Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Periode Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 H/2026 berhasil menjaga pasokan energi selama periode ... [495] url asal
rangkaian kegiatan Posko Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026 telah berhasil kita lalui dengan aman, lancar dan terkendali
Jakarta (ANTARA) - Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Periode Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 H/2026 berhasil menjaga pasokan energi selama periode Lebaran di tengah kondisi geopolitik dunia yang sedang tidak menentu.
"Kami bersyukur, di tengah kondisi geopolitik dunia yang sedang tidak menentu, rangkaian kegiatan Posko Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026 telah berhasil kita lalui dengan aman, lancar dan terkendali," ujar Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Yudhiawan dalam penutupan Posko Nasional ESDM di Kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Jakarta, Selasa.
Yudhiawan menyampaikan bahwa sepanjang Periode RAFI lalu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Wakil Menteri ESDM Yuliot terjun langsung ke berbagai wilayah untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG), gas bumi, pasokan listrik, serta kesiapan mitigasi bencana geologi, di mana keseluruhannya berjalan baik.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Periode RAFI 2026 Erika Retnowati menyampaikan bahwa Posko dapat berjalan dengan baik berkat kolaborasi dan sinergi para pemangku kepentingan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan Posko sejak periode persiapan, pembukaan, pelaksanaan, hingga penutupan.
Erika juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat yang telah bersama dengan Pemerintah, menjaga suasana kondusif selama Bulan Ramadhan hingga setelah Hari Raya Idul Fitri.
Secara rinci Erika memaparkan bahwa kondisi ketahanan Stok BBM dilaporkan aman, baik untuk jenis Gasoline, Gasoil, Kerosene, maupun Avtur, dengan Ketahanan Stok berhasil terjaga rata-rata di atas 20 hari.
Adapun peningkatan rata-rata konsumsi harian BBM selama periode posko dibandingkan kondisi penyaluran normal paling signifikan terlihat pada jenis Gasoline dengan kenaikan sebesar 15 persen, sedangkan Gasoil turun sebesar 18 persen. Adapun avtur naik sebesar 7,2 persen dibanding penyaluran normal.
Selama periode Posko RAFI 2026, penyaluran LPG juga dilaporkan berjalan aman. Seluruh agen serta pangkalan beroperasi dengan baik untuk melayani kebutuhan gas masyarakat, termasuk Agen dan Pangkalan Siaga 24 yang beroperasi di daerah khusus dengan permintaan tinggi.
"Ketahanan stok LPG Nasional rata-rata selama periode posko adalah 11,6 hari. Penyaluran rata-rata LPG pada periode posko ini adalah 34.206 MT atau mengalami kenaikan sebesar 6,5 persen dari rata-rata normal," ujarnya.
Kondisi yang sama terjadi di sektor gas bumi, di mana dilaporkan tidak mengalami kendala dan dalam keadaan aman. Sementara untuk sektor ketenagalistrikan, secara umum berada pada kondisi aman. Sebanyak 17 sistem berada pada status normal, yakni tidak pernah terjadi siaga maupun defisit.
Pada sektor geologi, terdapat beberapa kejadian kebencanaan geologi, seperti gempa bumi, gerakan tanah. Tidak terdapat gunung api dengan status Awas, hanya terdapat 2 (dua) gunung api dengan status siaga, yaitu Gn. Merapi dan Gn. Semeru. Seluruh kejadian tersebut tidak berdampak terhadap kondisi pasokan dan distribusi energi.
"Seluruh aktivitas gempa bumi, gunung api, dan gerakan tanah, tidak berdampak terhadap kondisi pasokan maupun kelancaran penyaluran energi, baik di sektor BBM, LPG, gas bumi, maupun ketenagalistrikan," ujar Erika.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), selaku Koordinator Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Periode Ramadhan dan Idul ... [666] url asal
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), selaku Koordinator Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Periode Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 Hijriah menyampaikan ketersediaan energi saat puncak mudik dapat terlewati dengan aman.
Anggota Komite BPH Migas, yang juga Ketua Tim Posko Nasional Sektor ESDM Erika Retnowati, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan pihaknya terus bersinergi bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga ketersediaan energi sampai akhir periode posko Lebaran 2026.
"Upaya ini dilakukan agar distribusi energi bagi masyarakat tetap lancar," katanya dalam konferensi video di Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Pada kesempatan itu, Erika mengapresiasi seluruh stakeholder yang telah menjaga pasokan energi sejak awal periode posko hingga puncak arus mudik pada Rabu (18/3/2026) atau H-3 Lebaran 2026.
"Kami ucapkan terima kasih untuk puncak arus mudik pertama (18 Maret 2026) dapat kita lalui dengan lancar," ucapnya.
Erika menambahkan laporan harian dari setiap subsektor terus disampaikan kepada Menteri ESDM guna memastikan kenyamanan dan keamanan masyarakat.
