Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Ciputra Indonesia atau Ciputra Life sedang mempertimbangkan untuk berkolaborasi dengan pihak lain dalam pembentukan Dewan Penasihat Medis atau Medical Advisory Board (MAB).
Direktur Ciputra Life Listianawati Sugiyanto mengatakan perusahaannya mendukung kebijakan OJK yang semula tertuang dalam SEOJK 7/2025 itu. Menurutnya, dewan ini akan memperkuat ekosistem asuransi kesehatan di Indonesia.
“Untuk pembentukan Dewan Penasihat Medis tersebut, kami saat ini mempertimbangkan untuk berkolaborasi dengan pihak lain, seperti perhimpunan kedokteran yang mempunyai pengalaman dan keahlian yang mumpuni,” katanya kepadaBisnis, dikutip pada Sabtu (11/10/2025).
Listianawati melanjutkan, Ciputra Life berharap para perhimpunan kedokteran itu bisa memberikan pandangan medis secara lebih komprehensif.
Pasalnya, dia melihat DPM ini dapat membantu perusahaan asuransi memperkuat kualitas proses penanganan klaim dan melakukan review terhadap utilisasi klaim.
“Yang tentunya akan memberikan masukan yang bermanfaat bagi perusahaan asuransi dalam menyusun fitur dan melakukanpricingterhadap produk asuransi kesehatan,” ucapnya.
Tidak sampai di situ, dia berharap DPM yang bersifat independen ini dapat berperan lebih aktif dalam proses penanganan klaim, termasuk dalam menghadapi kasus-kasus kompleks dan menjadi mediator ketika ada perbedaan interpretasi antara perusahaan asuransi dan pihak penyedia layanan kesehatan.
“Kami selaku pelaku industri asuransi selalu mendukung langkah-langkah OJK dalam rangka memperkuat ekosistem asuransi kesehatan di Indonesia, sehingga bisa memberikan perlindungan yang maksimal dan pelayanan yang terbaik kepada seluruh masyarakat Indonesia dengan biaya premi yang terjangkau,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Ciputra Life baru saja meluncurkan produk Ciputra Medical Insurance pada pertengahan 2024. Produk ini adalah asuransi kesehatan kumpulan sebagai solusi bagi perusahaan dalam memastikan perlindungan kesehatan yang terbaik bagi seluruh karyawannya.
Menilik laporan keuangan terakhir dalam laman resminya, Ciputra Life per Juli 2025 membukukan pendapatan premi sebesar Rp301,77 miliar, turun 15% pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, beban klaim dan manfaat yang dibayar per Juli 2025 senilai Rp71,77 miliar, turun 68% secara (year on year/YoY).