Bisnis.com, JAKARTA — Menemukan drama yang disukai semua orang hampir mustahil, tetapi tujuh drama Korea ini telah mencapai hal yang tak terduga, yakni mendapatkan skor sempurna 100% di Rotten Tomatoes.
Para kritikus jatuh cinta dengan kisah-kisah dalam drama Korea ini, dan bagian terbaiknya adalah Anda dapat menonton semuanya sekarang juga di Netflix.
Dari kisah romantis yang emosional hingga thriller yang menegangkan, drama-drama ini menetapkan standar tinggi untuk penceritaan dan akting.
Jika Anda sudah lelah mencari dan ingin menonton sesuatu yang benar-benar berkualitas tinggi, berikut adalah drama Korea terbaik yang menurut para kritikus benar-benar sempurna, yang dapat Anda tonton di Netflix:
1. Queen of Tears
Drama ini mengisahkanBaek Hyun-woo (Kim Soo-hyun) adalah seorang pengacara dari kota kecil yang menikah dengan anggota konglomerat Queens Group yang berpengaruh, dan Hong Hae-in (Kim Ji-won), CEO Queens Department Store yang dingin namun karismatik.
Drama ini mengambil konsep "hidup bahagia selamanya" dari drama Korea pada umumnya dan membalikkannya. Drama Korea ini memperkenalkan pasangan tersebut tiga tahun setelah pernikahan mereka. Alih-alih fase bulan madu, mereka berada dalam pernikahan yang dingin dan hancur di ambang perceraian, hingga diagnosis medis yang mengejutkan dan krisis keluarga memaksa mereka untuk mulai saling memperhatikan lagi.
Drama ini memadukan romansa yang mendalam dengan drama keluarga dan momen-momen humor, serial ini menonjol karena penceritaan yang berlapis secara emosional, chemistry yang kuat antara pemeran utama, dan nilai produksi yang tinggi.
2. When Life Gives You Tangerines
Berlatar keindahan tenang Pulau Jeju, When Life Gives You Tangerines adalah drama Korea yang lembut dan kaya emosi tentang cinta, tumbuh dewasa, dan menemukan makna dalam kehidupan sehari-hari.
Berlatar di Pulau Jeju yang indah, drama ini mencakup beberapa dekade, dari tahun 1950-an hingga saat ini. Drama ini mengikuti kehidupan dua orang: Ae-sun (IU), yang bermimpi menjadi penyair meskipun ia bahkan tidak mampu bersekolah. Ia berani, cerdas, dan penuh semangat.
Sementara Gwan-sik (Park Bo-gum), jadi sosok telah mencintai Ae-sun sejak mereka masih kecil. Dia bukan pria yang banyak bicara, tetapi tindakannya menunjukkan pengabdian totalnya kepada Ae-sun.
Drama ini melompat antara masa lalu (masa muda mereka) dan masa kini (sebagai pasangan yang lebih tua), menunjukkan bagaimana cinta dan perjuangan keluarga berubah seiring waktu. Drama ini manis pahit, nostalgia, dan sangat mengharukan. Anda pasti akan membutuhkan tisu untuk drama ini.
3. Doctor Slump
Drama Korea ini mengisahkan tentang dua dokter yang dulunya sukses, yang hidupnya tiba-tiba jatuh ke titik terendah. Yeo Jeong-woo (Park Hyung-sik) adalah seorang ahli bedah plastik bintang yang kariernya tiba-tiba merosot, sementara Nam Ha-neul (Park Shin-hye) adalah seorang ahli anestesi pekerja keras yang berjuang melawan kelelahan dan stres emosional.
Setelah bertahun-tahun terpisah, mantan rival SMA ini bertemu kembali di masa terendah dalam hidup mereka dan perlahan menjadi sumber kenyamanan terbesar satu sama lain.
