Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memastikan keberlanjutan rencana pembangunan proyek MRT lintas Timur - Barat atau East - West yang terbentang dari Cikarang ke Balaraja. Proyek tersebut masih tetap masuk dalam daftar proyek strategis nasional (PSN).
Ketetapan proyek MRT yang melintasi tiga provinsi tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Koordinator bidang Perekonomian No. 16/2025 tentang Perubahan Kedelapan Atas Permenko Ekon No. 7/2021 tentang Perubahan Daftar PSN.
“Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta East – West Phase I. [Lokasi] di Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat,” tulis Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam beleid tersebut, dikutip pada Selasa (14/10/2025).
Selain MRT Timur - Barat, proyek MRT North - South rute Bundaran HI - Kota - Ancol Barat juga masih menjadi PSN Prabowo.
Di mana PT MRT Jakarta (Perseroda) telah menyelesaikan konstruksi terowongan bertingkat kereta bawah tanah pertama di Indonesia pada akhir September 2025 yang menghubungkan Stasiun Harmoni dan Sawah Besar.
Adapun, MRT Jakarta koridor Timur-Barat akan terbentang sepanjang 84 km dari Balaraja, Tangerang hingga Cikarang, Bekasi.
Dalam pengerjaannya, akan terbagi menjadi 4 tahap pekerjaan, yaitu Fase 1 Tahap 1 (Tomang - Medan Satria sepanjang 22,7 km), Fase 1 Tahap 2 (Kembangan - Tomang sepanjang 9,2 km), Fase 2 Timur (Medan Satria - Cikarang sepanjang 21,8 km) dan Fase 2 Barat (Kembangan Balaraja sepanjang 29,9 km).
MRT Jakarta koridor Timur - Barat akan terintegrasi dengan koridor Utara - Selatan dengan titik temu di Stasiun Thamrin yang saat ini sedang dibangun.
Pada tahap awal pembangunan, Fase 1 Tahap 1 dari MRT Jakarta koridor Timur - Barat akan memiliki 21 stasiun yang terdiri dari jalur bawah tanah dari Roxy hingga Galur dan stasiun layang dari Tomang - Grogol dan Cempaka Baru - Ujung Menteng.
Selain itu, pada tahap ini juga akan dibangun depot di kawasan Rorotan dengan jalur akses sepanjang 5,4 km.
Untk diketahui, proyek ini akan dibiayai oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB).
Di mana JICA akan membiayai pekerjaan konstruksi untuk bagian bawah tanah dari Grogol hingga Cempaka Baru sepanjang 8,6 km, 8 stasiun bawah tanah, akses depot elevated, komponen sistem, pekerjaan rel, dan armada kereta.
Sementara ADB akan membiayai pekerjaan konstruksi untuk bagian elevated antara Tomang dan Grogol serta antara Cempaka Baru dan Medan Satria, dengan total panjang 15,9 km, termasuk 13 stasiun layang di sepanjang bagian-bagian tersebut.
Berikut daftar Stasiun MRT Timur—Barat Fase 1 Tahap 1:
- Tomang
- Grogol
- Roxy
- Petojo
- Cideng
- Thamrin
- Kebon Sirih
- Kwitang
- Senen
- Galur
- Cempaka Baru
- Sumur Batu
- Pakulonan Barat
- Pakulonan Timur
- Perintis
- Pulo Gadung
- Penggilingan
- Cakung Barat
- Pulo Gebang
- Ujung Menteng
- Medan Satria