 11 sampai dengan 13 Zulhijjah dapat dikumandangkan setelah pelaksanaan Salat Rawatib secara berturut-turut dengan menggunakan Pengeras Suara Dalam; dan
5) Upacara Peringatan Hari Besar Islam atau pengajian menggunakan Pengeras Suara Dalam, kecuali apabila pengunjung tablig melimpah ke luar arena masjid/musala dapat menggunakan Pengeras Suara Luar.
Kisah Tadarus Al Quran : Ada Sahabat Nabi SAW yang Khatam Al Quran hanya dalam Satu Rakaat Salat
Di bulan Ramadan para sahabat Nabi SAW tidak pernah absen mengisi waktunya untuk tadarus AlQuran bahkan mengkhatamkannya berkali-kali. Bahkan kebiasaan sahabat... | Halaman Lengkap [357] url asal
#tadarus-alquran #tadarus-ramadhan #keutamaan-tadarus-quran #kisah-sahabat-nabi #ramadan-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 22/02/26 11:00
v/131727/
Ada kisah menarik yang penuh hikmah dari para sahabat Nabi Shalallahu alaihi wa sallam. Di bulan Ramadanmereka tidak pernah absen mengisi waktunya untuk tadarus Al Qur'anbahkan mengkhatamkannya berkali-kali. Bahkan kebiasaan sahabat tadarus Al Qur'an ini ada yang khatam hanya dalam satu rakaat salat saja.Tadarus Qur'an (membaca sekaligus mengkaji) adalah hal yang sangat utama dan telah menjadi kebiasaan di masa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan generasi terbaik. Ibnu 'Abbas radhiallahu 'anhuma menceritakan:
"Jibril menemuinya pada tiap malam malam bulan Ramadan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Qur'an bersamanya". (HR. Al-Bukhari No. 3220)
Faedah dalam hadis ini adalah Rasulullah SAW melakukan tadarus Al-Qur'anbersama Malaikat Jibril. Beliau melakukannya setiap malam, dan dipilihnya malam karena waktu tersebut biasanya waktu kosong dari aktivitas keseharian dan malam hari suasana lebih kondusif dan khusyu. Bukan hanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, tetapi ini juga perilaku para sahabat dan generasi setelah mereka.
Imam An Nawawi rahimahullah menceritakan dalam Kitab At Tibyan fi Aadab Hamalatil Quran, bahwa diriwayatlan oleh Sayyid Al-Jalil Ahmad Ad Dawraqi dengan sanadnya, dari Manshur bin Zaadaan, dari para ahli ibadah tabi'in bahwasanya pada bulan Ramadan dia mengkhatamkan Al-Quran antara zhuhur dan ashar, dan juga mengkhatamkan antara maghrib dan isya, dan mereka mengakhirkan isya hingga seperampat malam.
Imam Abu Daud meriwayatkan dengan sanad yang sahih, bahwa Mujahid mengkhatamkan Al-Qur'an antara maghrib dan isya. Dari Manshur, katanya bahwa Al Azdi mengkhatamkan Al-Qur'an setiap malam antara Maghrib dan Isya pada bulan Ramadan.
Ibrahim bin Sa'ad menceritakan bahwa ayahku kuat menahan duduk dan sekaligus mengkhatamkan Al-Qur'an dalam sekali duduk. Adapun yang sekali khatam dalam satu rakaat salat tidak terhitung jumlahnya karena banyak manusia yang melakukannya seperti Utsman bin 'Affan, At Tamim Ad-Dari, Sa'id bin Jubeir (semoga Allah meridhai mereka). Mereka juga khatam satu rakaat ketika salat di dalam Ka'bah.
Ada juga yang khatam dalam sepekan seperti Ibnu Mas'ud, Zaid bin Tsabit, Ubai bin Ka’ab, dan segolongan Tabi'in seperti Abdurrahman bin Yazid, Al Qamah, dan Ibrahim (semoga Allah merahmati mereka semua). (Lengkapnya lihat Imam An Nawawi, At Tibyan, Hal. 60-61)
Yayasan Muslim Sinar Mas Wakafkan 2.000 Mushaf Alquran kepada PBNU dan IPNU
Yayasan Muslim Sinar Mas wakafkan 2.000 mushaf Alquran ke PBNU dan IPNU untuk mendukung pembelajaran Alquran selama Ramadan, meningkatkan akhlak dan ketakwaan. [394] url asal
#wakaf-mushaf #yayasan-muslim-sinar-mas #pbnu #ipnu #wakaf-alquran #mushaf-alquran #ramadan #umat-islam #santri-dan-pelajar #tadarus-alquran #akhlak-mulia #mengaji-ramadan #alquran-cetak #kegiatan-ruti
(Bisnis.Com - Terbaru) 20/02/26 16:59
v/142319/
Bisnis.com, JAKARTA – Yayasan Muslim Sinar Mas (YMSM) mewakafkan mushaf Alquran bagi masyarakat luas dalam momentum Ramadan.
