Harga iPhone dan Samsung Galaxy naik Juni 2026 akibat pelemahan rupiah dan kelangkaan cip. Kenaikan signifikan pada model premium seperti iPhone 17 dan Galaxy S26. [1,576] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Harga SmartphoneSamsung dan Apple mengalami kenaikan pada Juni 2026 dibandingkan dengan Mei 2026. Peningkatan harga terjadi signifikan untuk kelas premium seperti lini iPhone 17 dan Galaxy S26. Pengamat telah memprediksi kenaikan ini yang salah satu faktornya diduga imbas pelemahan rupiah di tengah kelangkaan cip.
Berdasarkan data tradingview, rupiah ditutup melemah sebesar 0,53% ke level Rp17.879 pada 29 Mei 2026. Adapun jika dibandingkan dengan 1 Mei 2026 yang saat itu masih berada pada level 17.228, rupiah konsisten mengalami kenaikan.
Pengamat telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute Heru Sutadi mengatakan, industri smartphone global saat ini tengah tertekan akibat perebutan pasokan chip dengan sektor pusat data dan infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurutnya, lonjakan pembangunan data center membuat produsen semikonduktor lebih memprioritaskan pasokan untuk server AI dibanding perangkat konsumen seperti smartphone, laptop, maupun komputer pribadi.
"Pasokan chip di dunia sedang bermasalah karena berebutan dengan data center, sehingga ini kan mempengaruhi bisnis smartphone dan ada potensi, bahkan sudah terjadi kenaikan harga karena kelangkaan chip," tutur Heru kepada Bisnis, dikutip Senin (1/6/2026).
Dia menjelaskan, kenaikan biaya komponen global diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang kini bergerak di atas Rp17.000 per dolar AS. Padahal, sebagian besar bahan baku dan komponen smartphone masih menggunakan denominasi dolar AS.
“Kalau dulu rata-rata ponsel dihitung dengan kurs Rp15.000 per dolar AS, sekarang sudah Rp17.000 lebih. Banyak komponen dalam dollar AS sehingga mau tidak mau akan ada penyesuaian harga,” katanya.
Heru menilai, kombinasi tekanan biaya produksi dan depresiasi rupiah membuat kenaikan harga smartphone di Indonesia sulit dihindari pada kuartal II/2026. Di sisi lain, masyarakat juga cenderung menahan pembelian perangkat baru di tengah ketidakpastian ekonomi.
Dia menyebut, konsumen kini lebih selektif dan memilih bersikap wait and see sebelum mengganti perangkat lama.
"Kalau memang mereka [konsumen] membutuhkan ponsel baru, dia akan beli. kalau misalnya panel nya masih berfungsi dengan baik mereka akan melihat perkembangan ke depan," jelas Heru.
Jajaran iPhone 17
iPhone dan Samsung Galaxy Naik Harga 1 Juni 2026
Ramalan tersebut benar terjadi. Pada 1 Juni 2026 sejumlah produsen smartphone menaikkan harga perangkat mereka untuk sejumlah produk kelas atas. Adapun untuk produk segmen mid dan entry level, harga relatif terjangkau.
Merujuk data iBox, Senin (1/6/2026), kenaikan harga yang cukup signifikan melanda lini reguler jadul hingga generasi terbaru. Pada seri iPhone 15, varian 128GB kini dibanderol Rp12.999.000 naik dari bulan sebelumnya Rp11.999.000, diikuti varian 256GB yang naik menjadi Rp15.249.000, dan varian 512GB menyentuh Rp18.499.000.
Tren serupa terjadi pada iPhone 16 reguler yang mengalami lonjakan merata sebesar Rp500.000 hingga Rp1.000.000 pada seluruh kapasitas penyimpanan, serta iPhone 17 varian 256GB yang ikut merangkak naik menjadi Rp17.999.000.
