Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih dalam proses pengusulan untuk lokasi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy.
“Jakarta belum. Jadi Jakarta sedang mengusulkan, karena memang Jakarta ini belum memiliki tanah untuk itu," kata Hanif ditemui usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta pada Senin (23/2/2026), dikutip dari Antara.
Hanif menyebut pihaknya terus mendorong Pemprov DKI Jakarta dan Jawa Barat (Jabar) untuk melengkapi dokumen yang diperlukan untuk pengusulan pembangunan PSEL.
Kedua wilayah tersebut masuk dalam target pembangunan PSEL karena jumlah timbulan sampah yang sangat besar.
Wilayah DKI Jakarta diprakirakan menghasilkan sekitar 9.180 ton per hari tahun ini dan 8.700 ton per hari pada 2025, menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) KLH/BPLG.
Terkait pengusulan PSEL oleh Pemprov DKI Jakarta, Hanif menyebut dokumen yang diajukan belum lengkap dan prosesnya masih berjalan.
"Tetapi dokumennya belum lengkap. Jadi setelah dokumennya lengkap, kami cek, baru kemudian kami bawa rapat di Rakortas di Kemenko Pangan. Setelah disetujui, kami akan melakukan ground check tim terpadu, hampir tujuh kementerian," tuturnya.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan pada hari yang sama menyebutkan pemerintah berencana membangun PSEL di 33 lokasi, berkurang dari rencana sebelumnya yaitu 34 lokasi.
Khusus untuk wilayah Jakarta, Kemenko Pangan menyebut rencananya akan dibangun PSEL pada tiga lokasi.
"Walaupun kotanya satu seperti Jakarta, tapi PSEL itu ada tiga. Di Bantargebang dua, sama di Jakarta Utara satu, ada tiga. Di Sunter ya, ada tiga. Itu berjalan karena darurat, itu memakai implementasi Waste to Energy," kata sosok yang kerap disapa Zulhas.