Kemenkop targetkan 27.000 KopDes rampung April 2026, bagian dari 80.000 unit yang dibangun. Program ini tingkatkan fungsi koperasi dengan berbagai unit usaha. [388] url asal
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Koperasi (Kemenkop) menargetkan sebanyak 27.000 bangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih rampung pada April 2026. Secara keseluruhan, pemerintah akan membangun 80.000 KopDes/Kel Merah Putih di Indonesia.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan hingga saat ini pembangunan fisik KopDes/Kel Merah Putih sudah berjalan di sekitar 26.000–27.000 titik. Selain itu, inventarisasi lahan yang siap digunakan telah mencapai sekitar 44.000 lokasi.
Dia menuturkan tingkat penyelesaian rata-rata bangunan KopDes/Kel Merah Putih telah melampaui 50%, sehingga pemerintah optimistis sebanyak 26.000 unit akan rampung pada April 2026.
“Harapannya nanti Maret atau April, 26.000 yang dibangun di tahap awal itu sudah selesai fisiknya. Nah itu kelihatan langsung. 26.000–27.000 itu kalau sudah selesai bangunan fisiknya, kelihatan fisiknya,” kata Ferry dalam YouTube, Kamis (15/1/2026).
Lebih lanjut, Ferry menyebut Presiden Prabowo Subianto juga menargetkan pada Juli 2026 mendatang akan ada tambahan koperasi yang rampung.
“April ini akan menjadi momentum yang penting bagi kementerian koperasi karena challenging-nya di sini, ini harus sukses,” ujarnya.
Ferry menjelaskan program KopDes/Kel Merah Putih merupakan mandat langsung Presiden Prabowo untuk mengembalikan koperasi pada fungsi strategisnya sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa, yang masuk ke sektor produksi, distribusi, industri, hingga pembiayaan.
Dia menuturkan proses pembentukan KopDes/Kel Merah Putih dilakukan melalui pendekatan kombinasi top-down dan bottom-up, mulai dari pembentukan badan hukum hingga musyawarah di tingkat desa dan kelurahan.
Nantinya, KopDes/Kel Merah Putih akan memiliki beragam unit usaha, seperti gerai sembako yang dikelola dengan konsep ritel modern, apotek dan klinik desa, lembaga keuangan mikro, pergudangan, serta layanan logistik lengkap dengan sarana transportasi.
Selain itu, sambung Ferry, koperasi juga diberi keleluasaan mengembangkan usaha sesuai potensi lokal, seperti kuliner, kerajinan, hingga usaha produktif lainnya.
Sejalan dengan pembangunan fisik, Kemenkop juga telah menyiapkan aspek sumber daya manusia dan sistem dengan melatih pengurus dan pengelola koperasi agar mampu mengelola koperasi secara modern.
Dia menuturkan, pihaknya telah merekrut sebanyak 8.000 business assistant (BA) dan ditempatkan untuk mendampingi KopDes/Kel Merah Putih. Serta, juga ada project management officer (PMO) untuk membantu operasionalisasi KopDes/Kel Merah Putih melalui BA dengan menyusun standardisasi pelaporan, model bisnis, maupun aspek lainnya.
Di samping itu, Kemenkop juga membangun Sistem Informasi Manajemen KopDes/Kel Merah Putih yang akan memuat profil koperasi, sistem transaksi, hingga data usaha secara real time.
Koperasi Merah Putih Melawai, diresmikan 3 bulan lalu, menawarkan produk sembako dan UMKM dengan harga terjangkau di Blok M, Jakarta. Pembeli dapat bertransaksi tunai atau QRIS. [645] url asal
Bisnis.com, JAKARTA— Di tengah hiruk pikuk kawasan Melawai, Blok M, Kebayoran Baru, berdiri sebuah bangunan sederhana dengan papan nama “Koperasi Kelurahan Merah Putih”.
Pantauan Bisnis pada Senin siang (13/10/2024) sekitar pukul 14.15 WIB, suasana di dalam koperasi itu tampak lengang. Hanya ada satu pembeli yang mampir, sementara seorang penjaga kasir dan petugas lain berjaga di dalam.
