Bisnis.com, JAKARTA – Tren penurunan suku bunga yang diprediksi bakal berlanjut pada tahun ini, turut membawa proyeksi terhadap imbal hasil SBN Ritel 2026 pada level yang tidak jauh berbeda dengan realisasi 2025.
Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian, memprediksi imbal hasil dari delapan seri SBN Ritel yang akan diterbitkan pada tahun ini akan berkisar pada level 5,25–5,65%.
Untuk diketahui, besaran imbal hasil SBN Ritel pada 2025 sebetulnya berada pada rentang 5,20–6,75%. Pada beberapa penerbitan awal tahun, SBN Ritel menawarkan imbal hasil yang masih cukup tinggi, yaitu berkisar pada level 6,25–6,75%. Namun, tren pemangkasan suku bunga yang terjadi sejak Agustus, membuat imbal hasil yang ditawarkan SBN Ritel akhir tahun terbatas pada level 5,20–5,95%.
“BI Rate tahun 2026 kami perkirakan masih akan turun meskipun terbatas di level rata-rata 4,50%. Maka kupon SBN Ritel yang ditawarkan akan berkisar 5,25–5,65% di 2026,” kata Fajar kepada Bisnis, Rabu (14/1/2026).
Meskipun menawarkan imbal hasil yang cenderung rendah dibandingkan realisasi imbal hasil sepanjang 2025, Fajar memprediksi permintaan pasar terhadap SBN akan cenderung kuat, seiring dengan tren bertumbuhnya jumlah investor belakangan.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan jumlah investor di pasar modal Tanah Air telah melampaui 20 jutasingle investor identification(SID) pada akhir Desember 2025. Hal itu mencerminkan kenaikan 34,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Belum lagi, Fajar memprediksi suku bunga BI akan dipangkas maksimal sebanyak dua kali pada tahun ini. Hal itu yang turut mendorong daya tarik SBN Ritel dibandingkan instrumen pendapatan tetap lainnya.
Pemangkasan suku bunga BI, lanjutnya, juga akan memberikan efek berupa penurunanyieldSBN bertenor 10 tahun. Dia bahkan memprediksiyieldSBN mampu menyentuh level 5,8–5,9% pada 2026.
“Di 2026, permintaan pasar untuk SBN diperkirakan masih kuat, seiring dengan pertumbuhan jumlah investor pasar modal yang terus terjadi. Selain itu, tren masih berlangsungnya pemangkasan suku bunga di 2026 juga bisa menjadi daya tarik bagi investor,” katanya.
Adapun untuk diketahui, pemerintah telah merilis jadwal penerbitan SBN Ritel sepanjang 2026. Terdapat total 8 produk SBN Ritel, dengan 2 produk ORI, 2 SR, 2 ST, 1 SWR, dan 1 SBR. Penerbitan pertama akan diawali oleh ORI029 yang bakal diterbitkan pada 26 Januari–19 Februari 2026.
Jadwal Tentatif Masa Penawaran Obligasi Ritel 2026:
ORI029 pada 26 Januari—19 Februari 2026
SR024 pada 6 Maret—15 April 2026
ST016 pada 8 Mei—3 Juni 2026
ORI030 pada 6 Juli—30 Juli 2026
SR025 pada 21 Agustus—16 September 2026
SWR007 pada 4 September—21 Oktober 2026
SBR015 pada 29 September—22 Oktober 2026
ST017 pada 6 November—2 Desember 2026