Kontras dengan model reguler, konsumen yang mengincar layar lebih besar dapat memanfaatkan koreksi harga pada lini iPhone 16 Plus. Varian terendah iPhone 16 Plus 128GB kini turun menjadi Rp16.499.000 dari bulan lalu yang mencapai Rp16.999.000. Penurunan paling tajam terjadi pada kapasitas 512GB yang merosot hingga Rp2,5 juta, menetap di angka Rp20.499.000 dari harga sebelumnya Rp22.999.000.
Sementara itu jika ditarik kebelakang, iPhone konsisten naik selama periode Januari-Mei 2026.
Lonjakan harga paling signifikan terlihat pada generasi yang lebih tua, sementara lini terbaru mengalami kenaikan harga yang moderat namun konsisten di seluruh varian kapasitas penyimpanan.
Sebagai contoh, varian standar generasi teranyar, iPhone 17 berkapasitas 256 GB, dibanderol Rp17.999.000 pada Mei 2026. Angka ini mencatatkan pertumbuhan harga positif alias naik sebesar 4,34% dari banderol akhir Januari 2026 yang berada di level Rp17.249.000. Tren serupa diikuti oleh iPhone 17 varian 512 GB yang naik 3,40% menjadi Rp22.749.000 dari harga sebelumnya Rp21.999.000.
Kenaikan harga yang cukup tajam justru melanda lini iPhone 15. Untuk varian iPhone 15 128 GB, harganya melonjak dari Rp11.249.000 pada awal tahun menjadi Rp12.999.000 pada akhir Mei ini. Penyesuaian tersebut mencerminkan pertumbuhan harga yang melesat hingga 15,55%, menjadi persentase kenaikan tertinggi di antara seluruh model yang ada.
Tidak ketinggalan, portofolio iPhone 16 ikut merangkak naik dalam 4 bulan terakhir. Varian dasar iPhone 16 128 GB saat ini dipasarkan seharga Rp15.499.000, tumbuh sebesar 10,71% dari posisi Januari 2026 yang senilai Rp13.999.000. Untuk kasta tertinggi, iPhone 17 Pro Max dengan kapasitas penyimpanan 2 TB, per Mei 2026 dipatok seharga Rp45.249.000, atau mengalami kenaikan 2,84% dari harga awal tahun sebesar Rp43.999.000.
Di sisi lain, iBox memberikan pemotongan harga untuk model yang lebih lawas seiring dengan berjalannya siklus produk. Efek ini paling terasa pada iPhone 14 kapasitas 128 GB yang kini dilepas ke pasar dengan harga Rp8.749.000. Angka tersebut menyusut atau minus 10,25% jika disandingkan dengan harga Januari 2026 yang bertengger di angka Rp9.749.000. Penurunan harga juga dialami oleh lini iPhone 15 Plus 128 GB yang terkoreksi sebesar 7,40% menjadi Rp12.499.000 dari semula Rp13.499.000.
Salah satu lini produk smartphone Samsung
Sementara itu Samsung mengerek varian tertinggi Galaxy S26 Ultra dengan kapasitas penyimpanan 12/512GB menembus angka Rp27.499.000 pada Mei 2026, mengalami kenaikan tajam dari harga April yang berada di posisi Rp22.999.000. Langkah penyesuaian serupa juga diikuti oleh varian reguler Galaxy S26 12/512GB yang merangkak naik ke level Rp19.499.000 dari harga sebelumnya Rp14.999.000.
Tren kenaikan ini tidak hanya mengunci seri paling gres, melainkan turut mengerek harga generasi pendahulunya, Galaxy S25 Series. Model Galaxy S25 Ultra 12/512GB kini dipatok Rp25.999.000 atau naik tipis Rp1.000.000 dari bulan April. Untuk varian Galaxy S25 reguler 12/256GB warna Navy, harga pasar saat ini bertengger di angka Rp14.999.000, naik dari posisi April senilai Rp13.329.900. Adapun untuk model Fan Edition, varian Galaxy S25 FE kapasitas 512GB dan 256GB terpantau stabil masing-masing pada level Rp15.499.000 dan Rp12.499.000.
