JAKARTA, KOMPAS.com - Pertumbuhan sektor jasa dan semakin ketatnya persaingan bisnis mendorong perusahaan untuk memperkuat kualitas layanan di setiap titik interaksi dengan pelanggan.
Kondisi ini turut mengubah peran satuan pengamanan (satpam) yang kini tidak lagi hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga berperan dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang positif.
Perubahan tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor, mulai dari perbankan, logistik, perdagangan, properti, layanan kesehatan, hingga kawasan industri.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor perdagangan, transportasi dan pergudangan, jasa keuangan, serta jasa perusahaan masih menjadi kontributor penting terhadap pembentukan produk domestik bruto (PDB) nasional pada triwulan I-2026.
Pertumbuhan sektor-sektor tersebut turut meningkatkan kebutuhan akan tenaga keamanan yang tidak hanya memiliki kemampuan pengamanan, tetapi juga kompetensi pelayanan kepada pelanggan.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu fokus dalam Jambore Satpam 2026 yang diselenggarakan PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) di Jakarta. Kegiatan yang diikuti sekitar 600 personel satpam dari wilayah Jakarta Raya itu menitikberatkan pada penguatan kemampuan pelayanan, komunikasi, serta pemahaman produk.
Business Director PKSS Moh. Harsono mengatakan, perubahan ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan membuat peningkatan kompetensi satpam menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
"Satpam adalah garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan pengguna layanan. Karena itu, profesionalisme, sikap dalam pelayanan, komunikasi yang baik, serta pemahaman terhadap produk menjadi kompetensi yang harus terus ditingkatkan,: kata dia dalam keterangannya, Rabu (16/6/2026).
"Melalui Jambore Satpam ini, kami membangun satuan pengaman kami yang tidak hanya andal dalam menjaga keamanan, tetapi juga mampu memberikan pelayanan terbaik sehingga dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan Service Excellence to Be Number One," tambah Harsono.
Peran satpam dinilai semakin strategis mengingat jumlah personel satpam di Indonesia telah mencapai lebih dari satu juta orang. Jumlah tersebut menjadikan profesi satpam sebagai salah satu pendukung utama aktivitas bisnis dan pelayanan publik di berbagai sektor.
Harsono menjelaskan, di industri perbankan, satpam menjadi titik kontak pertama yang berinteraksi dengan nasabah. Sementara di sektor logistik dan kawasan industri, mereka berperan menjaga keamanan aset sekaligus mendukung kelancaran operasional perusahaan.
Adapun di pusat perbelanjaan, rumah sakit, gedung perkantoran, hingga kawasan hunian, kehadiran satpam turut memengaruhi kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam kegiatan jambore tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai service excellence dan product knowledge. Mereka juga mengikuti sesi berbagi pengalaman bersama praktisi Customer Experience dan Human Capital BRI terkait peran satpam dalam membangun kepercayaan pelanggan.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja personel, anak usaha Yayasan Kesejahteraan Pekerja BRI itu, turut memberikan penghargaan kepada satpam terbaik dari berbagai area kerja. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi, integritas, serta kinerja mereka dalam menjalankan tugas pengamanan dan pelayanan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang