Bisnis.com, CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon memastikan penanganan kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak diberikan secara gratis di seluruh rumah sakit milik pemerintah. Kebijakan ini diambil agar masyarakat, termasuk yang belum memiliki jaminan kesehatan, tetap dapat memperoleh layanan medis.
Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan langkah tersebut diambil seiring meningkatnya kewaspadaan terhadap penyebaran campak, terutama saat peralihan musim dari kemarau ke penghujan yang berpotensi memicu gangguan kesehatan.
“Silakan masyarakat datang ke rumah sakit daerah. Bagi yang belum memiliki BPJS tetap akan dilayani. Yang penting segera berobat agar penanganan bisa cepat,” kata Imron, Selasa (5/5/2026).
Dia menjelaskan, Dinas Kesehatan bersama puskesmas di sejumlah kecamatan seperti Cewaringin, Mundu, dan Sumber telah diminta meningkatkan pemantauan sekaligus penanganan kasus di lapangan. Langkah ini mencakup deteksi dini, perawatan pasien, hingga edukasi kepada masyarakat.
Imron juga mengingatkan masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan di tengah perubahan cuaca. Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu dapat meningkatkan risiko penularan berbagai penyakit, termasuk campak.
Di sisi lain, pemerintah daerah masih menemukan adanya penolakan terhadap vaksinasi. Imron mengimbau para orang tua tidak ragu memberikan imunisasi kepada anak sebagai upaya pencegahan utama.
“Jangan takut vaksin. Itu untuk kebaikan anak-anak kita. Orang tua harus memberikan pemahaman agar imunisasi bisa berjalan,” ujarnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan menetapkan empat kecamatan di Kabupaten Cirebon sebagai wilayah KLB campak setelah ditemukan puluhan kasus pada pekan ke-15 tahun 2026. Keempat wilayah tersebut yakni Kecamatan Mundu, Sumber, Greged, dan Ciwaringin.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni mengatakan secara keseluruhan Kabupaten Cirebon tidak berstatus KLB. Namun, lonjakan kasus yang terpusat di empat kecamatan membuat penetapan status KLB dilakukan secara terbatas.
Berdasarkan data Dinkes, terdapat 119 kasus suspek campak di empat kecamatan tersebut, dengan 23 kasus di antaranya telah terkonfirmasi positif.
Rinciannya, Kecamatan Mundu mencatat 29 kasus suspek dengan dua kasus positif, Kecamatan Sumber 24 suspek dengan lima positif, Kecamatan Greged 33 suspek dengan tujuh positif, serta Kecamatan Ciwaringin 33 suspek dengan sembilan kasus positif.
"Sampai sekarang tidak dilaporkan adanya kematian akibat penyakit tersebut. Dinkes menilai kondisi masih dapat dikendalikan melalui intervensi cepat di lapangan," kata Eni.
Perluasan Imunisasi
Sebagai langkah penanggulangan, Dinas Kesehatan telah menjalankan program vaksinasi kejar atau catch-up campaign (CUC) yang menyasar anak usia 9 bulan hingga 59 bulan. Program ini telah mencapai sekitar 95 persen cakupan di tingkat kabupaten.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) yang menyasar kelompok usia lebih luas, yakni anak 9 bulan hingga 13 tahun. Program ini tidak hanya difokuskan pada wilayah KLB, tetapi juga akan diperluas ke tujuh kecamatan lain sebagai langkah pencegahan.
Menurut Eni, perluasan imunisasi dilakukan karena mobilitas penduduk antarwilayah yang cukup tinggi. Kondisi tersebut dinilai dapat mempercepat penyebaran virus campak dari daerah terdampak ke wilayah lain.
Di sisi lain, capaian imunisasi measles-rubella (MR) di Kabupaten Cirebon dalam lima tahun terakhir rata-rata masih di bawah 80 persen. Angka tersebut dinilai belum cukup untuk membentuk kekebalan kelompok secara optimal sehingga potensi penularan masih terbuka.
“Mobilitas masyarakat cukup tinggi, sementara cakupan imunisasi belum ideal. Ini yang menjadi perhatian kami,” ujarnya.
Dinas Kesehatan juga meningkatkan pemantauan kasus melalui fasilitas pelayanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit, guna memastikan deteksi dini dan penanganan cepat terhadap pasien dengan gejala campak.
Masyarakat diimbau segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala seperti demam, ruam kemerahan, batuk, dan mata merah. Selain itu, orang tua diminta memastikan imunisasi anak telah lengkap sesuai jadwal.