Rak-rak tampak tertata rapi dan bersih, menampilkan beragam produk kebutuhan sehari-hari mulai dari sembako hingga produk Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
“Di sini tuh kami ada produk-produk sembako sama makanan-makanan pada umumnya sebenarnya. Cuman yang membedakan kalau dari UMKM sendiri sih yang beda,” kata Retno, penjaga kasir Koperasi Merah Putih Melawai, saat ditemui Bisnis pada Senin (13/10/2025).
Koperasi Merah Putih Melawai menjual berbagai kebutuhan pokok seperti beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang merupakan program pemerintah yang dijalankan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog. Ada juga gula, minyak goreng, tepung, ketan hitam, dan susu dari Food Station.
Ada pula bahan pangan mentah seperti bawang kering yang bisa dipesan melalui sistem pre-order.
Menariknya, koperasi ini juga menjadi etalase bagi produk-produk UMKM binaan Jakarta Entrepreneur (JakPreneur). Di rak-rak bagian kanan, tampak kemasan berwarna-warni berisi nasi goreng instan, mie sagoo, ayam rujak beku, serta camilan lokal lain.
“Untuk UMKM sendiri ini beragam. Ada nasi goreng instan, ayam rujak, ada mie. Nah kalau minumannya kami kerja sama dengan JakPreneur juga, namanya produk Amine,” jelas Retno.
Retno bersama rekannya tengah bekerja di Koperasi Desa Merah Putih
Selain bahan pangan kering, koperasi ini juga menyediakan frozen food seperti ayam potong, daging sapi, ikan dori, salmon, hingga lele yang dipasok oleh Dharma Jaya. Produk-produk itu disimpan dalam freezer di bagian belakang.
“Frozen food-nya kami ambil dari Dharma Jaya. Ada juga sosis, nugget, pokoknya lengkap buat kebutuhan rumah tangga,” imbuhnya.
Meski tampil sederhana, koperasi ini sudah mengikuti tren modern. Pembeli bisa bertransaksi secara tunai maupun menggunakan QRIS. Sejumlah produk seperti bawang kering juga bisa dipesan lebih dulu melalui sistem PO (pre-order). Koperasi ini juga menjual gas LPG, baik Bright Gas tabung pink maupun LPG 3 kilogram.
Retno menyebut barang-barang di Koperasi Merah Putih Melawai lebih terjangkau dibandingkan yang lain. Sebagai contoh, harga minyak goreng satu liter di koperasi ini hanya Rp15.700, lebih rendah dari rata-rata harga di luar yang sudah menyentuh Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter.
Meski belum sepenuhnya ramai, koperasi Merah Putih mulai menjadi alternatif belanja masyarakat sekitar Melawai. Retno mengakui, lonjakan pembeli biasanya terjadi di akhir pekan. “Kalau untuk ramainya sendiri sih, kami paling rame di Jumat, Sabtu, Minggu. Biasanya anak muda yang nongkrong di sekitar sini mampir beli minuman,” katanya
Letaknya yang strategis berada di kawasan kuliner dan pusat aktivitas anak muda Blok M membuat koperasi ini perlahan dikenal. Di hari biasa, pembeli biasanya datang saat jam makan siang atau sore hari sekitar pukul 3–4 sore.
Meski begitu, Retno mengakui penjualan belum stabil. “Kalau hari biasa belum tentu ramai. Tapi kalau Minggu bisa lebih dari Rp500.000 sehari,” katanya. Sebagai koperasi kelurahan yang baru berdiri, KKMP Melawai masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah menunggu pencairan dana pinjaman dari pemerintah.
“Udah banyak yang nanya, katanya dana mau cair, tapi kita belum tahu kapan. Bahkan pengurus pun belum tahu. Jadi untuk sekarang belum ada sih [untuk simpan pinjam],” kata Retno.
Barang-barang food station yang dijual di Kopeasi Desa Merah Putih
Menurutnya, banyak koperasi kelurahan lain yang sudah datang berkunjung untuk belajar dan bertanya-tanya soal sistem di sini. Mereka belum membukan toko fisik seperti di Koperasi Merah Putih Melawai, namun sudah mulai aktif merekrut anggota.
Meski berjarak hanya beberapa meter dari Indomaret, Alfamart, dan Circle K, Koperasi Merah Putih Melawai tetap percaya diri dengan keunggulan harga dan pendekatan komunitas. “Kalau soal persaingan, ya biasa aja sih. Bedanya mereka produknya lebih banyak. Tapi kami mungkin harga lebih terjangkau,” tutur Retno.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56