Daftar Harga iPhone dan Samsung Galaxy yang mengalami kenaikkan
Update Harga iPhone dan Samsung Galaxy
Berikut adalah daftar harga smartphone Samsung seri A, S, dan Z pada Juni 2026:
Samsung Galaxy S Series
Samsung Galaxy S26 Ultra 12/512GB — Rp27.499.000 naik dari April Rp22.999.000
Samsung Galaxy S26 12/512GB —Rp19.499.000 naik dari April Rp14.999.000
Samsung Galaxy S25 Ultra 12/512GB — Rp25.999.000 naik ari April Rp24.999.000
Samsung Galaxy S25 12/256GB - Navy —Rp14.999.000 naik dari April Rp13.329.900
Samsung Galaxy S25 FE /512GB— Rp15.499.000
Samsung Galaxy S25 FE /256GB - Navy — Rp12.499.000
Samsung Galaxy Z Series
Samsung Galaxy Z Fold7 12/256GB - Silver — Rp28.499.000
Samsung Galaxy Z Fold7 12/512GB - Silver — Rp27.999.000
Bisnis.com, JAKARTA — Minat masyarakat membeli smartphone, khususnya di segmen flagship, disinyalir meningkat pada Ramadan dan Idulfitri tahun ini.
Momentum tunjangan hari raya (THR), peluncuran produk baru, hingga promosi agresif dari vendor dinilai menjadi pendorong utama lonjakan permintaan.
Berdasarkan paparan data Mandiri Spending Index (MSI) Februari 2026, proporsi belanja handphone tercatat mencapai 13,3%. Angka tersebut melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang hanya sekitar 3,3% dan 2025 di kisaran 4,1%.
Pengamat dan Analis Pasar Smartphone Indonesia Aryo Meidianto Aji mengatakan peningkatan minat terhadap smartphone selama Ramadan sebenarnya merupakan fenomena yang berulang setiap tahun. Namun, pola musim belanja kali ini mengalami pergeseran.
Sebelumnya, lonjakan pembelian smartphone biasanya terjadi pada kuartal kedua atau April–Juni. Kini, pergeseran kalender Hijriah sekitar 10–12 hari lebih awal setiap tahun membuat Ramadan dan Lebaran kini sepenuhnya berada di kuartal pertama.
“Kuartal pertama menjadi peak season penjualan smartphone yang baru, termasuk perangkat flagship. Hal ini juga didukung dengan kehadiran beberapa perangkat flagship yang muncul pada kuartal I,” ujar Aryo kepada Bisnis, dikutip Rabu (11/3/2026).
Dia menjelaskan, tambahan likuiditas dari THR menjadi salah satu katalis utama yang mendorong konsumen membeli smartphone baru, terutama di segmen premium. Dana tersebut kerap digunakan masyarakat untuk membeli perangkat yang sebelumnya sudah diincar.
Selain faktor finansial, terdapat pula faktor psikologis yang memengaruhi keputusan pembelian. Aryo menilai smartphone flagship masih dipandang sebagai simbol pencapaian, terutama ketika masyarakat pulang kampung dan bertemu kerabat saat Lebaran.
“Smartphone bisa diibaratkan kartu nama saat pulang kampung. Memegang flagship terbaru akan memberikan kepercayaan diri saat bertemu keluarga,” katanya.
Fenomena lain yang ikut mendorong permintaan smartphone premium adalah meningkatnya aktivitas pembuatan konten selama periode Lebaran. Banyak masyarakat mendokumentasikan momen keluarga, makanan khas, hingga perjalanan mudik untuk dibagikan di media sosial.
Menurut Aryo, perangkat non-flagship sering kali dianggap belum mampu memberikan kualitas visual yang sama untuk menghasilkan konten yang lebih estetik.
