Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mulai mengoperasikan Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Dilansir dari laman resmi Kementerian Sosial (Kemensos), Selasa (13/1/2026), pelaksanaan perdana Sekolah Rakyat dijadwalkan dimulai pada tahun ajaran 2025/2026. Program ini dirancang sebagai sekolah berasrama dengan pendekatan pendidikan karakter dan pengembangan keterampilan hidup.
Penyelenggaraan Sekolah Rakyat mengacu pada Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Rakyat.Dalam regulasi tersebut, Sekolah Rakyat didefinisikan sebagai satuan pendidikan formal berbasis asrama yang ditujukan bagi peserta didik dari keluarga miskin ekstrem, miskin, dan rentan. Jenjang pendidikan yang diselenggarakan meliputi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA), serta Sekolah Rakyat Terintegrasi.
Pemerintah pun telah meresmikan sebanyak 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi pada Senin (12/1/2026). Pembangunan ini ditargetkan hingga 500 Sekolah Rakyat secara nasional sampai dengan tahun 2029.
Program ini sendiri merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Syarat Masuk Sekolah Rakyat
Berbeda dengan sekolah umum, Sekolah Rakyat menerapkan kriteria penerimaan yang cukup ketat.
Calon siswa harus berasal dari keluarga Desil 1 (10 persen keluarga termiskin) atau Desil 2 (11–20 persen) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan prioritas utama bagi keluarga miskin ekstrem.
Apabila kuota belum terpenuhi, calon siswa dari Desil 3 masih diperbolehkan mendaftar. Selain itu, orang tua atau wali wajib menandatangani surat pernyataan kesediaan agar anak menyelesaikan pendidikan hingga tuntas.
Cara Daftar Sekolah Rakyat Secara Online
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi https://sdmpkh.kemensos.go.id/sr/new/daftar-siswa
Pendaftar diwajibkan mengisi formulir dengan data yang benar dan lengkap, mencakup identitas pendaftar atau calon siswa, nomor ponsel aktif, serta lokasi Sekolah Rakyat yang dituju. Surat pernyataan orang tua juga harus diunggah, kemudian peserta mengikuti instruksi lanjutan terkait jadwal dan tahapan seleksi.
Sekolah Berasrama Gratis Ditanggung Negara
Sekolah Rakyat menerapkan konsep boarding school, di mana seluruh kebutuhan siswa, mulai dari seragam, asrama, konsumsi, hingga perlengkapan belajar ditanggung sepenuhnya oleh negara.
Kementerian Sosial menilai sistem berasrama efektif dalam membentuk karakter siswa agar lebih mandiri, disiplin, serta memiliki keterampilan hidup, di samping memperoleh pendidikan akademik.
Kurikulum Khusus dan Pendekatan Fleksibel
Sekolah Rakyat menggunakan kurikulum khusus dengan pendekatan Multi Entry–Multi Exit (MEME) dan pendekatan individual. Sistem ini memungkinkan siswa memulai dan menyelesaikan pendidikan berdasarkan capaian masing-masing, tidak semata mengikuti kalender akademik yang seragam.
Setiap siswa juga menjalani DNA talent mapping untuk memetakan bakat dan potensi secara mendalam. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar pengembangan karakter, keterampilan, dan kecerdasan siswa selama proses pendidikan.
Tahapan Seleksi Sekolah Rakyat
Seleksi Sekolah Rakyat dilakukan secara bertahap untuk memastikan kesiapan dan kelayakan calon siswa.Tahap awal adalah verifikasi ekonomi, yakni pemeriksaan kondisi keluarga berdasarkan data DTSEN. Selanjutnya, peserta mengikuti tes akademik untuk mengukur kemampuan dasar.
Tahap berikutnya mencakup seleksi tambahan berupa psikotes, pemeriksaan kesehatan dan status gizi, serta tes IQ. Seluruh tahapan ini bertujuan memetakan potensi siswa sekaligus menentukan pendekatan pembelajaran yang paling sesuai. (Angela Keraf)