Bisnis.com, JAKARTA — Pasar properti di Kota Tegal, Jawa Tengah, dinilai masih menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang 2026. Di tengah kondisi ekonomi nasional yang dinamis, permintaan hunian menengah hingga premium disebut tetap tinggi.
Proyek CitraLand Tegal milik Ciputra Group misalnya mencatatkan pertumbuhan penjualan properti sejak awal tahun ini.
Project Manager CitraLand Tegal Yusuf Fakhrudin mengatakan penjualan perseroan pada awal 2026 tumbuh sekitar 30% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Kami sangat bersyukur, penjualan awal tahun 2026 tumbuh dibanding awal tahun 2025, meningkat sekitar 30%,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (28/5/2026).
Menurut Yusuf, konsumen saat ini semakin selektif dalam memilih hunian. Faktor lokasi strategis, kualitas lingkungan, fasilitas kawasan, hingga potensi investasi jangka panjang menjadi pertimbangan utama masyarakat sebelum membeli rumah.
Dia menilai pasar properti di Kota Tegal masih bergerak positif terutama pada segmen menengah dan premium seiring kebutuhan rumah tinggal dan minat investasi properti yang tetap tinggi.
“Pasar perumahan di Kota Tegal saat ini masih bergerak cukup positif, terutama untuk segmen menengah dan premium. Kebutuhan rumah tinggal dan minat investasi properti juga masih cukup tinggi,” katanya.
Selain kebutuhan hunian, pertumbuhan keluarga muda dan kalangan mapan disebut ikut menopang permintaan rumah baru. Yusuf juga menilai perkembangan infrastruktur serta lokasi strategis kawasan menjadi faktor utama yang menjaga daya tarik pasar properti Tegal.
Menurutnya, properti masih dipandang sebagai instrumen investasi yang relatif aman dan stabil di tengah dinamika ekonomi.
Yusuf mengatakan pertumbuhan penjualan CitraLand Tegal juga ditopang kekuatan merek Ciputra Group sebagai pengembang nasional serta pengembangan kawasan yang dinilai konsisten.
Salah satu produk yang saat ini menjadi perhatian pasar adalah Cluster Brandella yang mengusung konsep modern minimalis dengan lingkungan premium.
Cluster tersebut mulai dipasarkan sejak akhir 2024 dan dikembangkan di atas lahan sekitar 3 hektare dengan total rencana sekitar 160 unit rumah.
Saat ini terdapat 8 tipe rumah yang dipasarkan, yakni Rochelia, Pachelia, Cordia, Liora, Ellisia, Elora, Azolla, dan Vallora dengan harga mulai Rp1,4 miliar hingga Rp2,1 miliar.
Beberapa tipe disebut telah habis terjual, antara lain Rochelia, Pachelia, Cordia, Liora, dan Ellisia. Sementara itu, tipe terbaru Azolla dan Vallora yang diluncurkan pada Mei 2026 diklaim mendapat respons positif dari pasar.
Yusuf menambahkan sejumlah tipe rumah di Cluster Brandella juga mulai mengusung konsep green building yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Secara year to date (YtD), penjualan Cluster Brandella disebut telah mencapai sekitar 80% dari target perusahaan tahun ini.
Adapun, target pasar proyek tersebut mencakup keluarga muda mapan, profesional, pengusaha, hingga investor properti, termasuk pembeli dari luar Kota Tegal.
“Yang dibeli konsumen bukan hanya rumah, tetapi juga kualitas lingkungan, kenyamanan, keamanan, dan nilai investasi jangka panjang,” kata Yusuf.
Di sisi lain, permintaan properti komersial di kawasan CitraLand Tegal juga dinilai masih tinggi. Namun, seluruh unit rumah toko atau ruko di kawasan tersebut telah habis terjual sejak 2022.
Menurut Yusuf, kawasan komersial CitraLand Tegal saat ini sudah berkembang dan digunakan untuk berbagai usaha mulai dari klinik kecantikan, kafe, kuliner, kantor, hingga retail jasa.
Untuk mendukung pengembangan kawasan, perseroan terus melengkapi fasilitas seperti keamanan 24 jam, access card system, thematic park, outdoor fitness area, area komersial I-Walk, hingga tempat ibadah.
Dalam waktu dekat, pengembang juga berencana menghadirkan sport centre sebagai fasilitas tambahan di kawasan tersebut.