Adapun, penyerahan simbolis 1.000 mushaf Alquran dilakukan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat kepada Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. KH Yahya Cholil Staquf.
Ketua Dewan Pembina YMSM, Badrodin Haiti, mengatakan wakaf ini diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi umat Islam, termasuk santri dan pelajar, untuk membaca, memahami, dan memaknai Alquran secara kontekstual melalui tadarus.
“Kami berharap kesempatan bagi umat muslim, termasuk para santri dan pelajar untuk membaca, memahami, dan memaknai Alquran secara kontekstual melalui tadarus, terbuka lebih luas melalui wakaf yang berlangsung hari ini,” ujarnya dikutip dari siaran pers, Jumat (20/2/2026).
Ketua Umum YMSM Saleh Husin menambahkan, pihaknya berharap wakaf mushaf tersebut dapat mendukung upaya umat Islam membentuk akhlak mulia sekaligus meraih pahala berlipat melalui aktivitas mengaji selama Ramadan.
Saleh, yang juga menjabat Managing Director Sinar Mas mengatakan bahwa popularitas, kemudahan penggunaan, serta daya tahan Alquran cetak masih belum tergantikan oleh format lain. Pertimbangan tersebut mendorong Sinar Mas bersama seluruh pilar usahanya menjadikan wakaf sebagai kegiatan rutin.
“Popularitas, kemudahan penggunaan, serta daya tahan Alquran tercetak masih belum tergantikan format lainnya. Pertimbangan ini pula yang membuat Sinar Mas bersama semua pilar usahanya menjadikan wakaf sebagai kegiatan rutin,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Dewan Pembina YMSM Feri Wibisono turut mewakafkan 1.000 mushaf Alquran kepada Ketua Presidium Pusat Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Prof. Asrorun Ni’am Sholeh.
Penyerahan tersebut disaksikan jajaran pengurus YMSM, yakni Wakil Ketua Dewan Pengawas YMSM Gatot Eddy dan Anggota Dewan Pembina YMSM Mayerfas. Dari PBNU hadir antara lain Khatib Syuriah PBNU KH Nurul Yaqin Ishaq, Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla, serta Wasekjen PBNU Ajengan Ginanjar Sya’ban.
Selanjutnya, PBNU dan lembaga yang terafiliasi akan menyalurkan total 2.000 mushaf tersebut ke sejumlah masjid, musala, lembaga pendidikan Islam, hingga majelis taklim.
YMSM hadir sebagai wadah praktik keislaman yang terbuka, toleran, setara, dan penuh kasih di lingkungan Sinar Mas, sekaligus mendorong peningkatan ketakwaan dan produktivitas kerja.
Di sisi eksternal, yayasan aktif membangun silaturahmi dan sinergi dengan tokoh serta lembaga keagamaan melalui berbagai kegiatan sosial dan pendidikan.
Sejak 2008, dengan dukungan APP Group dan pilar usaha Sinar Mas lainnya di berbagai daerah, YMSM telah mewakafkan lebih dari 1,3 juta mushaf Alquran, 150.000 buku panduan membaca Alquran atau Juz Amma, serta 300 set Alquran Braille bagi tunanetra.
Bolehkan Baca Al Quran Tanpa Tahu Artinya?
Mengisi dan mempersiapkan diri di bulan suci Ramadan , salah satunya adalah dengan membaca Al-Quran . Namun, bolehkah membaca Al Quran ini tanpa mengetahui artinya?... | Halaman Lengkap [705] url asal
#tadarus-ramadhan #baca-al-quran #tadarus-alquran #keutamaan-tadarus-quran #ramadan-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 10/02/26 20:05
v/132371/
Mengisi dan mempersiapkan diri di bulan suci Ramadan, salah satunya adalah dengan membaca Al-Qur'an . Namun, bolehkah membaca Al Qur'anini tanpa mengetahui artinya?Dalam Islam, memahami ayat-ayat Al-Qurandan men-tadabburinya adalah sebuah keniscayaan bagi seorang muslim, karena Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk bagi seluruh manusia. Allah Ta’ala berfirman,
“Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS. Shaad: 29)
Bahkan Allah mencela orang-orang yang tidak mentadabburi ayat-ayatnya. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24)
Walau demikian, dibolehkan hanya membaca tanpa memahami maknanya dengan tujuan mendapatkan pahala membaca. Apa dalilnya? Menurut Ustadz Ahmad Sarwat Lc, dai dari Rumah Fiqih Indonesia, perintah membaca Al-Qur'an tetap ada dalam kitabullah ini. Sehingga meski kita belum menguasai bahasa arab, tetap saja membaca Al-Qur'an merupakan perintah dari Allah SWT.
