Bisnis.com, JAKARTA – Sederet upaya dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menggairahkan lantai Bursa melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di tengah lesunya pasar modal.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan pihaknya secara aktif mendorong perusahaan dari berbagai sektor dan skala usaha untuk memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif penghimpunan dana.
Menurut Hasan, upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program sosialisasi dan edukasi yang menyasar calon emiten di berbagai daerah. Program itu tidak hanya ditujukan kepada perusahaan besar, tetapi juga perusahaan menengah dan perusahaan dengan potensi pertumbuhan yang tinggi.
"OJK tetap secara aktif melakukan berbagai upaya untuk mendorong lebih banyak minat perusahaan memanfaatkan pasar modal melalui penerbitan penawaran kepemilikan saham yaitu proses IPO yang dapat dipandang sebagai alternatif pendanaan jangka panjang," katanya dalam konferensi pers hasil RDKB OJK, Jumat (5/6/2026).
Dia menjelaskan, regulator secara rutin menyelenggarakan program sosialisasi, coaching clinic, serta berbagai forum diskusi yang melibatkan pelaku pasar. Melalui kegiatan tersebut, perusahaan diberikan pemahaman mengenai manfaat menjadi perusahaan terbuka serta tahapan yang harus dipenuhi untuk melaksanakan IPO.
Selain memberikan edukasi terkait mekanisme pencatatan saham, OJK juga mengklaim membantu perusahaan memahami berbagai persyaratan yang diperlukan sebelum masuk ke pasar modal. Persiapan tersebut mencakup aspek tata kelola perusahaan, pelaporan keuangan, struktur organisasi, hingga kepatuhan terhadap regulasi.
Dalam pelaksanaannya, OJK bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) menjalankan program pengembangan perusahaan potensial daerah menuju IPO. Program tersebut dikemas dalam bentuk coaching clinic yang turut melibatkan berbagai profesi penunjang pasar modal.
Hasan mengatakan program coachingclinic dirancang untuk mendampingi perusahaan secara lebih intensif, terutama bagi calon emiten yang masih menghadapi kendala dalam proses persiapan IPO. Pendampingan dilakukan agar perusahaan memiliki kesiapan yang memadai sebelum menawarkan saham kepada publik.
"Program coaching clinic ini bertujuan untuk membantu secara dekat perusahaan dimaksud dalam hal terdapat hambatan yang dialami oleh perusahaan dalam melakukan IPO," katanya.
Selain pendampingan kepada calon emiten, OJK juga tengah mengkaji sejumlah ketentuan terkait penawaran umum. Salah satu fokus pembahasan adalah penyederhanaan dokumen penawaran umum guna mempercepat proses IPO tanpa mengurangi kualitas maupun standar perusahaan tercatat.
Regulator berharap penyederhanaan tersebut dapat meningkatkan efisiensi proses penghimpunan dana di pasar modal sekaligus memperluas akses perusahaan untuk mendapatkan sumber pembiayaan yang kompetitif.
Di tengah kondisi pasar saat ini, OJK menilai minat perusahaan untuk melaksanakan IPO masih cukup terjaga. Indikasi tersebut terlihat dari masih adanya sejumlah perusahaan yang tengah mempersiapkan proses pencatatan saham.
Hasan menerangkan, saat ini terdapat sedikitnya 15 perusahaan yang berada dalam pipeline pengajuan pernyataan pendaftaran kepada OJK. Perusahaan-perusahaan tersebut berpotensi melaksanakan IPO pada tahun ini setelah memenuhi seluruh persyaratan yang berlaku.
”Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh OJK juga dengan BEI serta kita harapkan terjadi perbaikan dan penguatan fundamental ekonomi dan kondisi di pasar modal saat ini. Tentu kedepan kita harapkan akan kembali mengundang minat perusahaan untuk melakukan penghimpunan modal melalui proses IPO yang kita harapkan dari waktu ke waktu akan mengalami peningkatan dan pertumbuhan kembali,” katanya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.