Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB), perusahaan pelayaran asal Samarinda, Kalimantan Timur, bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia. Calon emiten dengan modal lima kapal ini dikenal sebagai penyedia jasa angkutan alat berat dan kontainer ini menargetkan pencatatan saham perdana pada awal November 2025. Bertindak sebagai penjamin IPO adalah PT Pilarmas Investindo Sekuritas (kode broker: PO).
Berdasarkan prospektus awal, total aset perseroan untuk IPO mencapai Rp164,6 per 30 April 2025, melompat tajam dari posisi 21 Desember 2025 sebesar Rp89,5 miliar per 30 November 2024, naik sekitar 18% dibandingkan akhir 2023 sebesar Rp80,05 miliar. Aset tidak lancar per April 2025 berkontribusi terbesar, mencapai Rp145,50 miliar, lompar dari Rp66,09 miliar, sementara aset lancar turun menjadi Rp19,09 miliar dari Rp23,4 miliar.
Dari kinerja laba, PJHB pada 2024 membukukan pendapatan Rp54,66 miliar dan laba kotor Rp22,02 miliar. Setelah dikurangi beban usaha dan pajak, perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp17,22 miliar. Sedangkan hingga 30 April 2025, perusahaan telah membukukan pendapatan Rp18,05 miliar dan laba Rp5,8 miliar.
Dalam menyongsong IPO, PJHB mengandalkan lima armada kapal yang dimiliki yakni jenis Landing Craft Tank (LCT). Unit jenis LCT adalah kapal yang dirancang untuk mengangkut kargo, alat berat dari kapal besar ke daratan atau sebaliknya. Kapal ini memiliki struktur yang kokoh dan fleksibel untuk beroperasi di perairan dangkal. Keunggulan utamanya terletak pada kemampuannya untuk bersandar langsung di pantai, daratan, atau dermaga tanpa memerlukan fasilitas bongkar-muat khusus.
Dikutip dari prospektus, PJHB memiliki 5 unit kapal dengan kapasitas angkut antara 1.300 metrik ton hingga 2.500 metrik ton. Perinciannya LCT Cipta Jaya Harapan 7 buatan 2012, LCT Cipta Jaya Harapan 8 (2023), LCT Cipta Jaya Harapan 9 (2010), LCT Cipta Jaya Harapan 10 (2010) dan LCT Lien Star 88 (2009).
Seluruh kapal digunakan untuk mengangkut alat berat, mesin industri, hingga kontainer antarpelabuhan domestik. Perseroan berencana menambah tiga kapal baru menggunakan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) guna meningkatkan kapasitas dan efisiensi layanan logistik laut.
Dalam kebijakan dividen, PJHB melaporkan sejak 2022 hingga 2025, perusahaan tercatat rutin membagikan dividen, baik tunai maupun saham. Dividen terbesar diberikan pada 4 Februari 2025 sebesar Rp70,5 miliar dalam bentuk saham, setara Rp53,31 per saham, disusul pembagian Rp17 miliar dividen tunai pada 5 Maret 2025. Sebelumnya, perusahaan juga menyalurkan dividen tunai masing-masing Rp8 miliar pada Desember 2024 dan Rp2 miliar pada Desember 2022.
Ke depan, PJHB berencana menetapkan rasio pembagian dividen maksimum 30% dari laba bersih tahun berjalan, mulai tahun buku 2025. Kebijakan ini akan ditinjau setiap tahun berdasarkan hasil usaha, kebutuhan kas, rencana ekspansi, serta keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Target IPO PJHB
Pelayaran Jaya Hidup Baru menargetkan meraih dana IPO sebesar Rp158,4 miliar. Berdasarkan prospektus awal yang dirilis pada Rabu (22/10/2025), calon emiten berkode saham PJHB itu akan menawarkan sebanyak-banyaknya 480 juta saham, setara 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Harga penawaran saham ditetapkan dalam kisaran Rp310–Rp330 per saham, sehingga nilai total penawaran umum perdana ini dapat mencapai Rp158,4 miliar. Bersamaan dengan IPO, perusahaan juga akan menerbitkan 240 juta Waran Seri I, atau 16,67% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh. Waran tersebut diberikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham baru yang tercatat pada tanggal penjatahan.
Masa penawaran awal dijadwalkan berlangsung pada 22–27 Oktober 2025, sedangkan masa penawaran umum akan dilakukan pada 30 Oktober–3 November 2025. PJHB direncanakan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 November 2025.
Seluruh dana hasil IPO perusahaan milik keluarga Hero Gozali ini akan digunakan sebagai belanja modal untuk mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan. Dana tersebut akan dialokasikan bagi pembangunan tiga unit kapal baru berjenis Landing Craft Tank (LCT). Penambahan armada ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas angkutan laut perusahaan dalam melayani permintaan pengangkutan alat berat dan kontainer dari para klien.
--
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.