Perintah untuk membaca Al-Qur'an kita temukan bertebaran di dalam Al-Quran sendiri, di antaranya ayat berikut ini:
'Bacalah apa yang mudah dari Al-Qur'an.(QS. Al-Muzzammil: 20)
Ada banyak keutamaan membaca Al-Qur'an, meski tidak mengerti atau tidak memahami maknanya namun ada banyak pahala yang akan didapatkan dari membaca Al-Quran.
Ustadz Ahmad Sarwat menjelaskan sebagai berikut:
1. Orang yang baca Al-Qur'an dengan yang tidak baca berbeda
Salah satu nash hadis secara tegas membandingkan orang yang membaca Al-Qur'an dengan yang tidak membaca Al-Quran.Dari Abu Musa Al-Asy`arit berkata, Rasulullah bersabda, "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur'an bagaikan buah limau baunya harum dan rasanya lezat. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur'an bagaikan kurma, rasanya lezat dan tidak berbau. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur'an bagaikan buah raihanah yang baunya harum dan rasanya pahit, dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur'an bagaikan buah hanzholah tidak berbau dan rasanya pahit." (HR Bukhari dan Muslim)
Dari hadis ini jelas sekali bahwa sekadar membaca Al-Qur'an atau tidak membaca sudah membedakan kedudukan seseorang. Berarti ada nilai tersendiri untuk sekedar membaca Al-Qur'an.
2. Bersama malaikat
Hadis ini juga sangat eksplisit menyebutkan tentang orang yang membaca Al-Qur'an, yaitu dijanjikan Allah akan di tempat bersama dengan para malaikat.Dari `Aisyah Radhiyallahu `Anha berkata, Rasulullah bersabda, "Orang yang membaca Al-Qur`an dan ia mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat (belum fasih) dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua ganjaran." (HR Bukhari Muslim)
Semakin tegas lagi ketika lafadz hadits ini menyebutkan kasus orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata yang tetap saja akan diberikan pahala. Jelas menunjukkan tentang pentingnya membaca Al-Quran.
3. Bacaan Al-Qur'an adalah syafaat
Selain itu juga kita temukan adanya dalil yang menyebutkan tentang salah satu fungsi bacaan Qur'an sebagai syafaat yang akan menolong kita di hari akhir nanti.Dari Abu Umamah Al-Bahili berkata, saya telah mendengar Rasulullah bersabda, "Bacalah Al-Qur`an!, maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya (HR Muslim)
4. Diberi pahala per huruf
Dan semakin tegas lagi pentingnya membaca Al-Qur'an ketika Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:Dari Abdullah bin Mas`ud radhiyallahu'anhu berkata bahwa Rasulullah SAW, "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur`an) maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan "Alif lam mim" itu satu huruf, tetapi "Alif" itu satu huruf, "Lam" itu satu huruf dan "Mim" itu satu huruf." (HR At Tirmidzi dan berkata, "Hadis hasan shahih).
Betul-betul disebutkan bahwa membaca Al-Qur'an itu berpahala dan pahalanya dihitung perhuruf, di mana setiap huruf akan dikalikan sepuluh kebajikan.
Semua dalil ini menunjukkan bahwa sekedar membaca Al-Qur'an tanpa memaham arti, juga sudah mendatangkan pahala. Namun kalau kita bandingkan dengan dalil-dalil yang lain, tentu pahalanya akan menjadi lebih berkah, lebih banyak dan lebih besar, manakala kita pun juga mengerti dan paham makna bacaan yang kita baca. Wallahu A'lam
5 Keutamaan Tadarus Al Quran dan Dalilnya yang Jarang Diketahui
Banyak keutamaan dari kita melaksanakan tadarus Al Quran yang jarang diketahui. Kegiatan membaca al Quran ini dicontohkan oleh suri tauladan kita, Nabi Muhammad... | Halaman Lengkap [611] url asal
#tadarus-ramadhan #tadarus-alquran #keutamaan-tadarus-quran #bulan-suci-ramadan #ramadan-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 10/02/26 18:45
v/132275/
Banyak keutamaan dari kita melaksanakan tadarus Al Quranyang jarang diketahui. Kegiatan membaca al Quran ini dicontohkan oleh suri tauladan kita, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.Tadarus berasal dari asal kata Darosa-Yadrusu yang artinya mempelajari, meneliti, menelaah, mengkaji, dan mengambil pelajaran dari wahyu-wahyu Allah.
Berikut dalil tentang Tadarus Al-Qur'andi bulan Ramadan:
"Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling pemurah. Sedangkan saat yang paling pemurah bagi Beliau pada bulan Ramadhan adalah pada saat Malaikat Jibril mengunjungi beliau setiap malam bulan Ramadan, lalu melakukan mudarasah Al-Qur'an bersama Nabi.
Rasulullah ketika dikunjungi Malaikat Jibril lebih dermawan dari angin yang berhembus. (Musnad Imamm Ahmad: 3358)
"Yang dimaksud dengan Qiyam Ramadan (dalam hadis itu) adalah mengisi dan memeriahkan malam Bulan Ramadan dengan melakukan salat atau membaca Al-Qur'an" (Kitab: Subul al Salam, juz 2 hal 173)
Qiyam Ramadan itu dapat dilaksanakan dengan membaca Al-Qur'an, salat, zikir atau mempelajari ilmu agama. Dan juga dapat terwujud dalam setiap bentuk perbuatan baik. Maka membaca Al-Qur'an pada malan bulan Ramadan sangat dianjurkan
"Termasuk membaca Al-Qur'an (pada bulan Ramadhan) adalah mudarasah yang sering disebut pula dengan idarah yaitu seseorang membaca pada orang lain. Kemudian orang lain itu membaca pada dirinya (yang seperti ini tetap sunnah) sekalipun apa yang dibaca (orang tersebut) tidak seperti yang dibaca orang pertama." (Kitab Nihayah Al Zain hal 194)
Keutamaan Tadarus Al-Qur'an:
1. Mendapatkan Pahala Berlipat Ganda
Membaca 1 huruf Al-Qur’an akan dibalas dengan sepuluh kebajikan. Seperti diterangkan hadis berikut:Dari Ibn Mas'ud RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al-Qur’an) maka ia mendapat satu kebaikan. Setiap kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan: "Alif Laam Miim" satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf. (HR At-Tirmidzy)
2. Memperoleh Ketenangan dan Kedamaian Hati
Dengan tadarus Al-Qur'an seseorang akan mendapatkan ketenangan dalam jiwa sebagaimana firman Allah berikut."Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian." (QS Al-Isra Ayat 82).
Al-Qur'an disebut juga sebagai Asy-Syifa atau obat segala penyakit kejiwaan sehingga siapapun yang membacanya akan mendapat ketenangan. Di ayat lain Allah berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'du: 28)
3. Mendapatkan Syafa'at di Hari Kiamat
Orang yang melakukan tadarus Al-Qur'an berarti ia telah membaca kalamullah, menyimak dan mempelajarinya. Mereka yang membaca Al-Qur'an akan mendapatkan syafa'at dari Al-Qur'an sebagaimana sabda Rasulullah:"Dari Abu Umamah RA berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda: 'Bacalah Al-Qur'an karena sesungguhnya Al-Qur'an itu nanti pada hari kiamat akan datang untuk memberi syafa'at kepada orang yang membacanya." (HR Muslim)
4. Menghidupkan Hati yang Kosong
Hati yang tidak menyimpan Kalamullah diumpamakan seperti rumah kosong. Begitu juga rumah yang tidak dibacakan Al-Qur'an , maka akan diliputi oleh kesempitan dan ketidakberkahan. Jika tidak ingin seperti rumah yang kosong hendaklah mengambil pelajaran dari sabda Rasulullah berikut:Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata bahwa Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya seorang yang tida ada sedikitpun Al-Qur'an dalam hatinya adalah seperti rumah kosong". (HR at-Tirmidzi)
5. Memperkuat Ukhuwah Sesama Muslim
Manfaat lain dari Tadarus Al-Qur'an adalah dapat menguatkan persaudaraan sesama muslim (ukhuwah Islamiyah). Mereka yang tadarus Al-Qur'an baik di masjid, mushalla atau rumah berarti telah menyambung silaturahim sesama saudara muslim lainnya. Tadarus Al-Qur'an juga dapat menjauhkan seseorang dari perkara ghibah dan semacamnya.
Tadarus Al Quran di Bulan Ramadan Dianjurkan Berjamaah, Banyak Keutamaannya
Tadarus Al-Quran pada malam-malam Ramadan sudah menjadi tradisi di Indonesia, boleh dilakukan sendiri atau berjamaah di masjid-masjid atau musala. Tadarus Al-Quran... | Halaman Lengkap [343] url asal
#tadarus-ramadhan #sambut-ramadhan #tadarus-alquran #bulan-suci-ramadan #ramadan-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 10/02/26 16:25
v/132091/
Tadarus Al-Qur'an pada malam-malam Ramadan sudah menjadi tradisi di Indonesia, boleh dilakukan sendiri atau berjamaah di masjid-masjid atau musala.Tadarus berasal dari asal kata Darosa-Yadrusu yang artinya mempelajari, meneliti, menelaah, mengkaji, dan mengambil pelajaran dari wahyu-wahyu Allah.
Tadarus Al-Qur'an ini memiliki keutamaan apalagi dilakukan secara berjamaah. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
Artinya: "Dan tidaklah sebuah kaum berkumpul di salah satu rumah-rumah Allah (maksudnya masjid) dalam rangka membaca kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat, dan mereka dikelilingi para Malaikat serta Allah sebut-sebut mereka kepada makhluk yang ada di sisi-Nya." (HR Muslim 2699)
Khusus di bulan Ramadan, tadarusan berjamaah itu merupakan sunnah Nabi karena Rasulullah ﷺ dan Malaikat Jibril 'alaihissalam juga melakukannya. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma menceritakan:
Artiny: "Jibril menemuinya pada tiap malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Qur'an bersamanya." (HR Al-Bukhari 3220)
Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan: "Sesungguhnya berkumpulnya jamaah untuk membaca Al-Qur'an adalah perkara yang mustahab (sunnah), berdasarkan berbagai dalil yang jelas, dan perilaku para salaf, dan khalaf yang begitu jelas." (At-Tibyan fi Aadab Hamalatil Quran, Hal 71)
Itulah dalil dan keutamaan tadarus dan berkumpul dalam rangka membaca Al-Qur'an di masjid-masjid.
Cara Tadarus Berjamaah
Bagaimanakah cara tadarus Al-Qur'an secara berjamaah? Ustaz Farid Nu'man Hasan dalam kajiannya mengatakan, mereka membaca masing-masing, atau satu orang membaca lalu yang lain menyimaknya dan mengoreksi jika ada kesalahan. Dan tidak apa-apa dibaca berbarengan jika dalam rangka belajar, seperti seorang guru membaca lalu diikuti oleh murid-muridnya secara koor.Berkata Imam An-Nawawi pada Kitab At-Tibyan Bab fil Idarah bil Qur'an (Bab Bergiliran Membaca Al-Qur'an):
Artinya: "Yaitu berkumpulnya jamaah, sebagian mereka membaca sepuluh ayat atau satu juz atau selain itu. Kemudian mereka berhenti, dan dilanjutkan bacaannya oleh lainnya dengan melanjutkan ayat yang terakhir dibaca. Ini boleh dan bagus. Imam Malik rahimahullah ditanya hal ini, Beliau menjawab: tidak apa-apa." (At Tibyan)
14 Adab Saat Tadarus Al Quran di Bulan Ramadan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
malan prioritas di bulan Ramadan, salah satunya adalah membaca atau tadarus Al Quran. Agar amalan ini diterima, maka ada adab yang perlu diperhatikan saat membaca... | Halaman Lengkap [1,399] url asal
#tadarus-ramadhan #tadarus-alquran #adab-adab-dalam-islam #bulan-suci-ramadan #ramadan-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 10/02/26 09:17
v/131445/
Amalan prioritas di bulan Ramadan, salah satunya adalah membaca atau tadarus Al Qur'an. Agar amalan ini diterima, maka ada adab yang perlu diperhatikan saat membaca Al Qur'an tersebut. Kenapa adabini sangat penting? Karena, Al-Quran tidaklah memberi manfaat dan mendatangkan rida Allah kecuali jika seorang muslim dalam membaca atau mendengar bacaan Al-Quran memperhatikan adab-adabnya.Banyak keutamaan membaca Al Qur'anini. Salah satunya adalah Allah subhanahu wata’ala mengganjar seseorang yang membaca al-Quran setiap huruf yang ia baca dengan pahala yang besar. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barang siapa yang membaca satu huruf dalam al-Quran, maka baginya satu kebaikan. Tiap satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan ‘alim lam mim’ satu huruf, tapi alim satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi No. 2910. At-Tirmidzi berkata bahwa hadits ini hasan shahih gharib)
Adab-adab dalam membaca al-Quran dibagi dua; adab-adab yang berkaitan dengan hati dan adab-adab yang berkaitan dengan anggota badan.
Adab Membaca/ Tadarus Al Quran
1. Ikhlas karena Allah semata
Membaca Al-Quran merupakan salah satu bentuk ibadah. Sedangkan ibadah tidak akan diterima, kecuali jika dikerjakan dengan ikhlas. Ikhlas adalah fondasinya suatu ibadah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama.” (QS. Al-Bayyinah: 5)
Orang yang ikhlas hanya menjadikan rida Allah sebagai satu-satunya tujuan ia beramal. Bukan karena tujuan yang bersifat duniawi semisal mendapat pujian dan penilaian baik manusia. Jika dalam hati terbesit rasa ujub, riya’, atau sum’ah dalam membaca al-Quran, maka bersegeralah memperbaiki niat dan tobat kepada-Nya.