"Masing-masing stakeholder sudah melaporkan, baik dari sektor BBM, gas bumi, kelistrikan, dan kebencanaan geologi. Mudah-mudahan semuanya tetap aman dan andal. Sekali lagi, terima kasih atas kerja samanya, tentu kita siap menghadapi puncak arus mudik kedua dan arus balik nanti," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho mengingatkan pentingnya antisipasi di wilayah Aceh dan Sumatera bagian utara (Sumbagut) yang masih dalam pemulihan pascabencana, terutama terkait potensi lonjakan kebutuhan BBM.
"Di wilayah Sumbagut, diperlukan antisipasi terhadap kebutuhan BBM karena pemudik yang datang tidak hanya dari Sumatera, tapi juga dari Jawa. Saya juga memahami rasa traumatik dari masyarakat yang sempat terjadi panic buying. Untuk itu, skema reguler, alternative, dan emergency (RAE) harus terus dioptimalkan," ujarnya.
Sementara, Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arief menilai proses penyediaan dan distribusi BBM telah berjalan optimal, mulai dari keandalan kilang hingga pendistribusian ke masyarakat.
"Kesiapsiagaan merupakan kunci untuk menjamin distribusi energi, termasuk distribusi BBM agar tetap lancar dan aman," ucapnya.
Selain BBM, penyaluran gas bumi melalui pipa juga dalam kondisi cukup dan stabil.
Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono mengimbau badan usaha menjaga penyaluran gas bumi melalui pipa berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat menikmati Lebaran dengan nyaman.
"Mohon terus dijaga keandalan pasokan dan penyalurannya kepada masyarakat pada momen ibadah di RAFI tahun ini," tuturnya.
Sedangkan, di subsektor BBM, PT Pertamina (Persero) memastikan ketersediaan stok dalam kondisi aman dengan pasokan yang terus diperbarui setiap hari dari berbagai sumber, mulai dari kilang hingga terminal BBM.
Tim Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Periode Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 Hijriah berfoto bersama seusai melaksanakan konferensi video di Jakarta, Kamis (19/3/2026). ANTARA/HO-Humas BPH Migas
Ketahanan stok BBM-LPG
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengungkapkan selama periode RAFI ketahanan stok BBM dan LPG berada pada level yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Di samping itu, penyaluran gas bumi melalui pipa dan jaringan gas rumah tangga berjalan normal tanpa gangguan.
Infrastruktur gas bumi juga dipastikan dalam kondisi aman dan andal selama periode hari raya.
Untuk ketenagalistrikan, Executive Vice President Operasi Sistem Ketenagalistrikan PT PLN (Persero) Jarot Setyawan memastikan sistem kelistrikan nasional dalam kondisi aman selama periode siaga.
Beban puncak saat Lebaran diperkirakan turun 30 persen dibandingkan kondisi normal. Sementara, cadangan pembangkit seluruh sistem di Indonesia dalam kondisi aman dan cukup.
Dari sisi kebencanaan geologi, Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menyampaikan pemantauan terus dilakukan secara intensif, khususnya pada gunung api yang mengalami peningkatan aktivitas seperti Semeru, Marapi, dan Ili Lewolotok, serta potensi terjadinya longsor di sejumlah wilayah di Jawa.
Kegiatan konferensi posko RAFI ini turut dihadiri Plh Direktur BBM BPH Migas Nuryanti Wijayanti dan Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Hilir Migas Mulyono.
Hadir juga secara daring perwakilan kementerian/lembaga dan badan usaha terkait, seperti Ditjen Perhubungan Darat, Ditjen Perhubungan Laut, dan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), BMKG, Korps Lalu Lintas Kepolisian RI, Jasa Marga, Pertamina, AKR, ExxonMobil, Shell, dan Pertagas.
Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ramadhan dan Idul Fitri 2026 diaktifkan untuk beroperasi mengawal ketersediaan energi hingga ... [447] url asal
Jakarta (ANTARA) - Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ramadhan dan Idul Fitri 2026 diaktifkan untuk beroperasi mengawal ketersediaan energi hingga periode mudik Lebaran dengan ketahanan bahan bakar minyak (BBM) nasional dipastikan lebih dari 30 hari.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan ketersediaan energi selama periode tersebut berada dalam kondisi aman baik untuk BBM maupun LPG.
“Ketersediaan BBM secara nasional dan juga LPG melebihi dari cukup. Secara ekosistem untuk ketersediaan BBM itu lebih kurang 30 hari,” kata Yuliot saat pembukaan posko di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan ketahanan tersebut dihitung dari keseluruhan ekosistem pasokan energi, mulai dari produksi minyak dalam negeri, impor, pengolahan di kilang, hingga distribusi ke depo penyimpanan dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Menurut dia, produksi minyak dalam negeri saat ini mencapai sekitar 610 ribu barel per hari, sementara kebutuhan yang belum tercukupi telah dipenuhi melalui impor minyak mentah maupun BBM.
