Bisnis.com, JAKARTA – Pengendali baru PT Sumber Mas Konstruksi Tbk. (SMKM), Lim Shrimp Org Pte. Ltd (LSO) bakal menjual anak usaha, Panasia Aquaculture Pte. Ltd kepada SMKM.
Melansir keterbukaan informasi, Lim Shrimp Org dan SMKM telah menandatangani conditional sale and purchase agreement (CSPA) pada 22 Desember 2025. CSPA tersebut berisi komitmen Lim Shrimp Org untuk menjual 100% saham Panasia kepada SMKM dengan nilai estimasi sebesar US$100 juta.
"Transaksi tersebut akan diselesaikan ketika seluruh kondisi-kondisi prasyarat dalam CSPA telah dipenuhi oleh Lim Shrimp Org dan perseroan. Apabila penjualan sebagaimana diatur dalam CSPA telah diselesaikan maka perseroan akan memiliki 100% saham dalam Panasia," tulis manajemen, dikutip Selasa (23/12/2025).
Adapun, nilai transaksi tersebut akan ditentukan kemudian dengan mengacu pada hasil Laporan Penilaian Independen atas valuasi Panasia yang akan diterbitkan oleh Penilai Independen yang ditunjuk oleh Perseroan, sebelum pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu yang rencananya akan dilakukan pada 2026.
Perseroan menjelaskan, tujuan transaksi tersebut adalah untuk mendukung proses pengembangan usaha yang sejalan dengan keahlian dan pengalaman bisnis Lim Shrimp Org selaku pengendali SMKM di bidang konstruksi dan pengembangan budidaya perikanan guna meningkatkan nilai dan kinerja SMKM di masa mendatang. Pengembangan usaha tersebut dilakukan dengan pengalihan aset baru berupa Panasia kepada SMKM.
Pada November 2025, SMKM mengumumkan rampungnya penjualan tahap pertama sebanyak 313,25 juta saham dari pemegang saham pengendali dan mayoritas sebelumnya, PT Vina Nauli Jordania atau 25% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh kepada Lim Shrimp Org. Dengan selesainya transaksi tersebut, Lim Shrimp Org menjadi pemegang saham pengendali dan mayoritas SMKM yang baru.
Akuisisi tersebut merupakan bagian dari transaksi di dalam CSPA yang telah ditandatangani antara PT Vina Nauli Jordania dan Lim Shrimp Org pada tanggal 10 Oktober 2025. Berdasarkan CSPA tersebut, Lim Shrimp Org berencana untuk mengakuisisi hingga 450 juta saham SMKM (35,91% dari seluruh modal saham perseroan) melalui dua tahap.
Sementara itu, penjualan dan pembelian tahap kedua yang mencakup sebanyak-banyaknya 136,75 juta saham atau sekitar 10,91% dari modal saham perseroan masih bersifat bersyarat, antara lain terhadap selesainya pelaksanaan Penawaran Tender Wajib serta pemenuhan persyaratan pendahuluan lainnya sebagaimana diatur dalam CSPA.
Penyelesaian atas tahap kedua transaksi tersebut ditargetkan terealisasi sebelum 30 Juni 2026, kecuali terdapat perpanjangan berdasarkan kesepakatan antara PT Vina Nauli Jordania dan Lim Shrimp Org.
Perseroan juga menjelaskan, melalui akuisisi atas bisnis milik LSO ini SMKM akan bertransformasi menjadi perusahaan aquaculture regional dengan aset dan kehadiran bisnis aquaculture yang tersebar di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
"Pasca akuisisi, Lim Shrimp Org berencana untuk memanfaatkan platform SMKM sebagai sarana untuk penggalangan dana, serta mengoptimalkan keahlian Lim Shrimp Org di bidang aquaculture dan komersial guna melaksanakan berbagai inisiatif untuk meningkatkan produktivitas tambak dan memperluas kapasitas pengolahan udang," tandas perseroan.