Bisnis.com, BANDUNG -- Pemerintah Kabupaten Sumedang melakukan penataan ulang atau re-arrangement strategi pengembangan ekonomi di kawasan industri Buahdua, Ujungjaya, dan Tomo (BUTOM) untuk tahun 2027. Langkah strategis ini diambil guna memacu pertumbuhan wilayah dengan mengoptimalkan potensi sumber daya lokal.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menjelaskan bahwa pengaturan ulang strategi BUTOM dilakukan tanpa menggugurkan legalitas dasar ruang yang telah ditetapkan sebelumnya. Penyesuaian ini dipandang perlu lantaran performa pertumbuhan kawasan tersebut dinilai belum menunjukkan progres yang signifikan.
“Re-arrangement BUTOM memiliki dasar ruang sebagai pusat kegiatan ekonomi dan kawasan industri, namun pertumbuhan kawasan belum berkembang signifikan. Pasal 35 UU Cipta Kerja menyatakan bahwa klaster industri dapat berbasis sumber daya lokal, kata Dony.
Dony memaparkan, saat klastering industri di Kawasan Rebana difokuskan di wilayah Subang dan Indramayu, Kabupaten Sumedang akan mengambil peran strategis sebagai daerah hilirisasi pertanian dan pengembangan wisata pegunungan.
Menurutnya, sektor pertanian tanaman pangan masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.
“Sektor pertanian tanaman pangan padi di Kawasan Butom terutama di Buahdua dan Ujungjaya masih menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dalam peta pengembangan tersebut, Kecamatan Buahdua akan difokuskan pada pengembangan padi organik dengan sentra lokus di Desa Cikurubuk. Sementara itu, Kecamatan Ujungjaya diarahkan pada integrasi dan hilirisasi usaha tani padi yang berpusat di Desa Sukamulya.
Adapun untuk wilayah Tomo, pemerintah daerah akan membidik sektor agro-olah dan ekspor Mangga Gedong Gincu. Pengembangan komoditas unggulan ini akan melibatkan sentra lokus di Desa Jembarwangi, Desa Karyamukti, dan Desa Tolengas.
Dony menegaskan bahwa arah dari kebijakan ini adalah mewujudkan pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pertanian yang kuat dan berdaya saing. Strategi ini juga dirancang untuk menciptakan ekosistem investasi yang menarik bagi para pemodal.
“Fokus pengembangan integrasi dan hilirisasi sistem pertanian yang didukung dengan sistem logistik terpadu dan feasible untuk penanaman modal,” tuturnya.
Guna merealisasikan target tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumedang terus melakukan sosialisasi intensif kepada seluruh pemangku kepentingan terkait penetapan status area dan lahan.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat kelembagaan ekonomi serta melakukan pembinaan terpadu guna memastikan kesiapan masyarakat di kawasan pendampingan tersebut.