Bisnis.com, JAKARTA — Temuan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menunjukkan bahwa KA Argo Bromo Anggrek masih menerima sinyal hijau untuk melaju sesaat sebelum insiden tabrakan dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.
Berdasarkan kronologi sementara KNKT, KA Argo Bromo Anggrek melintasi jalur 3 Stasiun Bekasi sekitar pukul 20.50 WIB. Pada saat itu, sistem persinyalan disebut masih memberikan izin perjalanan kepada kereta.
"KA Bromo Anggrek berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar J12 beraspek hijau,” ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam raker bersama Komisi V DPR RI, Kamis (21/5/2026).
KNKT mencatat benturan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL 5568A terjadi sekitar pukul 20.52 WIB. Sebelum tabrakan terjadi, rangkaian KRL diketahui tertahan di lintasan karena insiden sebuah taksi yang tertemper kereta di perlintasan sebidang dekat Bekasi Timur.
Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mempertanyakan kondisi persinyalan yang tetap menunjukkan aspek hijau meskipun terdapat rangkaian kereta berhenti di jalur.
“Sinyalnya hijau?” kata Lasarus dalam rapat tersebut.
Menanggapi hal itu, Soerjanto menegaskan masinis KA Argo Bromo Anggrek memang menerima sinyal jalan sehingga perjalanan kereta tetap dilanjutkan sesuai prosedur operasional.
Meski demikian, KNKT menegaskan proses investigasi masih berlangsung dan belum menyimpulkan penyebab utama kecelakaan. Investigasi lanjutan dilakukan untuk mendalami sistem persinyalan, prosedur operasional, hingga komunikasi antarpetugas saat insiden berlangsung.