Bisnis.com, JAKARTA — Center of Reform on Economics (Core) Indonesia meminta pemerintah untuk membangun peternakan ayam nasional secara merata.
Hal ini menyusul rencana pemerintah yang akan membangun peternakan ayam pedaging dan petelur.
Pengamat pertanian dari Core Indonesia Eliza Mardian mengingatkan agar program pengembangan sektor unggas tidak terjebak pada pola Jawa-sentris. Pasalnya, kondisi ini berpotensi memperlebar disparitas harga dan kesejahteraan peternak antarwilayah.
Eliza menyebut saat ini lebih dari 60% produksi ayam pedaging dan petelur nasional masih terkonsentrasi di Jawa. Menurutnya, kondisi ini bukan hanya menimbulkan ketimpangan pasokan, melainkan juga membuat biaya distribusi dan harga di luar Jawa jauh lebih tinggi.
“Ini yang menyebabkan disparitas harga antara peternak harga telur dan juga harga ayam di Jawa dan luar Jawa,“ kata Eliza kepada Bisnis, Senin (10/11/2025).
Selain itu, dia menuturkan kebijakan pemerintah yang berjalan serentak di seluruh Indonesia harus memperhatikan persoalan logistik dan karakteristik komoditas unggas yang mudah rusak. Salah satu solusinya adalah membangun sentra peternakan baru di luar Jawa.
Namun, Eliza menyebut tidak semua wilayah bisa dijadikan lokasi pengembangan peternakan karena faktor lingkungan harus sesuai.
“Jadi memang ketinggiannya harus sedang, terus cuacanya juga relatif stabil, tidak terlalu ekstrem. Karena kalau misalkan terlalu dingin, nah ini kan akan mengganggu juga pertumbuhan ayam, dan juga kalau terlalu panas juga ini ayamnya bisa stres,” ujarnya.
Selain faktor lingkungan, Core menilai juga penting melihat ketersediaan infrastruktur dan bahan baku pakan yang efisien di daerah pengembangan, sehingga bisa mengurangi biaya distribusi dan mengurangi disparitas harga.
Bahkan, dia meyakini jika pembangunan sentra peternakan dilakukan secara inklusif, maka akan menciptakan efek berganda yang sangat besar, membuka lapangan kerja, memperkuat daya beli masyarakat, hingga mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Perekonomian lokal sana akan bergerak, sehingga ketika itu terjadi ini penyerapan tenaga kerja juga optimal. Terus juga mereka mendapatkan pendapatan yang layak, sehingga spending mereka bisa bertambah. Ini kan roda perekonomian akan terus berputar seperti itu,” tuturnya.
Sebelumnya, pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia akan membangun peternakan ayam senilai Rp20 triliun sekaligus untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG). Anggaran tersebut akan digelontorkan mulai Januari 2026.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, pembangunan peternakan ayam pedaging dan petelur tersebut akan difokuskan di wilayah-wilayah yang masih mengalami kekurangan pasokan ayam dan telur.