Bisnis.com, JAKARTA — PT MRT Jakarta (Perseroda) membeli delapan trainset sebagai sarana MRT Jakarta Fase 2A untuk rute Lebak Bulus—Kota yang saat ini tengah digarap.
Pembelian tersebut sebagaiaman dalam Contract Agreement untuk Paket Kontrak CP206: Perancangan, Pabrikasi, dan Pengiriman Sarana MRT Jakarta Fase 2A, yang menjadi langkah penting dalam kelanjutan pembangunan jalur MRT Jakarta dari Bundaran HI menuju Kota.
“Pembelian tambahan 8 trainset ini penting untuk dapat memenuhi kebutuhan penumpang agar headway operasional untuk rute Lebak Bulus-Kota dapat tetap optimal,” ujar Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina dalam keterangan resmi, Rabu (22/10/2025).
Dalam pelaksanaan paket kontrak ini, Sumitomo Corporation akan bekerja sama dengan Nippon Sharyo untuk melakukan proses perancangan dan pembuatan rangkaian kereta dengan jangka waktu pekerjaan selama 238 minggu atau setara sekitar 4,5 tahun.
Weni menekankan bahwa pengadaan sarana menjadi bagian penting yang memastikan integrasi antara infrastruktur, sistem, dan operasi berjalan selaras. Mengingat, kereta MRT Jakarta atau ratangga, merupakan salah satu pionir dalam industri perkeretaapian modern perkotaan di Indonesia.
Terlebih, kereta ini dilengkapi dengan fitur- fitur yang mumpuni, masyarakat mendapatkan pengalaman baik di perjalanan bersama ratangga.
Untuk diketahui, MRT sebelumnya juga telah bekerja sama dengan MRT pada fase pertama, yakni Lebak Bulus—Bundaran HI.
Hingga 25 September 2025, progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A telah mencapai 53,32%.
Pelaksanaan CP206 akan melengkapi kesiapan sistem secara keseluruhan, memastikan MRT Jakarta Fase 2A beroperasi sesuai jadwal dengan standar keselamatan, kenyamanan, dan keandalan tinggi.
Dalam capaian tersebut, termasuk MRT berhasil menyelesaikan konstruksi terowongan bertingkat kereta bawah tanah pertama di Indonesia pada akhir September 2025.
Pembangunan rampung usai mesin bor terowongan (tunnel boring machine/TBM) 1 selesai membangun terowongan kereta bawah tanah pertama dengan kedalaman mencapai 28 meter.
Terowongan tersebut menghubungkan Stasiun Harmoni dan Sawah Besar pada akhir Agustus 2025 lalu. Kemudian pembangunan terowongan kedua yang menghubungkan kedua stasiun tersebut pada akhir September 2025 dengan menggunakan TBM 2.
“Ini menjadi konstruksi terowongan bertingkat kereta bawah tanah pertama di Indonesia. Setiap terowongan memiliki panjang sekitar 390 meter dengan diameter sekitar enam meter,” tulis MRT dalam unggahan di platform X @mrtjakarta, dikutip pada Senin (13/10/2025).