Bisnis.com, JAKARTA - The Furious menjadi film internasional terbaru yang mempertemukan dua aktor asal Indonesia, Joe Taslim dan Yayan Ruhian, dalam satu proyek layar lebar. Kehadiran keduanya turut diperkuat oleh sejumlah aktor dan sineas dari berbagai negara Asia, menjadikan film ini sebagai kolaborasi lintas negara yang menarik perhatian pencinta film laga.
Film produksi Lionsgate ini telah menjadi perbincangan sejak pertama kali diperkenalkan kepada publik melalui program Midnight Madness di ajang Toronto International Film Festival pada 6 September 2025. Sebagai salah satu program ikonik TIFF, Midnight Madness kerap menjadi panggung bagi film-film aksi, thriller, horor, dan sci-fi yang menawarkan pengalaman sinematik penuh adrenalin
Tak butuh waktu lama bagi The Furious untuk mencuri perhatian. Usai penayangannya di festival tersebut, film ini banjir pujian dari kritikus dan berhasil membukukan rating 100 persen di Rotten Tomatoes, sebuah pencapaian yang semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu film laga yang patut dinantikan tahun ini.
Kisah The Furious berpusat pada Wang Wei, seorang ayah yang hidupnya berubah drastis ketika putrinya, Rainy, menjadi korban penculikan oleh sindikat perdagangan anak. Situasi semakin rumit karena ia mendapati bahwa pihak berwenang yang seharusnya membantu justru terjebak dalam praktik korupsi dan memilih menutup mata terhadap tragedi yang menimpanya.
Tak memiliki banyak pilihan, Wang Wei memutuskan untuk turun tangan sendiri. Dalam upayanya menelusuri jejak sang putri, ia bertemu Navin, seorang jurnalis yang diperankan oleh Joe Taslim. Navin juga tengah dihantui pencarian pribadi setelah istrinya menghilang tanpa jejak.
Kerja sama mereka kemudian membawa cerita menuju serangkaian konfrontasi yang semakin intens. Di tengah perburuan terhadap para pelaku, dendam, harapan, dan pencarian kebenaran saling berkelindan hingga mencapai puncaknya dalam pertarungan bela diri yang spektakuler, menghadirkan ledakan aksi dan emosi yang menjadi daya tarik utama film ini.
Salah satu daya tarik utama The Furious adalah kembalinya Joe Taslim dan Yayan Ruhian dalam sebuah duel yang telah lama dinantikan para penggemar film aksi. Pertemuan dua aktor yang dikenal memiliki kemampuan bela diri mumpuni ini menjanjikan rangkaian pertarungan yang lebih intens.
Di kursi sutradara, dilm The Furious dipercayakan kepada Kenji Tanigaki, salah satu sutradara yang paling dihormati dalam dunia film aksi Asia. Reputasinya terbangun melalui berbagai proyek laga berskala besar, termasuk seri live-action Rurouni Kenshin yang mendapat pujian berkat kualitas koreografi pertarungannya.
Keahlian Tanigaki terletak pada kemampuannya merancang koreografi pertarungan yang tidak hanya cepat dan dinamis, tetapi juga memiliki bobot emosional.
Dia dikenal piawai menggabungkan beragam teknik bela diri dari berbagai negara Asia, sekaligus mendorong para pemain untuk melakukan sendiri sebanyak mungkin adegan berisiko tinggi, sehingga setiap pertarungan terasa lebih autentik dan memikat di layar.
Tanigaki juga dikenal sering menyatukan bintang laga top Asia dari berbagai latar belakang, termasuk nama-nama besar dari Indonesia. Hal ini kembali ia lakukan melalui The Furious, yang turut menampilkan Joe Taslim dan Yayan Ruhian
Dengan jajaran produser ternama yang terlibat, seperti Frank Hui, Bill Kong, dan Shan Tam serta tim penulis Frank Hui, Zhilong Lei, Tin Shu Mak, dan Kwan-Sin Shum, The Furious dibangun sebagai proyek aksi berskala internasional yang megah. Film ini dijadwalkan hadir di layar lebar Indonesia pada 17 Juni 2026.