Di sisi lain, konsumen smartphone flagship di Indonesia kini juga semakin selektif sebelum memutuskan pembelian. Mereka cenderung melakukan riset lebih mendalam terkait fitur yang ditawarkan.
Kemampuan kamera, daya tahan baterai, serta dukungan fitur kecerdasan buatan (AI) menjadi faktor yang paling banyak dipertimbangkan. Jika sebelumnya konsumen hanya berfokus pada jumlah megapiksel, kini mereka juga memperhatikan fitur pemrosesan gambar otomatis, seperti penghapusan objek atau bayangan pada latar belakang foto.
Aryo juga melihat munculnya tren baru berupa minat terhadap perangkat compact flagship, yakni ponsel premium dengan ukuran lebih ringkas namun tetap memiliki performa tinggi.
“Tidak semua orang ingin perangkat berukuran besar. Banyak yang mulai mencari smartphone flagship dengan ukuran lebih compact tetapi tetap bertenaga,” ujarnya.
Dari sisi promosi, program tukar tambah atau trade-in menjadi salah satu strategi yang paling efektif menarik minat konsumen. Skema ini memungkinkan pengguna menukar perangkat lama dan menambahkan dana dari THR untuk mendapatkan model terbaru.
Selain itu, bundling paket data dari operator telekomunikasi juga semakin diminati, terutama karena kebutuhan komunikasi dan hiburan digital meningkat selama periode mudik dan libur Lebaran.
Aryo menilai Ramadan hingga Lebaran merupakan momentum krusial bagi industri smartphone. Ia mengibaratkan periode tersebut sebagai “pertandingan final” bagi para vendor untuk merebut perhatian konsumen.
Vendor biasanya menyiapkan berbagai strategi mulai dari memastikan ketersediaan stok, meluncurkan produk baru, hingga menawarkan promo agresif untuk menangkap lonjakan permintaan. Persaingan pada 2026 pun diperkirakan semakin ketat, meskipun tidak lagi semata-mata mengandalkan perang harga.
Infinix meluncurkan NOTE Edge dan XPAD Edge di Indonesia pada 19 Januari 2026. NOTE Edge adalah smartphone dengan desain premium dan daya tahan tinggi. [742] url asal
Bisnis.com, JAKARTA— Infinix resmi meluncurkan EDGE Series di Indonesia pada Senin (19/1/2026). Dua perangkat yang diperkenalkan yakni Infinix NOTE Edge dan Infinix XPAD Edge.
NOTE Edge diklaim sebagai smartphone dengan desain premium dan daya tahan tinggi, sementara XPAD Edge dirancang sebagai tablet produktivitas yang menghadirkan pengalaman kerja setara PC dalam bentuk yang lebih ringkas dan fleksibel.
Head of Marketing Infinix Indonesia Sergio Ticoalu mengatakan, melalui NOTE Edge dan XPAD Edge, perusahaan menghadirkan desain curved ultra tipis berkelas yang dipadukan dengan performa andal serta pengalaman produktivitas yang relevan dengan kebutuhan konsumen di Indonesia.
“EDGE Series dihadirkan untuk mendukung berbagai aktivitas, mulai dari penggunaan harian, hiburan, hingga produktivitas,” kata Sergio dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).
Spesifikasi Infinix NOTE Edge
Infinix NOTE Edge dibekali baterai berkapasitas 6.500 mAh yang dilengkapi sistem self repairing battery. Dengan kapasitas tersebut, perangkat ini diklaim mampu digunakan hingga 26 jam navigasi Google Maps atau 22 jam pemutaran YouTube secara terus-menerus.
Dari sisi performa, NOTE Edge menjadi smartphone pertama di dunia yang menggunakan chipset MediaTek Dimensity 7100 5G. Seluruh teknologi tersebut dikemas dalam bodi ultra tipis setebal 7,2 mm.
