Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) melaporkan penjualan eceran terkontraksi sebesar 11,6% secara bulanan (month to month/MtM) pada April 2026, setelah tumbuh sebesar 10,3% MtM pada bulan sebelumnya.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa penurunan penjualan eceran itu lebih dipengaruhi oleh faktor musiman.
"Sejalan dengan normalisasi permintaan masyarakat setelah periode HBKN Ramadan dan Idulfitri 1447 H," jelas Denny dan keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Adapun penurunan terjadi di mayoritas kelompok penjualan, dengan kontraksi terdalam pada Kelompok Barang Lainnya (-16,6% MtM); Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi (-12,5% MtM); dan Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (-12,3% MtM).
Secara tahunan (year on year/YoY), penjualan eceran juga mengalami kontraksi sebesar 3,7%, mengakhiri pertumbuhan YoY dalam 12 bulan sebelumnya. Berdasarkan kelompoknya, penurunan terutama bersumber dari Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (-3,8% YoY); Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi (-26,4% YoY); serta Subkelompok Sandang (-7,0% YoY).
Sementara pada bulan selanjutnya atau Mei 2026, BI memproyeksikan penjualan eceran masih mengalami kontraksi sebesar 0,9% MtM, membaik dari realisasi bulan sebelumnya (-11,6%% MtM). Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh peningkatan permintaan pada periode HBKN Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak.
Sejalan, penjualan eceran juga diproyeksikan mengalami penurunan secara tahunan. IPR Mei 2026 diprakirakan terkontraksi sebesar 3,2% YoY, sedikit membaik dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan bulan sebelumnya (-3,7% YoY).
"Ditopang terutama oleh peningkatan penjualan secara tahunan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, dan Barang Lainnya," ujar Denny.
Lebih lanjut, dari sisi harga, diperkirakan inflasi pada tiga bulan yang akan datang atau Juli 2026 cenderung stabil. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juli 2026 berada di level 175,8, tak jauh berbeda dibandingkan dengan periode sebelumnya (175,6).
Sementara itu, inflasi pada enam bulan yang akan datang, alias Oktober 2026, diperkirakan akan mengalami peningkatan. Alasannya, IEH Oktober 2026 berada di level 167,6, lebih tinggi dari periode sebelumnya (163,2).