Victorinox, brand asal Swiss yang didirikan pada 1884 oleh Karl Elsener, terkenal dengan Swiss Army Knife dan produk berkualitas tinggi lainnya. [1,065] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Victorinox, brand ikonik asal Swiss yang dikenal secara global sebagai Maker of the Original Swiss Army Knife™, kini sudah berusia 142 tahun sejak didirikan pada 1884 silam.
Meski sudah berusia lebih dari seratus tahun, brand ini bisa bersaing di tengah banyaknya brand-brand baru bermunculan.
Didirikan pada tahun 1884 oleh Karl Elsener di Ibach, Switzerland, Victorinox telah lebih dari 140 tahun menghadirkan produk-produk yang dikenal melalui precision, functionality, dan enduring quality.
Berlandaskan nilai kekeluargaan yang kuat, Victorinox berkembang dari sebuah workshop pembuat pisau kecil menjadi simbol global dari Swiss craftsmanship dan reliability.
Dipandu oleh filosofi “design follows function,” Victorinox terus menghadirkan solusi yang thoughtfully engineered untuk membantu setiap individu agar selalu siap menghadapi berbagai situasi sehari-hari, dengan memadukan heritage dan innovation untuk modern lifestyles.
Mulai dari Original Swiss Army Knife™ hingga premium luggage dan backpacks, Victorinox terus menerapkan pendekatan Swiss-engineered yang sama dalam menciptakan produk-produk yang dirancang untuk mendukung perjalanan sehari-hari maupun travel journeys.
Victorinox memiliki berbagai hero products. Salah satu produk ikoniknya, Swiss Army Knife™ melalui seri Huntsman, menghadirkan 15 fungsi praktis dalam desain compact dan durable yang dibuat menggunakan high-quality martensitic stainless steel, menjadikannya multifunctional tool yang ideal untuk kebutuhan sehari-hari maupun aktivitas outdoor.
Di kategori travel gear, koleksi Spectra 3.0 menampilkan keahlian Victorinox dalam desain luggage modern. Dibuat dari recycled polycarbonate, koleksi ini dilengkapi dengan front-opening compartment serta self-expandable system yang mampu menambah kapasitas hingga 40%, menghadirkan kombinasi sustainability dan performance dalam satu desain yang inovatif.
Kemudian, Architecture Urban2 Collection hadir sebagai rangkaian backpack yang dirancang khusus untuk urban professionals. Koleksi ini menawarkan 360° protection, optimized storage, serta antimicrobial lining dengan teknologi SILVADUR™, menjadikannya pilihan ideal untuk mendukung mobilitas dan kebutuhan modern city life.
Histori bisnis Victorinox
Victorinox munucl saat pendirinya Karl Elsener, membuka bengkel pembuat pisaunya pada tahun 1884 di Ibach, Swiss. Saat itu dia tidak menyangka bahwa Pisau Tentara Swiss™ yang akan segera ia ciptakan akan menjadi ikon kesiapan global, tidak hanya masuk ke dalam kehidupan sehari-hari, tetapi bahkan ke luar angkasa.
Saat ini, Victorinox adalah perusahaan global dengan lima kategori produk: Pisau Tentara Swiss™ & Peralatan, Pisau Rumah Tangga dan Profesional, Jam Tangan, dan Perlengkapan Perjalanan.
Berikut adalah tonggak penting dalam sejarah perusahaan
1884: Karl Elsener I membuka bengkel pembuat pisau di Ibach-Schwyz. Ibunya, Victoria, aktif mendukung usahanya.
1891: Karl Elsener I mendirikan Asosiasi Pembuat Pisau Utama Swiss dan mengirimkan pasokan pisau tentara utama pertama ke Angkatan Darat Swiss. Asosiasi ini masih ada hingga saat ini.
1897: "Pisau Perwira dan Olahraga Swiss Asli" dipatenkan. Pisau ini dikenal di seluruh dunia saat ini sebagai "Pisau Tentara Swiss™" asli.
1909 : Untuk mengenang ibunya, Karl Elsener I memilih nama depan ibunya, Victoria, sebagai nama merek, dan mendaftarkan lambang Salib & Perisai sebagai merek dagang. Saat ini, merek dagang tersebut terdaftar di lebih dari 120 negara.
1918: Carl Elsener II mengambil alih manajemen bengkel.
1921: Penemuan baja tahan karat (Inox) merupakan perkembangan yang sangat signifikan bagi industri peralatan makan. Gabungan dua kata "Inox" dan "Victoria" menghasilkan nama perusahaan dan merek saat ini – Victorinox.
1950: Carl Elsener III mengambil alih manajemen perusahaan.
1993: Victorinox membuka anak perusahaan penjualan pertamanya di Jepang.