“Untuk proses lanjutan ada transportasi lifting dari dalam negeri yang dikirim ke kilang kita seperti Balikpapan, Balongan, Cilacap, Plaju, dan Dumai,” ujarnya.
Berdasarkan paparan data Kementerian ESDM, cadangan BBM Pertamax (RON 92) tersedia sekitar 29 hari, Pertamina Dex (CN 53) sekitar 45 hari, dan avtur sekitar 37 hari. Yuliot kemudian menekankan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga Pertalite (RON 90) sampai triwulan pertama 2026.
“Bapak Menteri sudah menyampaikan bahwa untuk Pertalite ini tidak akan ada kenaikan harga sampai dengan berakhirnya triwulan pertama 2026,” ucapnya.
Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idul Fitri 2026 Erika Retnowati mengatakan untuk mendukung kelancaran distribusi energi selama periode Ramadan dan Idul Fitri, pemerintah bersama badan usaha menyiagakan 125 terminal BBM, 7.885 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), serta 72 depot pengisian pesawat udara (DPPU).
Selain itu, sektor LPG juga menyiagakan 40 terminal LPG, 757 stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE), serta 6.662 agen LPG guna memastikan pasokan energi tetap terjaga selama periode Ramadan dan Idul Fitri.
Ia menambahkan selama periode posko konsumsi BBM jenis gasoline diperkirakan meningkat sekitar 12 persen dibandingkan kondisi normal, sementara konsumsi avtur diproyeksikan naik sekitar 2,8 persen.
Pemerintah juga memperkirakan jumlah pemudik pada Lebaran 2026 mencapai sekitar 143 juta orang, dengan sekitar 76 juta di antaranya menggunakan kendaraan pribadi.
Ia menyebutkan bahwa pelaksanaan posko akan berlangsung selama 20 hari, dimulai dari 12 Maret 2026 hingga 31 Maret 2026 bertempat di gedung BPH Migas.
Melalui Posko Nasional Sektor ESDM tersebut, pemerintah memperkuat koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga guna memastikan kelancaran distribusi energi selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
“Melalui semangat kolaborasi dan sinergitas antarinstansi diharapkan Posko Nasional Sektor ESDM ini dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat Indonesia dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan aman dan bahagia,” tutur Erika.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan konsumsi BBM secara umum menunjukkan tren positif selama libur akhir tahun yakni ... [336] url asal
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan konsumsi BBM secara umum menunjukkan tren positif selama libur akhir tahun yakni periode Natal 2025 hingga Tahun Baru 2026.
"Selama masa Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, produk BBM gasoline nonsubsidi, yakni Pertamax mencatatkan konsumsi tertinggi hingga 21.609 kiloliter per hari atau meningkat 3,5 persen dibandingkan dengan penjualan normal," jelasnya, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, selama periode satgas sejak 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, pihaknya mengamankan distribusi energi yakni BBM dan LPG berjalan dengan lancar.
Pertamina Patra Niaga menyiagakan infrastruktur dan operasional distribusi BBM dan LPG di seluruh wilayah Indonesia untuk mendukung kelancaran layanan, khususnya di jalur tol, wisata, serta wilayah dengan potensi peningkatan permintaan.
Di sisi layanan masyarakat, Pertamina Patra Niaga juga menghadirkan fasilitas Serambi MyPertamina di jalur-jalur strategis.
Selama masa satgas, jumlah pengunjung Serambi MyPertamina tercatat lebih dari 37.000 orang atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan satgas tahun sebelumnya.
Pada 2025, Pertamina Patra Niaga menyiapkan total 34 titik Serambi MyPertamina yang beroperasi untuk memberikan pelayanan tempat singgah yang nyaman untuk masyarakat.
Mars Ega menjelaskan dengan berakhirnya Posko Nasional Satgas Natal-Tahun Baru Sektor ESDM, Kementerian ESDM bersama Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmen untuk terus menjaga keandalan distribusi energi nasional serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi lonjakan kebutuhan energi dan potensi kebencanaan ke depan.
Posko Nasional Satuan Tugas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Sektor ESDM ditutup Senin (5/1/2026).
Penutupan posko dihadiri Irjen Kementerian ESDM Yudhiawan, yang hadir mewakili Menteri ESDM, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Satgas Natal-Tahun Baru Erika Retnowati, Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero) Jaffee Arizon Suardin, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra, serta jajaran BPH Migas dan pemangku kepentingan terkait lainnya.
Erika Retnowati menyampaikan selama periode satgas, penyaluran energi nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Sementara, Yudhiawan menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan satgas.