Bisnis.com, JAKARTA - Ramadan menjadi momentum penting bagi industri modest fashion karena kebutuhan busana bergeser ke arah yang lebih fungsional, personal, dan relevan dengan aktivitas harian.
Perempuan kini cenderung memilih pakaian yang bisa dikenakan sejak awal bulan puasa mulai dari buka puasa bersama, tarawih, hingga silaturahmi keluarga dengan tetap menjaga tampilan yang rapi untuk Hari Raya.
Kecenderungan tersebut dibaca oleh Benang Jarum melalui rangkaian koleksi Raya 2026 yang menitikberatkan pada kenyamanan, fleksibilitas, dan kemudahan dipadupadankan untuk keluarga modern.
Siluet dibuat lebih ringan dengan material breathable agar nyaman digunakan sepanjang Ramadan, sementara detail tetap menjadi ciri khas jenama.
Creative Director Miftahul Jannah mengatakan, koleksi tahun ini dirancang agar busana Raya tetap relevan digunakan sejak awal Ramadan.
“Kami ingin busana Raya bisa dipakai dari momen buka puasa, tarawih, sampai silaturahmi. Jadi tidak hanya untuk satu hari Lebaran saja, tetapi nyaman untuk aktivitas selama Ramadan,” ujarnya.
Pendekatan itu tercermin dalam peluncuran koleksi secara bertahap, dimulai dari Marchesa, dilanjutkan Blooming Eid, hingga The Regal Collection yang menawarkan tampilan lebih formal untuk Hari Lebaran. Strategi ini memberi ruang bagi konsumen untuk mempersiapkan busana lebih awal dan menyesuaikannya dengan berbagai agenda selama bulan puasa.
Sorotan utama hadir melalui koleksi “Blooming Eid” yang diperkenalkan di panggung Indonesia Fashion Aesthetic (IFA) 2026. Mengusung konsep Refined Simplicity for Eid Fitr, koleksi ini mengangkat filosofi bunga yang mekar sebagai metafora perjalanan spiritual menuju Hari Raya.
“Kenapa kami pilih bunga? Karena bunga tidak bisa mekar tanpa proses. Sama seperti Ramadan, kita melalui puasa dan kesabaran sebelum sampai di Hari Raya,” kata Miftahul Jannah.
Dalam peragaan tersebut, Benang Jarum menampilkan 12 look terkurasi bertajuk “Blooming In” dengan siluet flowy, tekstur ringan, serta detail floral berlapis.
Palet warna hitam, biru muda, krem, dan beige dihadirkan untuk memberi alternatif dari dominasi putih sekaligus mengakomodasi karakter perempuan yang feminin maupun lebih tegas.
Koleksi ini dirancang agar mudah dipadupadankan untuk berbagai suasana, sehingga dapat digunakan berulang sepanjang Ramadan hingga Lebaran.
“Kami melihat kebutuhan konsumen sekarang adalah busana yang versatile, bisa dipakai berulang dan tetap terlihat rapi untuk berbagai acara selama Ramadan hingga Lebaran,” jelasnya.
Sebagai pelengkap, Benang Jarum menghadirkan pop-up store di Kota Kasablanka hingga pertengahan April. Ruang ritel ini memberi kesempatan bagi pelanggan untuk merasakan langsung material, mencoba siluet, serta memahami cerita di balik setiap koleksi. Aktivitas belanja busana pun menjadi bagian dari momen kebersamaan keluarga menjelang Hari Raya.
"Pop-Up Store ini kami hadirkan sebagai ruang untuk merayakan Raya melalui busana yang dekat dengan keseharian,” ucapnya.