1999: Masuk pasar untuk "Perlengkapan Perjalanan" dengan Grup TRG Amerika sebagai pemegang lisensi.
2000: Pendirian Victorinox Foundation yang memegang 90% saham Victorinox AG. Sisa 10% dimiliki oleh yayasan nirlaba Carl dan Elise Elsener-Gut.
2001: Peluncuran lini pakaian di AS dan pembukaan toko Victorinox pertama di Soho, New York.
2005: Akuisisi produsen pisau dan jam tangan Swiss yang sudah lama berdiri, Wenger SA di Delémont. Victorinox masih mengoperasikan merek Wenger, yang terutama berfokus pada jam tangan dan perlengkapan perjalanan.
2007: Carl Elsener IV mengambil alih manajemen perusahaan dan memperluas Victorinox sebagai merek multi-produk global. Pendirian Victorinox Swiss Army Fragrance AG.
2008: Pembukaan toko utama Victorinox pertama di Eropa di London.
2013: Integrasi bisnis pisau Wenger ke dalam merek Victorinox.
2014: Akuisisi bisnis perlengkapan perjalanan dari pemegang lisensi sebelumnya dan pembentukan unit bisnis baru Victorinox Travel Gear AG. Pembukaan toko unggulan di jantung kota Zurich.
2017: Produksi "Pisau Tentara Swiss Asli™" ke-500 juta. Penghentian produksi Pakaian untuk fokus pada kategori produk inti.
2020: Pembukaan pusat distribusi Eropa baru di Seewen, Swiss. Akuisisi Zena Swiss AG, produsen pengupas ekonomis tradisional Swiss. Pembukaan Toko waralaba Victorinox Eropa pertama di Wina.
Bisnis Victorinox di Indonesia
Victorinox resmi berekspansi ke pasar ritel Indonesia melalui pembukaan pengalaman ritel imersif pertamanya di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat pada November 2025.
Ekspansi ini dilanjutkan dengan pembukaan pop-up store serta Experience Hub di Kota Kasablanka, Jakarta pada Mei 2026 menandai milestone terbarunya di Indonesia.
Bersama LUXASIA Indonesia, pembukaan terbaru ini mencerminkan komitmen Victorinox untuk terus memperkuat kehadirannya di pasar Indonesia melalui konsep retail yang lebih immersive dan experience-led, menghadirkan pengalaman yang melampaui aktivitas berbelanja konvensional.
Victorinox Experience Hub di Kota Kasablanka dibuat sebagai sebuah immersive experience hub yang dirancang lebih dari sekadar retail destination. Ruang ini mengajak pengunjung untuk mengenal Victorinox lebih dekat melalui storytelling, interaction, dan hands-on discovery experience.
Perjalanan dimulai dari area Victorinox Brand Wall, di mana pengunjung dapat menelusuri asal-usul brand, berbagai milestone penting, hingga cerita di balik nama Victorinox yang berasal dari nama ibu pendirinya, Karl Elsener, yaitu Victoria, yang dipadukan dengan kata “Inox” sebagai simbol stainless steel.
Pengalaman ini kemudian berlanjut melalui curated showcase yang menampilkan berbagai kolaborasi terdahulu serta koleksi limited-edition Swiss Army Knife™, hingga travel gear lifestyle wall yang menghadirkan koleksi travel dan everyday carry Victorinox dalam konteks yang lebih aspirational dan lifestyle-driven.
Pengunjung juga dapat menikmati interactive product demonstration untuk merasakan secara langsung craftsmanship, material quality, dan functionality dari setiap produk Victorinox. Melengkapi pengalaman tersebut, guests turut diajak meninggalkan personal mark mereka pada instalasi bertema Jakarta-inspired landscape, The Jakarta Skyline, menciptakan pengalaman brand interaction yang lebih personal dan memorable.
Melalui Experience Hub ini, Victorinox merefleksikan gaya hidup urban yang terus bergerak cepat, sekaligus memposisikan produk- produknya sebagai solusi yang practical namun tetap refined untuk berbagai kebutuhan daily urban living dan travel.
“Lifestyle market di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif, didorong oleh generasi konsumen baru yang semakin menghargai functionality dan design dalam produk yang mereka pilih. Mereka tidak hanya mencari produk yang memiliki purpose, tetapi juga produk yang dapat merepresentasikan identitas serta mendukung gaya hidup sehari-hari mereka. Victorinox hadir secara natural di ruang ini dengan menghadirkan solusi yang memadukan heritage, quality, dan relevance untuk modern living,” ujar Lia Amelia, Country Manager, LUXASIA Indonesia.
Victorinox, merk Swiss berusia 140 tahun, hadir di Indonesia dengan pop-up di Plaza Indonesia, menampilkan koleksi travel dan Swiss Army Knife ikonis. [560] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Victorinox, merk ikonis asal Swiss yang dikenal secara global sebagai pencipta Original Swiss Army Knife, hadir di Indonesia dan membuka pop-up yang imersif di Plaza Indonesia.
Bekerja sama dengan LUXASIA Indonesia, pop-up eksklusif ini memperkenalkan koleksi perlengkapan travel terbaru dari Victorinox.
Evolusi berkelanjutan merk ini bermula dari bengkel pembuat pisau di Swiss pada tahun 1884 menjadi merk global multi-produk yang mencakup pisau saku, alat dapur, jam tangan, hingga perlengkapan perjalanan (travel). Seluruh lini produk ini terikat oleh filosofi yang sama: keahlian tehnik, performa tanpa kompromi, dan desain abadi.
Selama lebih dari 140 tahun, Victorinox telah menjadi standar dunia dalam hal multi-fungsi, presisi, dan daya tahan desain. Original Swiss Army Knife™, yang pertama kali didaftarkan pada tahun 1897, bukan hanya sebuah alat namun juga merupakan tolok ukur desain fungsional dan lambang utama dari kecerdasan khas Swiss.
Setiap unit diproduksi langsung di Swiss melalui proses keahlian tehnik yang teliti: mulai dari penekanan baja tekanan tinggi, pemanasan bersuhu mencapai 1060°C, hingga pencetakan plastik dan perakitan secara manual di fasilitas internal.
Kualitas Victorinox telah diakui oleh institusi bergengsi seperti Museum of Modern Art di New York dan Design Museum di London, yang menjadikan Swiss Army Knife™ sebagai simbol dari standar keahlian tehnik (engineering) dan desain yang bersifat abadi.
Sejarah Victorinox
Sejarah Victorinox berawal dari tahun 1884, ketika Karl Elsener membuka bengkel pembuatan pisau di sebuah desa di kawasan pusat Swiss. Elsener mengirimkan pisau prajurit pertamanya kepada tantara Swiss (Swiss Army) pada tahun 1891.
Enam tahun kemudian, ia menciptakan Swiss Officer’s and Sports Knife - yang kini dikenal sebagai the original Swiss Army Knife™ - menjadi dasar bagi perusahaan global yang berkembang pesat.
Victorinox kini merupakan bisnis keluarga generasi ke-4 yang beroperasi di lebih dari 120 negara. Selain pisau saku ikonisnya, Victorinox juga memproduksi pisau premium untuk kebutuhan rumah tangga dan profesional, jam tangan, dan perlengkapan perjalanan.
Produk-produk Victorinox mencerminkan merk tersebut dan memastikan konsumen siap hadapi tantangan sehari-hari dengan menawarkan solusi cerdas dan ahli. Semangat kewirausahaan sang pendiri dan komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang kuat dan berbasis nilai terus hidup hingga saat ini.
Ketika dang pendiri, Karl Elsener, membuka bengkel pisaunya pada tahun 1884 di Ibach, Swiss, ia tidak menyangka bahwa Pisau Swiss Army™ ciptaannya akan segera menjadi ikon kesiapsiagaan global, tidak hanya merambah kehidupan sehari-hari, tetapi bahkan ke luar angkasa.
Sesuai dengan warisan sebagai Produsen Pisau Swiss Army™ Asli, perusahaan telah menciptakan produk-produk yang dirancang dengan cermat, presisi, dan penuh perhatian selama lebih dari 140 tahun.
Saat ini, Victorinox adalah perusahaan global dengan lima kategori produk: Pisau Swiss Army™ & Peralatan, Pisau Rumah Tangga dan Profesional, Jam Tangan, Perlengkapan Perjalanan, dan Wewangian. Berikut adalah tonggak penting dalam sejarah perusahaan kami.
Di pop-up yang terletak di Jakarta, pengunjung akan menemukan koleksi Spectra 3.0, lini koper performa prima yang dibuat dari material polycarbonate daur ulang generasi terbaru, eilengkapi dengan kompartemen depan yang mudah diakses, pelindung perangkat elektronik, ruang penyimpanan yang dapat diperluas, serta fitur-fitur cerdas lainnya.
Ada juga koleksi Swiss Army Knife™ & Tools yang ikonik - alat serbaguna yang telah menjadi andalan tak tergantikan selama lebih dari 140 tahun.
"Pop-up ini dirancang bukan hanya sebagai toko, tetapi sebagai undangan untuk merasakan keyakinan inti Victorinox: Being Prepared Makes Life Better, dengan membekali konsumen dengan solusi andal yang dirancang secara tepat untuk semua fungsionalitas tanpa kompromi,” jelas Hendra Purjaka, General Manager - Lifestyle, LUXASIA.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56