NOTE Edge mengusung desain eksterior Pearl Light Ripple Shadow yang menghadirkan tekstur menyerupai batu permata pada pilihan warnanya. Perangkat ini tersedia dalam empat pilihan warna, yakni Lunar Titanium, Silk Green, Stellar Blue, dan Shadow Black.
Pada bagian depan, NOTE Edge dilengkapi layar 3D curved beresolusi 1.5K Ultra Clear yang menggunakan material self luminous generasi terbaru. Layar tersebut memiliki bezel simetris ultra tipis hingga 1,87 mm serta tingkat kecerahan puncak mencapai 4.500 nits.
Pengalaman visual dipadukan dengan dual stereo speaker JBL yang telah disetel secara profesional untuk menghadirkan bass yang lebih kuat serta suara mid dan high yang lebih jernih. Dukungan fitur eye care turut melengkapi pengalaman hiburan pada perangkat ini.
Untuk ketahanan, layar NOTE Edge dilindungi Corning® Gorilla® Glass 7i, sementara bodinya mengantongi sertifikasi IP65 yang membuatnya tahan terhadap debu dan percikan air.
Dari sisi konektivitas, perangkat ini mengusung 13 optimasi 5G hasil kolaborasi dengan MediaTek. Pengujian menunjukkan peningkatan hingga 30% bandwidth video di area padat atau terhalang, 5% peningkatan keberhasilan panggilan saat bergerak, serta 33% peningkatan keberhasilan panggilan di lingkungan industri dengan interferensi tinggi.
Dari sisi kamera, NOTE Edge dibekali kamera utama 50MP ultra clear dengan sensor 1/2 inci dan ukuran piksel 0,8 μm. Perangkat ini juga menghadirkan Live Photo Mode yang merekam klip dinamis berdurasi tiga detik lengkap dengan audio.
Selain itu, Infinix mengintegrasikan solusi AI secara menyeluruh di tingkat sistem, termasuk pengeditan foto berbasis cloud satu sentuhan di galeri, Folax AI, serta FlashMemo untuk pengelolaan informasi.
Spesifikasi Infinix XPAD Edge
Infinix XPAD Edge hadir dengan layar 13,2 inci beresolusi 2.4K Eye Protection Display yang dirancang untuk menunjang aktivitas multitasking, presentasi, dan kebutuhan kreatif.
Tablet ini memiliki bobot 588 gram dengan desain ultra slim. Material metal unibody memberikan kesan premium sekaligus menunjang mobilitas tinggi, baik untuk penggunaan kerja, kampus, maupun perjalanan.
XPAD Edge mendukung fitur PC-Level Productivity melalui multitasking seperti split screen, parallel windows, serta drag and drop antar aplikasi.
Setiap pembelian XPAD Edge sudah termasuk X Keyboard 20 dalam paket penjualan. Pengguna juga dapat melengkapi perangkat ini dengan X Pencil 20 yang dijual terpisah untuk kebutuhan menulis dan menggambar.
Untuk mendukung produktivitas sejak awal, XPAD Edge dilengkapi aplikasi pre-installed seperti WPS Office dan CapCut. Infinix AI turut disematkan untuk membantu efisiensi kerja dan eksplorasi kreatif.
Dari sisi konektivitas, XPAD Edge mendukung jaringan 4G dan WiFi. Perangkat ini juga dibekali sistem empat speaker immersive sound untuk menunjang hiburan maupun presentasi.
Harga dan Ketersediaan
Infinix NOTE Edge dan XPAD Edge mulai tersedia di Indonesia pada 20 Januari 2026 melalui kanal penjualan resmi Infinix, baik online maupun offline.
Infinix NOTE Edge hadir dalam dua varian memori, yakni 8GB+128GB dan 8GB+256GB. Varian 8GB+128GB tersedia secara eksklusif di jaringan ritel Erafone dengan harga Rp3.299.000. Selama periode promosi, konsumen berkesempatan memperoleh bonus Infinix TWS XE33, program cicilan 0% hingga 24 bulan, layanan Bebas Tukar Erafone selama 30 hari, serta akses Vidio Lite gratis selama tiga bulan sesuai ketentuan.
