Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) Dian Siswarini menyampaikan bahwa 2026 merupakan tahun sibuk bagi perusahaan. Sejumlah inisiatif dan inovasi dalam transformasi bisnis akan dieksekusi pada tahun ini.
Saat ditemui Bisnis Indonesia di kantornya beberapa waktu lalu, Dian mengungkapkan sejumlah rencana besar yang akan dieksekusi Telkom pada tahun ini. Saking banyaknya agenda yang dijalankan, Dian menyebut tahun ini menjadi tahun tersibuk tersebut bagi Telkom.
Sebagai gambaran, tahun lalu Telkom memulai kampanye transformasi Telkom 30 atau Telkom 2030. Transformasi tersebut mengarah pada misi Telkom untuk meraih kinerja yang lebih tinggi, hingga menjadi perusahaan yang lebih bernilai.
Adapun dalam mencapai misi tersebut, sambung Dian, perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah salah satunya melalui strategi 4 pilar.
“Pilar yang pertama adalah personal excellence. Jadi ini seperti bagaimana kita memperbaiki fundamental of all human. Governance-nya, kemudian juga psychological-nya, culture, dan organization,” kata Dian.
Dia menambahkan untuk pilar kedua yaitu streamlining, di mana Telkom ingin membuat struktur grup lebih sederhana. Dia berpendapat anak usaha Telkom yang jumlanya sekitar 60 anak perusahaan, masih terlalu banyak.
Pilar ketiga fokus pada mengubah struktur holding dari personal holding menjadi strategic holding. Dan yang terakhir unlock value.
“Unlocking value dari aset-aset yang selama ini boleh dibilang itu tersembunyi,” kata Dian.
Diketahui, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Telkom menyetujui pemisahan (spin-off) sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity dari Telkom kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia yang dikenal dengan InfraNexia.
Inisiatif pemisahan sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity menjadi entitas baru merupakan bagian dari strategi transformasi TLKM guna menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan ekosistem konektivitas digital yang merata di Indonesia.
InfraNexia juga diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan baru yang akan memperkuat kinerja perusahaan melalui optimalisasi aset infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan infrastruktur digital.
Selain Infranexia, selama hampir satu jam berbincang dengan Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Maria Yuliana Benyamin, Dian juga memberikan banyak bocoran aksi korporasi, inovasi di sektor data center, layanan seluler, menara telekomunikasi hingga serat optik yang akan dilakukan tahun ini.
Seluruhnya diceritakan Dian secara terbuka yang mana dapat Anda saksikan pada video streaming Coffe Time With May, yang akan segera ditayangkan di kanal YouTube Bisniscom.