Bisnis.com, JAKARTA — Platform streaming mengubah peta bisnis industri musik Indonesia. Pendengar dari luar negeri kini menjadi penyumbang terbesar royalti musisi nasional, menandai bergesernya sumber pertumbuhan industri ke pasar global.
Laporan Loud & Clear 2026 Spotify menunjukkan lebih dari 60% royalti musisi Indonesia berasal dari pendengar di luar negeri. Nilainya meningkat lebih dari 16% dibandingkan tahun sebelumnya dan telah berlipat dua dalam tiga tahun terakhir.
Perubahan tersebut menandai bergesernya pola bisnis industri musik. Jika sebelumnya ekspansi ke pasar global identik dengan tur konser, distribusi album fisik, atau kerja sama dengan label internasional, kini pendapatan dapat diperoleh melalui distribusi digital kepada pendengar di berbagai negara.
Jangkauan musik Indonesia juga terus meluas. Pendengar dari Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Filipina, hingga sejumlah negara lain menjadi kontributor royalti bagi musisi Indonesia.
Di sisi lain, pasar domestik tetap menjadi fondasi industri musik nasional. Sepanjang tahun lalu, sekitar 80% lagu yang masuk tangga lagu Daily Top 50 Indonesia berasal dari artis Indonesia. Pada periode yang sama, musisi Indonesia ditemukan lebih dari 6,3 miliar kali oleh pendengar baru melalui Spotify.
Managing Director Spotify Southeast Asia, Gustav Back, mengatakan pertumbuhan pendengar dari luar negeri berjalan beriringan dengan kuatnya dukungan pasar domestik terhadap karya musisi Indonesia.
"Kedua tren ini menunjukkan bagaimana musik Indonesia menjangkau lebih banyak pendengar dan menciptakan peluang baru untuk musisi Tanah Air," ujarnya.
Perubahan lanskap industri tersebut juga mulai dipandang sebagai peluang bagi pengembangan ekonomi kreatif nasional. Digitalisasi dinilai memperluas akses musisi dari berbagai daerah untuk menjangkau pasar yang sebelumnya sulit ditembus.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan perkembangan platform digital sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat talenta kreatif Indonesia memasuki pasar regional dan global.
Menurut dia, sektor ekonomi kreatif saat ini menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja yang mayoritas berasal dari generasi Z dan milenial. Kehadiran platform streaming dinilai membuka kesempatan yang lebih merata bagi para musisi untuk memperkenalkan karya mereka.
"Platform streaming telah mendemokratisasi akses ke industri musik. Kini, musisi dari berbagai penjuru Indonesia memiliki peluang yang sama untuk dikenal lebih luas," katanya.
Bagi musisi, perkembangan layanan streaming juga mengubah cara membangun hubungan dengan pendengar. Interaksi dengan penggemar kini dapat berlangsung secara langsung melalui berbagai fitur digital tanpa harus bertemu di panggung konser.
Gitaris Reality Club, Faiz Novascotia Saripudin, mengatakan berbagai fitur interaktif di Spotify membantu grup musik tersebut membangun hubungan yang lebih dekat dengan penggemarnya.
"Lewat fitur seperti Listening Parties, kami bisa berinteraksi langsung dengan fans. Di sisi lain, inovasi seperti SongDNA juga membuka lebih banyak cara bagi pendengar untuk menemukan musik kami," ujarnya.
Penyanyi Idgitaf juga mengaku perkembangan platform streaming turut mendukung perjalanan kariernya sejak awal. Dia menilai program RADAR Indonesia hingga dukungan saat peluncuran album terbaru membantu memperluas jangkauan pendengarnya.
"Dari awal karier, perjalananku sudah banyak didukung Spotify, mulai waktu jadi bagian dari Artis RADAR Indonesia di tahun 2022, sampai di perilisan album terbaru Berusaha di Bawah Hujan," ujarnya.
Head of Music Spotify Southeast Asia, Kossy Ng, mengatakan tantangan industri musik saat ini tidak lagi sebatas membuat lagu ditemukan oleh pendengar. Menurut dia, keberlanjutan karier musisi sangat bergantung pada kemampuan membangun hubungan jangka panjang dengan penggemar.
"Setiap hari, pendengar menemukan musik baru melalui playlist, namun dampak sesungguhnya terjadi ketika mereka terus hadir mendukung perjalanan musisi, menyebarkan musik mereka, dan menjadi bagian dari komunitas penggemar," ujarnya.