Bisnis.com, MAKASSAR - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memprediksi penumpang pelabuhan di wilayah timur yang terbentang dari sebagian Kalimantan hingga Papua, akan menampung 835.451 orang saat musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Angka tersebut lebih tinggi 6% jika dibandingkan realisasi penumpang Nataru pada tahun sebelumnya yang mencapai 788.246 orang.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis mengatakan perkiraan pertumbuhan ini dipicu oleh makin meningkatnya mobilitas masyarakat antarwilayah, optimalisasi layanan terminal penumpang, hingga peningkatan frekuensi kapal penumpang.
Selain itu berbagai program peningkatan kualitas pelayanan yang telah dilakukan Pelindo Regional 4 di sejumlah pelabuhan kelolaan, juga menjadi faktor pendukung makin maraknya masyarakat menggunakan transportasi laut.
"Saat Nataru, lonjakan penumpang sering terjadi di wilayah timur. Fokusnya biasa terjadi di wilayah Papua, Ambon, Ternate, dan Makassar," kata Abdul Azis di Makassar, Senin (15/12/2025).
Jika melihat data pada 2024, ada 5 pelabuhan di wilayah timur yang mencatat arus penumpang terbanyak. Pelabuhan Ambon menjadi yang tertinggi dengan total 116.965 orang.
Disusul Pelabuhan Makassar sebanyak 90.697 orang, Pelabuhan Parepare sebesar 78.527 orang, Pelabuhan Balikpapan sebanyak 72.132 orang, dan Pelabuhan Manado sebanyak 69.252 orang.
Tahun ini, pelabuhan-pelabuhan tersebut diperkirakan akan mengalami peningkatan penumpang. Pelabuhan Ambon diperkirakan akan tembus 123.982 orang, Pelabuhan Makassar diperkirakan capai 96.138 orang, disusul Pelabuhan Parepare proyeksi 83.238 orang.
Kemudian Pelabuhan Balikpapan diprediksi 76.459 orang dan Pelabuhan Manado diperkirakan meningkat menjadi 73.407 orang.
General Manager Pelindo Regional 4 Makassar Iwan Sjarifuddin mengatakan pergerakan penumpang selama Nataru di Pelabuhan Makassar biasanya mengarah ke wilayah Maluku hingga Papua. Lonjakan akan makin terasa saat memasuki H-3 Natal.
Oleh sebab itu pihaknya telah bersiap dengan melakukan perbaikan layanan di pelabuhan, hingga mengoptimalkan aktivitas kapal perintis, kapal Ro-Ro, dan speed boat.
Kondisi tersebut berjalan seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat di kawasan timur.
"Antisipasi sudah dilakukan, berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Kita melihat bahwa pertumbuhan penumpang yang melewati Pelabuhan Makassar itu selalu ada kenaikan," tuturnya.