2. Mengagungkan setiap ayat yang dibaca
Ketika membaca maupun mendengar bacaan al-Quran, renungkanlah bagaimana dahulu Malaikat Jibril alaihissalam menyampaikan wahyu dari Allah tersebut kepada sebaik-baik manusia, yaitu baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasalam. Kemudian bagaimana Nabi dahulu membacakan ayat-ayat yang kita baca ini kepada para shahabatnya. Jika kita dalam membaca Al-Quran merenungkan perihal di atas maka khusyuklah hati, tenanglah anggota badan, serta bertambahlah rasa cinta dan takut kita kepada-Nya karena kita tahu dan sadar bahwa yang kita baca adalah firman Allah yang agung.Membaca Al-Quran dengan mengagungkan dan menghayati betul-betul bahwa setiap ayat yang sedang dibaca ini adalah kalam Allah azza wajalla yang mulia, menjadikan kita tahu bahwa Allah telah memberikan karunia yang besar kepada hamba-hamba-Nya berupa kemudahan bagi mereka dalam membaca dan memahami kalam-Nya. Sudah sepantasnya seseorang mengagungkan setiap ayat al-Quran yang ia baca maupun yang ia dengar. Ibnu al-Qayyim rahimahullah berkata,
“Barang siapa yang mendengar bacaan al-Quran, maka berusahalah seakan-akan ia mendengar bacaan al-Quran dari Allah yang sedang mengajak bicara kepadanya.” (Madariju as-Saliki, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, 2/166)
3. Menghadirkan hati
Menghadirkan hati ketika membaca al-Quran, akan menghantarkan seorang hamba menuju kekhusyukan dan memudahkannya dalam mentadaburi ayat-ayat Allah yang sedang ia baca. Banyak umat Islam pada zaman sekarang yang sebatas membaca al-Quran lewat lisannya, sedangkan hatinya lalai. Tentu ini berbeda dengan potret salaf terdahulu. Kiranya kita perlu menyimak dengan seksama nasihat dari Ibnu al-Qayyim—Ulama yang juga dikenal sebagai pakar penyakit hati—sebagai berikut,“Jika kamu ingin agar al-Quran bermanfaat bagimu, maka hadirkanlah hatimu ketika membaca dan ketika mendengar bacaannya. Dengarkan dengan seksama. Hadirkanlah sosok Zat yang memfirmankan al-Quran ini dalam hatimu ketika kamu membaca firman-Nya. Karena sesungguhnya, al-Quran ini adalah firman dari Allah yang ditunjukkan untukmu lewat perantara lisan Rasul-Nya.” (Al-Fawaid, Ibnu al-Qayyim, 1/3)
Manfaat yang terkandung dalam al-Quran hanyalah bisa dipetik oleh mereka yang hidup hatinya. Ibnu al-Qayyim melanjutkan, Allah subhanahu wata’ala berfirman,
“Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (QS. Qāf: 37)
4. Mentadaburi ayat-ayat yang dibaca
Sunah hukumnya membaca Al-Quran dengan tadabur dan menghayati maknanya, sebab itulah tujuan terbesar dan terpenting dalam membaca Al-Quran. Alah subhanahu wata’ala berfirman,“Kitab (Al-Quran) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.” (QS. Shād: 29)
Dalam ayat lain, Allah subhanahu wata’ala berfirman,
“Maka tidakkah mereka menghayati al-Quran ataukah hati mereka sudah terkunci?” (QS. Muhammad: 24)
Bagaimana cara mentadaburi ayat-ayat Al-Quran? Caranya adalah dengan mengonsentrasikan hati dan pikiran untuk mendalami setiap kata yang dilantunkan sehingga bisa memahami makna dari setiap ayat, dan memperhatikan setiap perintah dan larangan, lalu menerimanya dengan tulus.