Memadukan romansa dengan tema kesehatan mental, drama ini menonjol karena penggambarannya yang mudah dipahami tentang tekanan, kegagalan, dan penyembuhan. Drama Korea ini sangat cocok ditonton ketika Anda merasa kewalahan dengan pekerjaan atau sekolah dan perlu diingatkan bahwa tidak apa-apa untuk beristirahat.
4. Extraordinary Attorney Woo
Woo Young-woo (Park Eun-bin) adalah seorang pengacara brilian berusia 27 tahun yang mengidap autisme. Meskipun lulus dengan predikat terbaik dari sekolah hukum paling bergengsi di Korea Selatan, dia kesulitan mencari pekerjaan hingga akhirnya diterima bekerja di sebuah firma hukum besar di Seoul.
Setiap episode menampilkan kasus hukum yang berbeda di mana Young-woo menggunakan daya ingat fotografisnya dan pemikiran kreatifnya yang out-of-the-box untuk memecahkan masalah yang dilewatkan oleh pengacara lain, yang seringkali terinspirasi oleh kecintaan dan obsesinya yang mendalam terhadap paus.
Drama Korea ini mendapat pujian atas penggambaran neurodiversitas yang hangat dan penuh hormat, serta keseimbangan antara drama hukum dengan momen-momen sehari-hari yang menyentuh hati.
5. Little Women
Drama ini mengikuti kisah tiga bersaudara In-ju (Kim Go-eun), In-kyung (Nam Ji-hyun), dan In-hye (Park Ji-hyu), yang hidup dalam kemiskinan yang sangat parah sepanjang hidup mereka.
Dunia mereka berubah drastis ketika kakak tertua, In-ju, tiba-tiba menemukan dirinya memiliki 70 miliar won yang hilang dari sebuah perusahaan besar.
Ketiga bersaudara itu dengan cepat terseret ke dalam permainan kucing-dan-tikus yang berbahaya dengan keluarga terkaya dan paling berpengaruh di Korea, di mana setiap hadiah datang dengan harga yang mematikan.
Terinspirasi secara longgar oleh novel klasik dengan judul yang sama tetapi diimajinasikan ulang sebagai kisah menegangkan modern, drama ini menonjol karena arahannya yang bergaya, penampilan yang kuat, dan alur cerita yang terjalin rapi.
6. Crash Course in Romance
Drama Korea ini mengikuti kisah Nam Haeng-seon (Jeon Do-yeon), mantan atlet nasional yang berhati hangat dan kini menjalankan toko lauk pauk kecil, dan Choi Chi-yeol (Jung Kyung-ho), seorang instruktur matematika selebriti yang dikenal dengan gaya mengajarnya yang ketat.
Ketika Haeng-seon berusaha membantu putrinya bertahan dalam sistem pendidikan Korea Selatan yang sangat kompetitif, jalannya secara tak terduga bertemu dengan Chi-yeol, yang mengarah pada kisah cinta yang tak terduga.
Memadukan cinta yang manis, ikatan keluarga, dan komentar sosial tentang tekanan akademis, drama ini menyentuh hati dengan karakter-karakternya yang berlapis dan penceritaan yang tulus.
7. D.P.
Drama Korea ini mengikuti kisah Ahn Jun-ho (Jung Hae-in), seorang prajurit muda yang pendiam dan teliti yang direkrut ke unit Pengejar Deserter.
Pekerjaannya sederhana namun sangat melelahkan, yakni melacak tentara yang telah meninggalkan tugas tanpa izin (Absent Without Official Leave/AWOL).
Bermitra dengan Kopral Han Ho-yeol (Koo Kyo-hwan) yang eksentrik dan berpengalaman, Jun-ho melakukan perjalanan ke seluruh negeri untuk membawa kembali orang-orang ini.
Namun, saat mereka menemukan setiap desertir, mereka menyadari bahwa sebagian besar bukanlah penjahat,
mereka adalah korban perundungan, pelecehan, dan budaya kekerasan sistemik yang mengerikan di dalam militer. Ini bukanlah kisah militer heroik yang biasa, ini adalah penggambaran yang jujur dan keras tentang sisi gelap wajib militer.