Bisnis.com, BANDUNG - Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, bertransformasi menjadi barometer nasional dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini menyusul langkah proaktif pemerintah daerah Sumedang dalam mengintegrasikan kebijakan pemenuhan gizi pelajar dengan ekosistem digital yang transparan dan akuntabel.
Keberhasilan tersebut menarik perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang yang melakukan kunjungan kerja dalam rangka studi banding ke Command Center Sumedang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Tuti Ruswati menerima langsung rombongan tersebut untuk memaparkan strategi pengelolaan MBG yang dinilai inovatif.
Tuti menjelaskan kunci utama keberhasilan Sumedang terletak pada penggunaan platform digital mbg.sumedangkab.go.id.
Aplikasi berbasis web ini memungkinkan pemerintah memantau seluruh aktivitas program secara real time, mulai dari pengunggahan komposisi menu hingga pelaporan harian dari sekolah maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Melalui platform ini, pemerintah daerah dapat memastikan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program. Saat ini terdapat 144 SPPG di Kabupaten Sumedang, dengan tantangan utama pada konsistensi pelaporan harian dari masing-masing SPPG dan sekolah," ujar Tuti.
Selain aspek teknologi, Sumedang juga memperkuat pengawasan lapangan melalui Satuan Tugas (Satgas) MBG. Satgas ini memiliki fungsi vital dalam melakukan pengendalian kualitas serta memastikan operasional di dapur SPPG berjalan sesuai dengan standar kesehatan yang ketat.
"Kami secara rutin melaksanakan monitoring dan evaluasi ke setiap dapur SPPG bersama Satgas MBG. Hal ini penting untuk memastikan operasional berjalan sesuai standar, baik dari sisi keamanan pangan, kebersihan, kandungan gizi, hingga kualitas bahan baku serta proses distribusi makanan kepada para siswa," jelasnya.
Lebih lanjut, Tuti menekankan bahwa sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, instansi pendidikan, dan SPPG menjadi pilar utama dalam menjaga keberlanjutan program.
Dengan manajemen yang terukur, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi peserta didik di Sumedang, tetapi juga menjadi cetak biru (blueprint) bagi daerah lain di Indonesia.
Kunjungan kerja dari Pemerintah Kabupaten Tangerang ini diharapkan dapat memperluas kolaborasi antardaerah dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Fokus utamanya adalah menciptakan program pemenuhan gizi yang terintegrasi, transparan, dan mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi penyedia jasa boga di daerah.