5.Mengaplikasikan ayat yang dibaca dalam kehidupan sehari-hari
Setiap ayat dalam al-Quran yang Allah turunkan memiliki hikmah yang berkaitan dengan kehidupan yang makhluk jalani sehari-hari. Carilah hikmah tersebut dan aplikasikanlah dalam kehidupan sehari-hari. Semisal ketika membaca ayat tentang asma dan sifat Allah Al-Halim, setelah merenungkan akan kebesaran Allah di balik asma dan sifat-Nya tersebut maka kita tahu bahwa Allah-lah satu-satunya Zat yang memiliki sifat penyantun yang sempurna. Sifat penyantun Allah meliputi juga kepada para durjana dan pelaku maksiat. Allah lebih berharap seorang hamba yang maksiat bertobat daripada cepat-cepat menimpakannya hukuman yang membinasakan. Alhasil, seorang hamba berintrospeksi diri dari kemaksiatan yang telah lalu dan bersegera tobat pada-Nya.Adab Membaca Al-Quran yang Berkaitan dengan Anggota Badan
6. Membaca al-Quran dalam keadaan suci
Seseorang yang berhadas makruh hukumnya menyentuh al-Quran. Orang yang hendak membaca al-Quran disunahkan berwudu terlebih dahulu, dalam keadaan suci, karena membaca al-Quran merupakan amalan zikir yang paling utama. Apabila seseorang sedang membaca al-Quran, lalu ingin buang angin, hendaknya ia berhenti membaca hingga selesai dari hajatnya dan berwudu kembali.7. Haram bagi orang yang junub dan wanita yang sedang haid
Orang yang junub dan wanita yang sedang haid diharamkan membaca al-Quran, tetapi boleh melihat mushaf dan membacanya di dalam hati. Sedangkan orang yang mulutnya najis, makruh hukumnya membaca al-Quran. Ada juga yang berpendapat hukumnya haram, seperti haramnya tangan yang terkena najis menyentuh mushaf. (Al-Itqan, Jalaluddin as-Suyuti, 1/363)8. Memilih tempat dan mengenakan pakaian yang bersih
Sunah hukumnya memilih tempat yang bersih ketika membaca al-Quran. Dan yang paling utama adalah di masjid. Bisa juga dengan mengkhususkan ruangan tertentu dalam rumah untuk membaca al-Quran dan shalat yang selalu kita jaga kebersihannya, sehingga ruangan tersebut dapat kita pastikan kebersihannya dan bebas dari najis.9. Menghadap kiblat
Sunah hukumnya ketika duduk membaca al-Quran menghadap ke arah kiblat, dengan khusyuk, tenang, tidak tergesa-gesa, dan menundukkan kepala. Menghadap ke arah kiblat juga merupakan hal yang utama ketika seseorang membaca kitab ataupun murajaah hafalan.10. Bersiwak sebelum membaca Al-Quran Sunah hukumnya bersiwak sebelum membaca al-Quran.
Sebagai bentuk penghormatan menjaga kesucian.11. Membaca ta‘awudh sebelum membaca Al-Quran
Sunah hukumnya membaca ta‘awudh sebelum membaca al-Quran, berdasarkan firman Allah Ta’ala,“Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca al-Quran, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)
Orang yang sedang membaca al-Quran jika mengucapkan sepatah kata kepada orang lain, menjawab salam misalnya, maka ia mengulang kembali bacaan ta‘awudhnya sebelum melanjutkan kembali membaca al-Quran. Membaca ta‘awudh juga dengan suara yang nyaring dan tartil, sebagaimana membaca ayat-ayat al-Quran.
12. Membaca Al-Quran dengan tartil dan memperhatikan tajwid
Sunah hukumnya membaca al-Quran dengan tartil, yakni perlahan-lahan dan tidak tergesa-gesa. Allah subhanahu wata’ala berfirman,“Atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah al-Quran itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al-Muzzammil: 4)
Janganlah membaca al-Quran dengan tergesa-gesa. Bacalah dengan perlahan sambil menghayati maknanya. Selain membaca dengan tartil, adab membaca al-Quran lainnya ialah memberikan hak-hak setiap huruf yang dibaca sesuai dengan kaidah dalam ilmu tajwid, dan juga membaguskan suara bacaan al-Quran.
