Bisnis.com, JAKARTA — Investor asing mencatatkan aksi beli bersih pada sejumlah saham perbankan besar pada akhir pekan ini. Aksi beli ini menjadi tanda bahwa saham-saham perbankan masih ciamik di mata investor.
Dari data Stockbit, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp321,42 miliar.
Saham BCA ditutup menguat 1,46% atau 125 poin ke level Rp8.675 per saham seiring dengan pembelian saham BCA oleh investor asing. Namun demikian, sahamnya secara year to date (YtD) masih menunjukkan pelemahan 10,34% atau 1.000 poin.
Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menempati posisi kedua sebagai saham perbankan yang ramai diburu investor asing. Nilai beli bersih tercatat Rp95,8 miliar.
Aksi borong saham terhadap BNI menjadi katalis positif yang menyebabkan harga saham terkerek 1,35% atau 60 poin ke Rp4.500. Selama sepekan saham BNI naik 2,74%, year to date menguat 3,45%.
Selanjutnya, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turut mencatatkan arus beli asing dengan nilai Rp63,13 miliar. Adapun, saham BMRI ditutup mendatar ke level Rp4.750 per saham. Secara year to date, sahamnya masih mengalami kontraksi 16,67% atau 950 poin.
Tak hanya tiga besar, saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) juga masuk radar asing dengan nilai beli bersih Rp12,93 miliar. Pembelian investor terhadap saham BTN, menguatkan saham hingga terkerek 0,41% atau 5 poin ke Rp1.230 per saham.
Di sisi lain, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatatkan pembelian bersih oleh asing senilai Rp11,57 miliar. Meski begitu, pembelian ini tidak berdampak positif terhadap pergerakan harga saham BRI.
Saham BRI ditutup melemah 0,5% atau 20 poin ke Rp3.980 per saham, tetapi sebulan terakhir sahamnya naik 8,74% atau 320 poin. Walau demikian, sahamnya masih melemah 2,45% atau 100 poin secara year to date.
Aksi beli juga terlihat pada saham PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) dengan nilai Rp2,71 miliar, tapi saham Bank CIMB Niaga turun 0,29% atau 5 poin ke level Rp1.745 pada perdagangan kemarin. Selama year to date sahamnya naik 0,87% atau 15 poin ke Rp1.745 per saham.
Di sisi penjualan, investor asing justru banyak melepas saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS). Menurut data Stockbit, nilai jual bersih yang dicatatkan mencapai Rp40,85 miliar. Saham BSI ditutup naik 0,8% atau 20 poin ke Rp2.510 per saham
Adapun saham PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN) turut mengalami aksi jual bersih asing sebesar Rp2,05 miliar. Seiring dengan aksi jual oleh investor asing, saham PNBN yang terkoreksi 0,98% atau 10 poin ke Rp1.015 per saham.