Sementara itu, varian 8GB+256GB tersedia di seluruh kanal resmi Infinix dengan harga spesial Rp3.399.000 dari harga normal Rp3.499.000 selama periode flash sale di platform online resmi Infinix.
Infinix XPAD Edge dibanderol dengan harga promosi Rp4.499.000 dari harga normal Rp4.599.000 selama periode penjualan online. Setiap pembelian sudah termasuk XPAD Edge Keyboard, sementara X Pencil 20 dijual terpisah dengan harga Rp299.000.
Pasar smartphone Indonesia 2025 diramaikan oleh perangkat premium dari berbagai merek global, dengan AI sebagai fitur utama. Berikut kaleidoskop gadget 2025. [856] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Sepanjang 2025, pasar smartphone Indonesia diramaikan oleh gelombang perangkat premium dari berbagai produsen global. Persaingan kian ketat seiring vendor tidak lagi hanya mengandalkan spesifikasi teknis, melainkan juga diferensiasi pengalaman pengguna, desain, serta penguatan ekosistem perangkat.
Di sisi lain, kecerdasan buatan (AI) muncul sebagai benang merah yang menyatukan strategi para vendor sepanjang tahun. Ketika adopsi jaringan 5G masih belum merata dan belum sepenuhnya menjadi kebutuhan utama konsumen, AI justru tampil sebagai fitur yang paling agresif dikembangkan dan dipromosikan untuk memberikan nilai tambah yang lebih nyata.
Dalam kaleidoskop gadget 2025, terdapat empat catatan utama yang mewarnai perjalanan pasar smartphone nasional yang dirangkum Bisnis.
Deretan Flagship Premium Meramaikan Pasar
Tahun 2025 menjadi panggung utama bagi vendor global untuk memamerkan teknologi terbaiknya di segmen flagship. Samsung membuka awal tahun dengan merilis Galaxy S25 Series pada Januari 2025.
Seri ini hadir dengan Snapdragon 8 Elite for Galaxy yang dikustomisasi, memungkinkan pemrosesan AI lebih banyak dilakukan langsung di perangkat. Samsung menekankan penguatan Galaxy AI, performa gaming berbasis ray tracing, serta peningkatan signifikan di sektor kamera, termasuk sensor ultrawide 50 MP. Di Indonesia, Galaxy S25 Series dipasarkan mulai di kisaran Rp15 juta.
Xiaomi menyusul pada Maret 2025 dengan menghadirkan Xiaomi 15 Series. Produsen asal China tersebut membawa pendekatan desain yang lebih solid dengan bingkai aluminium melengkung mikro dan layar berbezel sangat tipis.
Kolaborasi dengan Leica tetap menjadi fondasi utama, dengan sistem kamera tiga lensa 50 MP yang dirancang untuk fleksibilitas fotografi dan videografi profesional. Xiaomi juga menekankan optimalisasi performa melalui Snapdragon 8 Elite, baterai berkapasitas besar dengan pengisian cepat, serta fitur AI fotografi yang dirancang untuk menangkap momen cahaya alami secara lebih presisi. Xiaomi 15 dipasarkan mulai kisaran Rp11,9 juta, sedangkan Xiaomi 15 Ultra yang mengusung sensor kamera 1 inci dan kemampuan zoom ekstrem menembus harga hampir Rp20 juta.
Realme turut meramaikan segmen flagship dengan meluncurkan realme GT 7 Series sebagai “flagship killer” pada pertengahan 2025. Mengandalkan chipset MediaTek kelas atas, sistem pendingin berbasis graphene, baterai jumbo 7.000 mAh, serta pengisian super cepat, realme menargetkan pengguna yang menginginkan performa tinggi tanpa harga flagship konvensional. Kehadiran realme GT 7 Dream Edition hasil kolaborasi dengan Aston Martin Formula One™ Team juga menjadi penegasan strategi realme dalam membangun citra premium melalui edisi terbatas.
Apple memperkenalkan iPhone 17 Series secara global pada September 2025 dan membuka pre-order di Indonesia pada Oktober. Empat model iPhone 17, 17 Air, 17 Pro, dan 17 Pro Max mengusung chip A19 dan A19 Pro, peningkatan kamera berbasis komputasi AI, serta optimalisasi pemrosesan langsung di perangkat. Seri Pro tetap menjadi andalan Apple di segmen premium dengan dukungan perekaman video resolusi tinggi dan konektivitas USB-C berkecepatan lebih tinggi.
Huawei juga memperkuat eksistensinya lewat peluncuran Pura 80 Series pada September 2025. Fokus utama diarahkan pada inovasi kamera, termasuk sensor 1 inci, teknologi Ultra Chroma, serta sistem lensa telefoto ganda yang dapat berpindah focal length. Huawei memosisikan Pura 80 Pro dan Ultra sebagai perangkat imaging-centric yang menyasar pengguna profesional dan kreator.
Merek Lama Kembali Bangkit
Selain deretan flagship baru, 2025 juga ditandai dengan kembalinya sejumlah merek yang sempat absen dari pasar Indonesia. Motorola resmi kembali setelah hengkang sejak 2017, membawa lini Moto G dan Moto Edge dengan strategi Android murni dan harga kompetitif di segmen menengah.
Nubia, sub-merek ZTE, kembali menguatkan eksistensi di ceruk gaming smartphone dengan desain agresif dan sistem pendingin canggih. Sementara itu, Honor menandai comeback besar pada awal 2025 dengan membawa beragam perangkat, mulai dari ponsel lipat Honor Magic V3, seri Honor X dan Honor 200, hingga tablet, laptop, dan wearable.
Pada paruh kedua tahun, Honor kembali memperluas portofolionya melalui peluncuran lini tablet Honor Pad yang menyasar segmen entry-level hingga premium. Strategi ini memperlihatkan upaya Honor membangun ekosistem perangkat yang lebih luas, dengan AI sebagai benang merah di seluruh lini produknya.
Adopsi Smartphone 5G Masih Lambat
Di tengah agresivitas peluncuran perangkat, adopsi smartphone 5G di Indonesia masih menunjukkan stagnasi. Data Counterpoint Research mencatat, pada kuartal III/2025, perangkat 5G hanya menyumbang sekitar 35% dari total pengapalan tidak berubah dibanding kuartal sebelumnya. Pertumbuhan tahunan pun terbatas, hanya naik tipis sekitar 4%.
Meski pasar smartphone nasional secara keseluruhan tumbuh dua digit, pertumbuhan justru ditopang oleh segmen entry-level. Pengapalan ponsel di bawah US$150 melonjak signifikan dan mendominasi lebih dari separuh pasar. Sebaliknya, segmen menengah hingga premium mengalami koreksi.
Senior Consultant dan Analis Pasar Smartphone SEQARA Communications, Aryo Meidianto Aji, menilai stagnasi 5G bukan disebabkan oleh keterbatasan perangkat, melainkan kualitas dan pemerataan jaringan. Menurutnya, cakupan 5G yang belum konsisten membuat fitur tersebut belum memberikan nilai tambah nyata bagi konsumen. Dalam keseharian, aplikasi populer masih berjalan lancar di jaringan 4G, sehingga konsumen lebih memprioritaskan harga, daya tahan baterai, dan durabilitas perangkat.
Pandangan tersebut sejalan dengan temuan GfK yang menunjukkan konsumen semakin rasional dan berorientasi pada manfaat nyata dibanding spesifikasi futuristik.
Fitur AI Jadi Senjata Utama
Jika 5G belum menjadi magnet utama, kecerdasan buatan justru menjelma sebagai senjata paling agresif sepanjang 2025. Hampir seluruh vendor menjadikan AI sebagai diferensiasi utama, bukan sekadar pelengkap.
