Bisnis.com, JAKARTA - Lemak adalah salah satu komponen nutrisi penting yang dibutuhkan anak-anak di masa tumbuh kembangnya.
Selama ini, banyak mitos terkait lemak, salah satunya dianggap “jahat”. Padahal, anak membutuhkan asupan lemak ya g sehat untuk pertumbuhannya.
Dokter spesialis anak, dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med. SC., Sp.A. menjelaskan bagi orang dewasa, gula, garam, lemak (GGL) harus dibatasi. Namun, ini tidak berlaku untuk anak-anak di bawah dua tahun, terutama sekali lemak.
"Lemak itupenting sekali untuk anak. Lemak wajib ada di tiap menu MPASI anak.” ujarnya.
dr. Ian menjelaskan, lemak merupakan salah satu dari tiga makronutrisi, di samping karbohidrat dan protein.
Sebagai makronutrisi, maka lemak dibutuhkan dalam jumlah besar dari proporsi menu harian anak.
“Kebutuhan lemak anak di bawah dua tahun itu 39%, dan di atas dua tahun 34% dari kebutuhan kalorinya setiap hari,” terangnya.
Berdasarkan sumbernya, lemak dibagi menjadi dua, yaitu lemak hewani dan lemak nabati. Berdasarkan sifatnya, lemak juga dibagi dua: lemak jenuh (saturated fat) dan lemak tak jenuh (unsaturated fat). Lemak jenuh utamanya berasal dari produk hewani, dan lemak tak jenuh lebih banyak terkandung dalam produk nabati.
Lemak tak jenuh, seperti DHA, omega-3 dan omega-6 sangat penting untuk anak. “Otak anak dibentuk dalam dua tahun pertama, dan salah satu pembentuk utama otak adalah lemak. Kalau anak tidak mendapat lemak yang cukup, perkembangan otaknya jadi tidak optimal,” jelas dr. Ian.
Lemak tak jenuh juga sangat dibutuhkan oleh bakteri bermanfaat di usus anak.
Untuk orang dewasa, lemak jenuh memang perlu dihindari. Tapi bagi anak, lemak jenuh justru sangat penting untuk menyumbang kalori utama. Bila anak kurang nutrisi, berat badannya kurang, berikanlah lemak jenuh,” tutur dr. Ian.
Dia memaparkan, Satu gram lemak jenuh mengandung 9 kkal; jauh lebih tinggi daripada karbohidrat dan protein yang hanya mengandung 4 kkal. Karena itu, asupan lemak jenuh berperan besar untuk menambah berat badan anak.
Ada begitu banyak sumber lemak jenuh. Mulai dari susu, butter, keju, daging, ayam, hingga santan. Cara pemberian lemak pada MPASI juga bervariasi. Bisa dimasak langsung sebagai MPASI seperti sup daging, dan bisa pula diberikan sebagai topping. “Misalnya menambahkan lemak daging pada bubur, menambahkan butter pada nasi jadi butter rice,” ujar dr. Ian.
Yang terpenting, gunakanlah sumber lemak jenuh yang baik. Lemak jenuh akan memutih dan memadat di suhu ruang, danakan mencair bila dipanaskan. Jadi jangan salah, pilih lemak jenuh asli, bukan lemak rasa daging.
Sumber lemak juga bisa dipilih dari lemak jadi dalamkemasan. Baca komposisi pada label, apa saja kandungannya. Pastikan lemak jenuh ada di paling atas, proporsinya paling banyak, dan tidak mengandung pengawet.
Selebgram Umma Mega berbagi cerita saat buah hatinya susah makan juga.
“Umma bingung waktu Ritsuki susah makan, apalagi kami tinggal sendiri di Jepang. Umma selalu cari makanan yang menggugah selera, aromanya enak. Solusinya memasukkan lemak dalam makanan. Apalagi kalau ditambahkan ke menu kesukaannya, yaitu ayam kecapdan mi ayam yang dibuat sendiri di rumah.” paparnya.
Berdasarkan pengalaman Umma memberikan MPASI di Negeri Sakura, MPASI di Jepang mulai dikenalkan sejak usia5 bulan dengan hanya menu tunggal, misalnya ayam saja. Tujuannya untuk mendeteksi alergi pada makanan tertentu. Setelah itu baru diberikan menu lengkap.
CEO Bumboo, Jeffrey Sutanto mengatakan momen makan anak memang selalu menguji kesabaran para orang tua, mulai dari gerakan Tutup Mulut (GTM), picky eater, dan drama saat makan lainnya.
Hal ini mengusik yang mengingatkan bahwa setiap suapan yang diberikan pada anak harus berarti. “Walaupun yang masuk cuma 3-4 suap, pastikan harus padat gizi dan padat kalori. Salah satu sumber kalori adalah lemak hewani,” ujarnya dalam acara Relaunch Bumboo Fat Oil.
"Berangkat dari tiga masalah inilah, Bumboo Fat Oil hadir dengan 3 keunggulan penting, yaitu, pertama menggunakan lemak hewani asli. Kedua, komposisi lemaknya lengkap. Karena ada lemak hewani dari daging maupun ayam, juga dilengkapi minyak nabati dan minyak kelapa yang keduanya memiliki manfaatmasing-masing. Dan ketiga, wanginya yang harum menyerupai wangi minyakmi instan tentu saja menggugah selera anak-anak untuk makan dengan lahap," jelasnya.
Jeffrey mengingatkan para orang tua agar jangan salah pilihlemak untuk anak.
“Mungkin 20-30 tahun lagi, kita sudah tidak ingatproduk apa yang diberikan ke anak. Tetapi tubuh mereka nanti adalah hasil dari produk yang diberikan saat ini. Jadi jangansalah ambil keputusan memberikan produk terbaik saat ini,” pungkasnya.