Bisnis.com, CIREBON- Perjalanan kereta api dari dan menuju Daop 3 Cirebon kembali normal setelah banjir di wilayah Daop 4 Semarang, tepatnya di jalur hulu Semarang Tawang–Alastua, berangsur surut pada Jumat (31/10/2025) pagi.
Jalur yang sempat terendam air hingga tidak bisa dilalui kini sudah dapat dilewati kembali oleh kereta api dengan kecepatan terbatas.
Menurut Manager Humas KAI Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon, Muhibbuddin, proses pemulihan dilakukan segera setelah air surut di petak jalan Km 2+300 hingga Km 4+500.
“Alhamdulillah, sejak tadi malam jalur sudah bisa dilalui dengan lokomotif biasa setelah sebelumnya hanya bisa dilewati dengan lokomotif Diesel Hidrolik BB 304. Meski begitu, laju kereta masih dibatasi untuk memastikan keselamatan,” ujarnya, Jumat (31/10/2025).
Walau jalur hulu sudah kembali terbuka, dampak kepadatan lintas masih terasa di sejumlah rute yang melintas wilayah Cirebon.
Beberapa kereta dari arah barat maupun timur masih mengalami antrean akibat pengaturan lintasan yang padat sejak malam hingga pagi.
“Kondisi perjalanan dari malam hingga pagi ini masih terjadi penumpukan di beberapa titik. Namun penguraian terus dilakukan secara bertahap agar seluruh jadwal bisa kembali sesuai rencana,” terang Muhibbuddin.
Muhibuddin mengatakan, petugas di lapangan masih terus memantau pergerakan kereta di jalur yang sempat terdampak. KAI memastikan seluruh prosedur keselamatan tetap dijalankan, terutama pada area yang baru saja dinormalisasi.
KAI menegaskan, upaya perbaikan tidak berhenti hanya pada pembukaan jalur. Tim teknis di lapangan masih melakukan sejumlah pekerjaan untuk menguatkan kembali struktur rel.
“Perbaikan mencakup penambahan lapisan balas, pemadatan tanah untuk memperkuat struktur, serta pembersihan saluran drainase di sisi kanan dan kiri jalur. Langkah ini penting agar jalur dapat kembali dilalui dengan kecepatan normal,” kata Muhibbuddin.
Pihak KAI juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kondisi sekitar jalur bebas dari potensi genangan baru. Dengan musim hujan yang mulai aktif, langkah mitigasi dini menjadi fokus utama agar gangguan serupa tidak terulang.
Sebelum jalur kembali normal, KAI Daop 3 Cirebon sempat menerapkan pola operasi darurat dengan memutar sejumlah perjalanan dari jalur utara ke jalur selatan.
Langkah itu diambil untuk menjaga kelancaran arus perjalanan, meski menyebabkan keterlambatan di beberapa jadwal.
Selain itu, bagi penumpang yang perjalanannya terganggu, KAI menyediakan fasilitas pengalihan menggunakan bus ke stasiun tujuan. Pelanggan yang memilih untuk membatalkan perjalanannya juga mendapatkan pengembalian bea tiket sebesar 100%
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat kondisi cuaca ekstrem ini. Karena itu, KAI memberikan opsi terbaik agar masyarakat tetap bisa melanjutkan perjalanan dengan aman,” jelas Muhibbuddin.
Meski jalur telah dibuka kembali, KAI menegaskan, keselamatan penumpang dan perjalanan kereta tetap menjadi prioritas utama. Petugas pengawas jalur masih ditempatkan di lokasi terdampak untuk memastikan rel dalam kondisi aman sebelum setiap kereta melintas.
“Kami mohon maaf atas keterlambatan dan gangguan yang terjadi akibat banjir ini. Terima kasih atas kesabaran para pelanggan yang tetap memahami situasi. Kami akan terus berkomitmen menjaga keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api,” tutup Muhibbuddin.