Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan nasional (wisnas) cenderung menurun pada April 2026.
Sebagai konteks, wisnus merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur banyaknya perjalanan wisatawan Tanah Air di dalam negeri, sedangkan wisnas mencerminkan jumlah warga Indonesia yang melancong ke luar negeri selama periode tertentu.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengatakan, jumlah perjalanan wisatawan nusantara alias wisnus pada April 2026 mencapai 97,55 juta perjalanan, turun 22,79% secara bulanan (mtm) atau jika dibandingkan dengan Maret 2026.
“Sedangkan jika dibandingkan dengan April 2025, perjalanan wisnus ini mengalami penurunan sebesar 24,14% [secara tahunan atau yoy],” kata Pudji dalam rilis berita resmi statistik, Selasa (2/6/2026).
Kendati demikian, dia menjelaskan bahwa jumlah perjalanan wisnus secara kumulatif pada Januari–April 2026 masih menunjukkan tren positif. Sepanjang periode tersebut, jumlah perjalanan wisnus tercatat mencapai 417,06 juta perjalanan atau meningkat 1,48% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Capaian kunjungan wisnus Januari hingga April 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2021," lanjutnya.
Pada saat yang sama, BPS mencatat perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri alias wisatawan nasional juga mengalami penurunan.
Jumlah perjalanan wisnas pada April 2026 tercatat sebanyak 644.000 perjalanan, turun 18,85% dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan, penurunan perjalanan wisnas tercatat lebih dalam dengan persentase 30,54% dibandingkan April 2025.
Kemudian, secara kumulatif atau selama Januari-April 2026, jumlah perjalanan wisnas mencapai 3,14 juta perjalanan. Realisasi tersebut juga turun 3,49% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
"Secara kumulatif, jumlah perjalanan wisnas selama Januari hingga April 2026 mencapai 3,14 juta perjalanan atau menurun 3,49% dibandingkan periode yang sama tahun lalu," tutur Pudji.
Di sisi lain, tren berbeda ditunjukkan oleh jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Tanah Air. BPS mencatat jumlah kunjungan wisman per April 2026 sebanyak 1,25 juta kunjungan, naik 14,75% secara bulanan (mtm) atau naik 7,22% secara tahunan (yoy).
Menurut Pudji, peningkatan jumlah turis asing ke dalam negeri ini salah satunya didorong oleh adanya momentum libur di Australia dan spring holiday di Prancis.