13. Diperbolehkan mengulang-ulang satu ayat tertentu
Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkisah bahwa ketika Nabi shalat pada suatu malam, beliau mengulang-ulang satu ayat hingga tiba waktu pagi. Ayat tersebut ialah,“Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS. Al-Mā`idah: 118)
14. Menangis ketika membaca Al-Quran
Adab membaca al-Quran yang terakhir adalah menangis ketika membaca al-Quran atau memaksakan diri untuk menangis bagi orang yang tidak bisa menangis. Hal ini hukumnya sunah.Demikianlah adab-adab membaca al-Quran, baik adab-adab yang berkaitan dengan hati maupun yang berkaitan dengan anggota badan. Semoga bermanfaat. Wallahu A'lam
Ramadan Bulan Tadarus Al Quran, Ini Keutamaan Mengkhatamkannya di Bulan Suci
Ramadan adalah bulan tadarus Al Quran, karenanya setiap muslim berlomba-lomba mengkhatamkan Al-Quran di bulan suci tersebut. Simak ulasannya berikut ini. Ramadan... | Halaman Lengkap [639] url asal
#tadarus-ramadhan #tadarus-alquran #keutamaan-tadarus-quran #bulan-suci-ramadan #ramadan-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 10/02/26 05:15
v/131245/
Ramadan adalah bulan tadarus Al Quran, karenanya setiap muslim berlomba-lomba mengkhatamkan Al-Qur'an di bulan suci tersebut. Tadarus (membaca Al Qur'an) menjadi pemandangan biasa, baik di rumah ataupun di masjid-masjid. Tujuannya, sudah pasti demi mendapatkan pahala yang berkali lipat.Sebab, pahala membaca Al-Qur'an akan dilipatgandakan saat bulan Ramadanselama niatnya lurus dan tulus karena ingin beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
Sedangkan keutamaan membaca Al-Quransangat banyak dijelaskan, salah satunya adalah Sabda Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa salam,
“Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan “alif lam mim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” ( HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’)
Juga hadis ini;
“Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam” ( HR. Ahmad dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’)
Sedangkan keutamaan mengkhatamkan Al-Quran di Bulan Ramadan, dicontohkan langsung Nabi Shallallahu ’alaihi wa salam. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu,
“Dahulu Jibril mendatangi dan mengajarkan Al-Qur’an kepada Nabi shalallahu ‘alayhi wa sallam setiap tahun sekali (pada bulan ramadhan). Pada tahun wafatnya Rasulullah shalallahu ‘alayi wasallam Jibril mendatangi dan mengajarkan Al-Qur’an kepada beliau sebanyak dua kali (untuk mengokohkan dan memantapkannya)” ( HR. Bukhari)
Ibnu Atsir rahimahullah menjelaskan,
“yaitu mempelajari (mudarasah) semua ayat Al-Quran yang turun” ( Al-Jami’ fi Gharib Hadits, 4/64).
Dirangkum dari berbagai sumber, keutamaan lain dari membaca Al-Qur'an di bulan Ramadan adalah menjauhkan diri dari godaan setan. Membaca Al-Qur'an menjauhkan kita untuk berbuat maksiat sebagaimana yang disukai oleh setan. Dengan membaca Al-Qur'an, insyaAllah iman kita akan semakin kuat sehingga setan tidak dengan mudah menjerumuskan pada kesesatan.
Al-Qur'an juga bisa membuat kita semakin produktif. Produktif saat membaca Al-Qur'an di bulan Ramadan merupakan hal yang baik. Rasa haus, lapar, dan lemas fisik saat berpuasa tidak bisa menjadi alasan untuk bermalas-malasan. Gunakan waktu semaksimal mungkin dengan melakukan hal-hal baik seperti membaca Al-Quran.
Membaca Al-Qur'an juga bisa membantu membangun pikiran positif. Isi kandungan yang terdapat di dalam Al-Qur'an yang kita baca berisi ilmu dan hikmah yang positif sehingga membantu mempengaruhi kita menjadi lebih positif di bulan Ramadan. Sehingga membaca Al-Qur'an membuat kita menjadi terkondisikan dan akan lebih sering memikirkan sesuatu berdasarkan dalil agama, bukan karena dorongan nafsu dan dorongan negatif.
Nah muslimah, hendaknya membaca Al-Qur'an bukan hanya berhenti di satu waktu. Melainkan setiap saat dan setiap harinya kita diperintahkan Allah untuk membacanya dan menjadikannya pedoman hidup. Tetapi, membaca Al-Qur'an di bulan Ramadan tentunya memiliki keutamaan tersendiri.
Tips Mengkhatamkan Al-Qur'an
Agar mudah khatam Al-Qur'an di bulan Ramadan, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan, di antaranya:1. Al-Quran terdiri dari 30 juz, setiap juznya terdiri dari 20 halaman (10 lembar).
Jika bulan Ramahan ada 30 hari, maka dalam sehari, Anda perlu membacanya 10 lembar.2. Buat target
Kita perlu membuat target tiap salat 5 waktu untuk membaca 4 halaman (2 lembar). Dengan begitu, kita bisa membaca Al-Qur'an 10 lembar setiap hari atau 1 juz setiap hari. Jika terus dilakukan dan konsisten, pada akhir Ramadan, Anda akan berhasil mengkhatamkannya.Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Bacalah (khatamkanlah) Al Quran dalam sebulan.” ‘Abdullah bin ‘Amr lalu berkata, “Aku mampu menambah lebih dari itu.” Beliau pun bersabda, “Bacalah (khatamkanlah) Al Qur’an dalam tujuh hari, jangan lebih daripada itu.” (HR. Bukhari).
Namun, Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Kebanyakan ulama berpendapat bahwa tidak ada batasan hari dalam mengkhatamkan Al Qur’an, semuanya tergantung pada semangat dan kekuatan. Dan ini berbeda-beda satu orang dan lainnya dilihat dari kondisi dan person.” (Fathul Bari).
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56