Bisnis.com, BALIKPAPAN — PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mencatatkan realisasi produksi pupuk mencapai 5,35 juta ton per 10 Oktober 2025, atau setara dengan 80% dari target produksi tahunan.
Capaian tersebut menjadi indikator positif menjelang musim tanam Oktober hingga Maret, seiring upaya memastikan ketersediaan stok untuk menopang ketahanan pangan nasional.
Direktur Operasi Pupuk Kaltim, F. Purwanto, menyatakan pencapaian produksi dimaksud merupakan respons strategis perusahaan dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan pupuk sektor pertanian.
"Kami terus memastikan operasional produksi berjalan lancar, guna memenuhi kebutuhan pupuk secara optimal, terutama untuk musim tanam akhir tahun ini," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (17/10/2025).
Dia menambahkan, dari total produksi tersebut, 2,85 juta ton merupakan pupuk Urea dan 247.745 ton pupuk NPK. Sementara itu, segmen petrokimia mencatatkan realisasi produksi amonia sebesar 2,25 juta ton.
Berbekal momentum positif tersebut, manajemen Pupuk Kaltim menargetkan produksi tahun 2025 mencapai 6,43 juta ton, terdiri dari 3,43 juta ton urea, 285.000 ton NPK, dan 2,71 juta ton amonia.
Target ambisius ini ditetapkan, mengingat kapasitas terpasang dari 13 pabrik milik perusahaan mampu menghasilkan hingga 3,43 juta ton urea, 300.000 ton NPK, dan 2,74 juta ton amonia per tahun.
Dalam jangka panjang, produsen pupuk di bawah naungan Pupuk Indonesia Holding Company ini tengah mengakselerasi sejumlah proyek strategis untuk meningkatkan keandalan operasional.
Purwanto menyebutkan salah satu inisiatif unggulan adalah revamping Pabrik Amonia PKT-2 yang bertujuan meningkatkan efisiensi energi, menekan konsumsi gas, serta menurunkan emisi CO2.
Langkah ini tidak hanya relevan dengan agenda keberlanjutan lingkungan, tetapi juga memperkuat daya saing perusahaan di tengah tuntutan regulasi emisi yang kian ketat.
Di sisi lain, Pupuk Kaltim menyadari bahwa kecanggihan teknologi tidak akan optimal tanpa didukung sumber daya manusia yang kompeten. Oleh karena itu, perusahaan meluncurkan program pelatihan berbasis virtual reality (VR) bernama House of Future.
Dia mengungkapkan bahwa program inovatif ini memanfaatkan simulator dengan tingkat kemiripan hingga 90% terhadap kondisi lapangan aktual, sehingga operator dapat mengasah keterampilan dalam lingkungan simulasi yang aman namun realistis.
Adapun, Purwanto menuturkan integrasi antara teknologi dan pengembangan kompetensi ini diharapkan mampu mendongkrak standar operasional secara signifikan.
"Ke depannya, Pupuk Kaltim akan terus meningkatkan kapasitas produksi guna menunjang sektor pertanian nasional. Pupuk Kaltim juga akan mengeksplorasi potensi inovasi-inovasi yang dapat mendorong optimalisasi produksi," pungkasnya.