REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) bersama PP PORDASI resmi meluncurkan program perlindungan Asuransi Kecelakaan Diri (Personal Accident) bagi para pemegang Riders License PP PORDASI. Program ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan standar keselamatan, profesionalisme, dan kesejahteraan atlet berkuda Indonesia.
Peluncuran program tersebut dilaksanakan dalam rangkaian peresmian Kantor Pusat PP PORDASI yang berlokasi di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta Timur, sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-60 PORDASI. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ekosistem olahraga berkuda nasional yang semakin modern, profesional, dan berdaya saing.
Dalam kesempatan yang sama, BRI Insurance dan PP PORDASI juga menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) sebagai landasan kerja sama strategis dalam pengembangan program perlindungan asuransi bagi ekosistem olahraga berkuda nasional.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama BRI Insurance Budi Legowo bersama Ketua Umum PP PORDASI Aryo P.S. Djojohadikusumo, serta didampingi Group CEO BRI Hery Gunardi.
Kesepakatan ini menandai komitmen bersama dalam mendukung peningkatan keselamatan, profesionalisme, dan keberlanjutan olahraga berkuda Indonesia melalui solusi perlindungan yang terintegrasi. Melalui kerja sama ini, para anggota dan atlet berkuda yang terdaftar dalam Riders License PP PORDASI akan memperoleh perlindungan asuransi kecelakaan diri sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas olahraga yang aman dan berkelanjutan.
Direktur Utama BRI Insurance Budi Legowo menyampaikan, kerja sama ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan perlindungan yang relevan bagi komunitas olahraga di Indonesia.
“Kolaborasi bersama PP PORDASI merupakan bagian dari komitmen BRI Insurance untuk menghadirkan perlindungan yang memberikan rasa aman bagi para atlet dalam menjalankan aktivitas dan meraih prestasi. Melalui program Personal Accident pada Riders License ini, kami berharap dapat mendukung terciptanya ekosistem olahraga berkuda yang semakin profesional, aman, dan berkelanjutan,” ujar Budi dalam keterangan, Senin (6/8/2026).
Sejalan dengan visi pengembangan olahraga berkuda Indonesia, Ketua Umum PP PORDASI Aryo P.S. Djojohadikusumo menegaskan bahwa PORDASI terus melakukan berbagai terobosan untuk memperkuat tata kelola organisasi, pembinaan atlet, serta perlindungan bagi para anggota melalui sejumlah program strategis yang saat ini tengah dijalankan.
“PORDASI saat ini tengah menjalankan dan mengembangkan berbagai program strategis, mulai dari peresmian kantor pusat baru yang representatif, penguatan platform digital, dan pembinaan atlet untuk mencetak atlet berkuda profesional, hingga implementasi program Member Licence yang dilengkapi perlindungan diri bagi para anggota. Langkah ini merupakan bagian dari upaya PORDASI dalam membangun ekosistem olahraga berkuda yang modern, profesional, dan berstandar internasional,” ujar Aryo P.S. Djojohadikusumo.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir mengapresiasi berbagai langkah transformasi yang dilakukan PP PORDASI dalam membangun organisasi olahraga berkuda yang lebih modern dan berorientasi pada pelayanan.
IHR 2026 di Tegalwaton gabungkan pacuan kuda, budaya Jawa, dan hiburan modern, menarik 30.000 pengunjung. Princess Gavi juara, hadiah total Rp600 juta. [470] url asal
Bisnis.com, TEGALWETON - Pacuan Kuda di Indonesia adalah perpaduan kompetisi olahraga, nilai budaya, dan hiburan modern. Hal itu menjadi semangat bersama SARGA.CO, PP PORDASI, dan Pura Mangkunegaran melalui penyelenggaraan Indonesia’s Horse Racing (IHR) Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026 hari ini. Sebanyak kurang lebih 30.000 pengunjung memadati Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menyaksikan event yang tidak saja menyajikan pertarungan 147 kuda pacu terbaik Indonesia, tapi juga menjadi wadah untuk merayakan budaya Jawa dan keriaan menikmati es krim gratis.
Kuda Princess Gavi dari Jawa Barat keluar menjadi pemenang gelaran perdana Piala Raja Mangkunegaran setelah memenangkan Kelas Terbuka Handicap 2.000 meter, sementara Saga Serumpun dari Sumatera Barat memupus harapan terciptanya sejarah baru back to back Triple Crown Indonesia, setelah memenangkan Kelas 3 Tahun Derby 1.600 Meter, mengalahkan Maxi of Khalim dari Jawa Barat sang pemenang Triple Crown Serie I.
Sebanyak 54 kuda naik podium dan memenangkan total hadiah Rp600 juta di IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2. BHM Stable dari Kalimantan Selatan menjadi stable dengan posisi podium terbanyak yaitu sebanyak 7, disusul King Halim Stable dari Jawa Barat sebanyak 6 podium, dan Eclipse Stable sebanyak 5 podium. Sementara Jemmy Runtu, Meikel Soleran, dan Trully Pantouw menjadi joki dengan perolehan podium terbanyak masing-masing sebanyak 4 podium.
Managing Director SARGA GROUP Nugdha Achadie mengatakan, “Melalui IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026 ini, kami ingin menghadirkan pacuan kuda sebagai sebuah sportainment experience yang memadukan kompetisi olahraga, nilai budaya, dan hiburan modern. Kami berharap event hari ini dapat menambah daya tarik olahraga dan budaya berkuda kepada generasi dan audiens yang lebih luas.”
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (K.G.P.A.A.) Mangkoenagoro X mengatakan, “Piala Mangkunegaran adalah bentuk kepercayaan untuk menjaga dan merayakan olahraga berkuda di Indonesia sebagai bagian dari kekayaan bangsa. Kami bercita-cita bahwa Piala Mangkunegaran bisa terus berkembang, menjadi ruang pertemuan antara budaya, prestasi, wisata, dan para generasi muda Indonesia, sebuah wadah yang semakin luas untuk berkuda di Indonesia, dan arena tempat generasi baru pertama kali merasakan keindahan olahraga ini.”
Sementara Ketua Umum PP PORDASI Aryo Djojohadikusumo menyatakan kebanggaannya telah melahirkan semakin banyak Piala Raja. “Setelah Piala Raja Hamengku Buwono yang digelar setiap tahun, hari ini secara perdana kita bisa menyelenggarakan Piala Raja Mangkunegaran dalam rangka Adeging Mangkunegaran ke-269. Hal ini sesuai dengan program PP PORDASI untuk memperbanyak Piala Raja, sehingga dapat menambah gengsi dan perayaan budaya dalam pacuan kuda,” imbuh Aryo Djojohadikusumo.
Piala Raja Mangkunegaran menjadi seri pertama dari King’s Cup Series atau Seri Piala Raja dalam rangkaian IHR 2026 yang akan terdiri dari tiga Piala Raja. IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 diikuti oleh 147 kuda dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56