Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberi sinyal rumah susun (rusun) subsidi Meikarta nantinya dapat dipasarkan meski masih dalam tahap persiapan pembangunan oleh Lippo Group.
Ara menjelaskan bahwa opsi tersebut tengah digodok dalam rangka meningkatkan minat masyarakat untuk tinggal di hunian vertikal.
"Kalau rumah subsidi tapak kan dia jadi dulu baru bisa dibeli. Nah, kalau ini kita akan berlakukan [berbeda], tetapi makanya kita tanya tadi kepada ekosistem perbankan, developer, kontraktor semuanya," kata Maruarar saat ditemui di Kawasan Meikarta, Jawa Barat, Kamis (30/1/2026).
Pasalnya, tambah Ara, sepanjang 2025 pemerintah hanya menyalurkan 3 unit rusun subsidi. Berkaca dari hal itu, maka akan diberlakukan aturan baru dalam rangka mendorong penyerapan rusun subsidi.
"Artinya skemanya itu tidak menarik, kan gitu. [Apakah akan inden] kita bicarakan, kita diskusikan semuanya," tambahnya.
Sejalan dengan hal itu, Ara memastikan bahwa pihaknya akan segera meneken dan menerbitkan aturan baru mengenai penyaluran rusun subsidi.
Untuk diketahui sebelumnya, berdasarkan Peraturan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Nomor 9 Tahun 2025, pembiayaan KPR subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hanya diberlakukan bagi unit siap huni atau ready stock.
Aturan itu ditetapkan guna menjamin kesesuaian fisik bangunan dengan standar subsidi dan mencegah masalah serah terima.
Sementara itu, konstruksi rusun subsidi Meikarta dijadwalkan bakal berlangsung pada awal Maret 2026 lewat pemasangan tiang pancang sebagai fondasi konstruksi.
Berdasarkan lini masa yang disampaikan Kementerian PKP, pembangunan struktur konstruksi akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2026 dan akan rampung mulai 2028.