Bisnis.com, JAKARTA — PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOMF) atau WOM Finance menilai tantangan utama dalam penyaluran pembiayaan syariah, terutama pembiayaan haji adalah pangsa pasar yang masih terbatas, akibat coverage cabang syariah perusahaan yang belum merata.
Direktur Keuangan WOM Finance Cincin Lisa Hadi mengatakan tantangan itu membuat akses dan penetrasi pembiayaan syariah ke calon nasabah belum sepenuhnya optimal.
“Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan menargetkan perluasan coverage dengan melakukan pembukaan kantor cabang syariah serta mengoptimalkan layanan digital,” ucapnya kepada Bisnis, dikutip pada Senin (2/3/2026).
Kendati demikian, Cincin menyampaikan pada 2025 pembiayaan Haji yang disalurkan perusahaan menunjukkan tren yang positif. Hal ini ditunjukkan dari sepanjang periode pencatatan April hingga Desember 2025, kinerja produk itu mencatatkan pertumbuhan rata-rata bulanan sebesar 72%.
“Meskipun proporsi pertumbuhannya cukup baik, tetapi hingga saat ini pembiayaan produk Haji belum menjadi kontributor utama dalam portofolio syariah, yang mana saat ini masih didominasi oleh pembiayaan motor baru syariah,” bebernya.
Oleh karena itu, untuk terus mengembangkan pembiayaan syariah, khususnya produk Haji, WOM Finance akan menguatkan ekosistem syariah melalui kolaborasi dengan beberapa mitra seperti penyedia travel, majelis ta'lim dan lembaga terkait, memperluas coverage, dan terus memperbanyak peningkatan literasi keuangan syariah kepada masyarakat.
Selain itu, imbuhnya, perusahaan juga fokus pada peningkatan fitur produk dan layanan agar lebih kompetitif di tengah persaingan industri multifinance yang semakin ketat.
Lebih jauh, Cincin membeberkan penyaluran pembiayaan syariah secara keseluruhan meningkat sebesar 20% (year on year/YoY) sepanjang 2025. Dia menyebut, kontribusi pembiayaan ini masih lebih kecil dibandingkan portofolio konvensional.
“Pada 2026, perusahaan memproyeksikan pembiayaan syariah akan terus tumbuh dengan target peningkatan kontribusi terhadap total portofolio pembiayaan, didorong oleh ekspansi segmen pasar dengan mengoptimalkan ekosistem syariah, perluasan coverage wilayah, dan optimalisasi digitalisasi layanan,” tegasnya.
Selain itu, lanjut Cincin, perusahaan juga menargetkan pertumbuhan yang lebih agresif pada produk Haji dan Emas dengan tetap menjaga kualitas aset dan tingkat pembiayaan bermasalah dalam batas yang sehat.