Samsung memperluas Galaxy AI untuk fotografi, penerjemahan real-time, hingga produktivitas. Apple meningkatkan pemrosesan AI on-device untuk personalisasi sistem dan pengolahan gambar. Xiaomi, Honor, dan Huawei memanfaatkan AI untuk mengoptimalkan kamera, efisiensi baterai, hingga performa keseluruhan perangkat.
Pendapatan Xiaomi kuartal II-2025 naik 30,5% YoY jadi Rp261 triliun, dengan laba bersih yang disesuaikan melonjak 75,4%. Smartphone, EV, dan IoT jadi mesin utama pertumbuhan. [397] url asal
Jakarta: Xiaomi Corporation kembali menunjukkan performa bisnis yang mengesankan pada kuartal II-2025. Perusahaan teknologi asal Tiongkok ini membukukan pendapatan Rp261 triliun (RMB116 miliar), naik 30,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Catatan ini sekaligus menandai tiga kuartal berturut-turut Xiaomi berhasil menjaga pendapatan di atas Rp225 triliun (RMB100 miliar).
Tidak hanya itu, laba bersih yang disesuaikan juga melonjak 75,4 persen YoY, menembus Rp24,3 triliun (RMB10,8 miliar). Angka tersebut menjadi rekor dua kuartal berturut-turut Xiaomi berhasil mencetak laba bersih di atas Rp23 triliun.
Ekosistem “Human x Car x Home” jadi mesin pertumbuhan
Kinerja positif Xiaomi didorong oleh strategi ekosistem pintar “Human x Car x Home” yang menggabungkan tiga pilar utama yaitu smartphone, kendaraan listrik pintar (smart EV), serta perangkat rumah pintar berskala besar.
Lini bisnis smartphone membukukan pendapatan Rp102,4 triliun (RMB45,5 miliar), dengan pengiriman naik delapan kuartal beruntun. Xiaomi juga mempertahankan posisi tiga besar global selama 20 kuartal berturut-turut.
Sementara itu, bisnis IoT & Lifestyle mencatat rekor Rp87,1 triliun (RMB38,7 miliar), tumbuh 44,7 persen YoY, didorong oleh penjualan perangkat rumah pintar yang melesat 66,2 persen.
Sedangkan untuk bisnis smart EV dan AI meraih Rp47,9 triliun (RMB21,3 miliar), naik drastis 234 persen YoY. Pendapatan dari EV saja untuk pertama kalinya menembus Rp45 triliun (RMB20 miliar).
Strategi premiumisasi Xiaomi semakin nyata. Di segmen smartphone premium dengan harga di atas Rp7 juta, pangsa pasar meningkat menjadi 27,6 persen. Bahkan di kelas Rp11 juta ke atas, Xiaomi kini menguasai 15,4 persen pangsa pasar Tiongkok.
Pada Juni lalu, Xiaomi meluncurkan SUV listrik perdananya, Xiaomi YU7 Series. Disebut sebagai “SUV mewah berperforma tinggi,” produk ini langsung disambut luar biasa dengan 240 ribu pesanan dalam 18 jam pertama.
R&D capai rekor
Investasi besar juga digelontorkan di sektor riset & pengembangan. Pada kuartal kedua 2025, biaya R&D Xiaomi mencapai Rp17,7 triliun (RMB7,8 miliar), naik 41,2 persen YoY. Jumlah karyawan R&D kini mencapai 22.641 orang.
Terobosan besar pun lahir lewat chip 3nm Xiaomi XRING O1, menjadikan Xiaomi sebagai perusahaan pertama di Tiongkok yang berhasil mengembangkan chip flagship 3nm secara independen. Chip ini sudah digunakan di seri Xiaomi 15S Pro dan Xiaomi Pad 7 Ultra, yang mendapat sambutan positif dari pasar.
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(ANN)
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56