Bisnis.com, JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) bersama operating company PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) meningkatkan kapasitas transport satelit di Wamena, Papua, lebih dari 5 kali lipat melalui kehadiran Community Gateway di Stasiun Bumi Sedang Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada Jumat (8/05).
Community Gateway adalah sebuah stasiun bumi (hub) yang berfungsi sebagai "pintu masuk" koneksi internet berbasis satelit untuk suatu wilayah tertentu.
Jika biasanya internet di kota besar menggunakan kabel serat optik di bawah tanah, Community Gateway menggunakan antena besar untuk menangkap sinyal dari satelit di luar angkasa, lalu membagikannya ke masyarakat di wilayah tersebut melalui jaringan lokal seperti Wi-Fi atau menara seluler.
Inisiatif ini merupakan langkah strategis TelkomGroup dalam memperkuat dan memperluas pemerataan infrastruktur digital di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang di Indonesia bagian timur, sekaligus memperkuat konektivitas nasional melalui pemanfaatan teknologi satelit.
Telkomsat mengungkap saat ini, kapasitas transport jaringan di Wamena berada di kisaran 7 Gbps dengan tingkat utilisasi yang sudah tinggi. Melalui Community Gateway Wamena ini, kapasitas dapat ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai potensi maksimal 40 Gbps. Artinya, kapasitas transport meningkat lebih dari 5 kali lipat.
Hal ini bukan hanya peningkatan kapasitas, tetapi juga lompatan dalam kualitas konektivitas dengan performa yang lebih stabil, latensi yang lebih terkendali, serta kemampuan mendukung kebutuhan trafik yang terus tumbuh. Lebih jauh lagi, Community Gateway Wamena didesain sebagai open access platform, artinya infrastruktur ini tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh TelkomGroup, tetapi juga dapat digunakan oleh berbagai pihak seperti operator, ISP lokal, maupun institusi lainnya,
Plt. Direktur Utama Telkomsat, Rizal Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa Community Gateway Wamena merupakan infrastruktur gateway satelit yang berfungsi sebagai titik distribusi utama konektivitas di wilayah Papua Pegunungan.
“Melalui Community Gateway Wamena, konektivitas dapat dihadirkan lebih cepat, lebih luas, dan lebih adaptif untuk mendukung kebutuhan komunikasi masyarakat, layanan publik, hingga pengembangan ekonomi digital di wilayah tersebut,” kata Rizal, dikutip Senin (11/5/2026).
Sementara itu, Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, menyampaikan wilayah Wamena dan sekitarnya memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi serta sosial di Papua Pegunungan. Konektivitas disebutnya sebagai hak seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.
"Dari pusat hingga ke wilayah pegunungan Papua, kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak bangsa tertinggal dari arus transformasi digital,” kata Dian.
Fasilitas di Wamena merupakan infrastruktur kedua yang dibangun TelkomGroup melalui Telkomsat sebagai operating company penyedia teknologi satelit internasional.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, menambahkan pembangunan infrastruktur di Wamena adalah bagian dari program kerja prioritas nasional. Konektivitas disebut sebagai prasyarat utama kemajuan.
"Community Gateway Wamena berperan penting mengubah tantangan geografis menjadi peluang strategis, mengubah wilayah untuk siap tumbuh dalam ekonomi digital nasional," tutup Angga.
Sebelumnya, fasilitas serupa telah berdiri di Merauke, namun memiliki fungsi berbeda. Community Gateway Merauke dibangun sebagai backup link, sementara Community Gateway Wamena berfungsi sebagai main link atau tulang punggung utama konektivitas Papua Pegunungan. Pendekatan ini menandai peralihan dari sekadar mitigasi risiko menuju penguatan kapasitas inti dan peningkatan kualitas layanan.