Bisnis.com, JAKARTA— Pengembang kawasan hunian terpadu CitraLand Banjarmasin mencatat penjualan sebesar Rp43 miliar pada kuartal I/2026, melonjak sekitar 600% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai sekitar Rp6 miliar.
Kinerja penjualan tersebut ditopang tingginya permintaan rumah kelas menengah dengan harga di bawah Rp1 miliar serta produk komersial berupa ruko.
Project Manager CitraGarden Banjarmasin, Sigit Amin Andryan, mengatakan pasar properti di Banjarmasin memang mengalami perlambatan pada 2026 seiring tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, kondisi tersebut belum mengarah pada stagnasi.
"Pergerakan pasar memang sedikit mengalami perlambatan, tetapi tidak stagnan total. Karena pertumbuhan ekonomi di akhir 2025 masih di atas 5 persen, jadi pasar properti, khususnya di Kota Banjarmasin masih tetap bergerak," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, segmen rumah menengah dengan harga di bawah Rp1 miliar masih menjadi favorit masyarakat. Permintaan tidak hanya berasal dari warga Banjarmasin, tetapi juga dari pembeli luar daerah seperti Batulicin dan wilayah Hulu Sungai.
Sigit menilai kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil justru mendorong sebagian masyarakat mengalihkan dananya ke sektor properti. Aset properti dinilai lebih aman dan mampu menjaga nilai investasi dibandingkan instrumen usaha lain yang lebih fluktuatif.
"Secara umum situasi ekonomi tidak terlalu berefek terhadap penjualan CitraLand Banjarmasin. Justru ada banyak orang yang memilih memutar uangnya ke properti karena dianggap lebih stabil," katanya.
Lonjakan penjualan pada awal tahun ini terutama didorong oleh tingginya minat terhadap rumah tapak dan produk komersial baru yang diluncurkan perseroan.
Untuk proyek CitraGarden Banjarmasin, perusahaan menawarkan sekitar 20 unit rumah dengan luas bangunan 45 meter persegi dan luas tanah 96—102 meter persegi yang dipasarkan dengan harga di bawah Rp1 miliar. Seluruh unit tersebut telah habis terjual pada kuartal I/2026.
Tingginya permintaan membuat pengembang berencana meluncurkan klaster baru pada semester II/2026. Sejumlah klaster sebelumnya, seperti Cluster The Voila dan Cluster Estrella, juga telah habis terjual.
Selain itu, perusahaan masih menawarkan beberapa unit siap huni, antara lain dua unit tipe New Rome dan satu unit kavling.
Di segmen komersial, produk ruko Miami Corner menjadi kontributor utama penjualan sepanjang tahun ini. Ruko tersebut dipasarkan dengan harga mulai Rp1,9 miliar hingga Rp3,6 miliar, dengan luas bangunan berkisar 86 meter persegi hingga 118 meter persegi.
"Penjualan tertinggi kami di 2026 justru dari produk ruko. Untuk Miami Corner saat ini sudah hampir sold out dan tinggal tersisa satu unit," ujar Sigit.
Tingginya minat terhadap produk komersial tersebut juga mendorong calon pembeli menantikan peluncuran proyek berikutnya yang tengah disiapkan perusahaan.
Salah satu pengembangan terbaru adalah kawasan pertokoan Capital Center yang dirancang sebagai area komersial terintegrasi dengan fasilitas olahraga dan pusat kuliner. Kawasan tersebut telah dihuni berbagai tenant dari sektor pendidikan, kuliner, playground, hingga jasa.
"Capital Center menjadi satu-satunya kawasan pertokoan terintegrasi yang paling terdepan di Kota Banjarmasin," katanya.
Sigit mengungkapkan sekitar 70% pembeli produk terbaru CitraLand Banjarmasin berasal dari penghuni eksisting yang telah tinggal di kawasan tersebut. Tingginya tingkat pembelian ulang dinilai mencerminkan kepuasan konsumen terhadap fasilitas dan lingkungan yang ditawarkan.
Saat ini kawasan CitraLand Banjarmasin telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, antara lain rumah sakit, sekolah dari tingkat playground hingga SMA, kawasan olahraga, masjid, pusat kuliner, area hiburan anak, serta kawasan pertokoan modern.
Menurut Sigit, kelengkapan fasilitas tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menjaga daya tarik kawasan sekaligus mendukung kenaikan nilai investasi properti di tengah perlambatan pasar.
"Di dalam kawasan sudah ada rumah sakit, sekolah dari playground sampai SMA, kawasan pertokoan, kawasan olahraga, masjid, foodcourt, hingga area hiburan anak," ujarnya