Bisnis.com, JAKARTA — Bahaya HIV/AIDS penting dikenali karena virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan membuat tubuh jauh lebih rentan terhadap berbagai infeksi.
HIV/AIDS menjadi ancaman kesehatan serius karena penularannya dapat terjadi tanpa disadari. Ketika sistem kekebalan melemah, tubuh kesulitan melawan penyakit sehingga risiko komplikasi semakin besar.
Kondisi ini kerap berkembang tanpa gejala awal yang jelas, membuat banyak orang tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi. Tanpa pemeriksaan yang tepat, penularan dapat terus berlangsung dari satu orang ke orang lainnya.
Langkah deteksi dini juga membantu mencegah perkembangan penyakit ke tahap yang lebih parah.
Berikut faktor hingga metode pemeriksaan HIV
Faktor Risiko HIV /AIDS
Penularan HIV/AIDS berlangsung melalui dua jalur utama, yakni cairan kelamin dan darah, sehingga berbagai faktor risikonya selalu berkaitan dengan kedua jalur tersebut. Berikut faktor penularan HIV/AIDS:
1. Berganti-ganti pasangan dan berhubungan seksual melalui dubur/anus tanpa menggunakan kondom.
2. Menggunakan jarum suntik secara bersamaan.
3. Penularan HIV/AIDS dari ibu hamil ke janin melalui plasenta.
4. Mendapatkan suntikan, transfusi darah atau prosedur medis lainnya yang tidak steril atau tidak dilakukan dengan profesional.
Cara Mencegah HIV/AIDS
Selain paham akan faktor risikonya, perlu juga memahami cara pencegahan HIV/AIDS yang tepat. Berikut cara pencegahannya:
1. Setia dan menghindari berganti-ganti pasangan.
2. Hindari penggunaan segala jenis narkotika, terutama yang melalui jarum suntik.
3. Melakukan edukasi terkait penularan hingga pengobatan HIV/AIDS kepada masyarakat, agar proses penularan tidak terus berlanjut.
Metode Pemeriksaan HIV
Pemeriksaan HIV menjadi langkah penting untuk mendeteksi dan mendiagnosis HIV melalui dua metode utama, yakni:
1. Pemeriksaan Serologis
Pemeriksaan serologis dilakukan untuk mendeteksi antibodi anti-HIV dalam darah seseorang dan dapat dilakukan pada 18 bulan ke atas serta hasilnya dinyatakan positif jika tiga metode atau reagen berbeda menunjukkan hasil reaktif.
2. Pemeriksaan Virologis
Pemeriksaan virologis dilakukan untuk mengetahui jumlah dan aktivitas HIV dalam darah serta membantu mengukur viral load dan memantau respons terhadap pengobatan ARV. (Angel Rinella)