Bisnis.com, JAKARTA - Obat penurun berat badan semaglutide, yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk penderita obesitas, ternyata juga memiliki manfaat lain, yakni menurunkan risiko serangan jantung atau stroke.
Namun, menurut studi tersebut, penurunan risiko penyakit jantung bukan karena berapa kilogram yang sudah hilang, tapi karena mengecilnya ukuran pinggang, yang menjadi tanda berkurangnya lemak perut. Hal ini dikaitkan dengan hasil kesehatan jantung yang lebih baik.
Temuan yang dipublikasikan di Lancet ini menunjukkan bahwa obat-obatan tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pasien, di luar penurunan berat badan, sehingga para peneliti merekomendasikan agar obat ini tidak dibatasi hanya untuk pasien yang obesitas.
Dilansir The Guardian, para peneliti mulai meneliti manfaat tambahan semaglutide, yang merupakan bahan utama obat penurun berat badan Wegovy.
Uji coba terbatas yang dipimpin oleh University College London (UCL) ini mengamati apakah orang yang mengonsumsi obat tersebut mengalami "kejadian buruk jantung mayor", termasuk kematian akibat penyakit jantung, serangan jantung, atau stroke.
Mereka memeriksa data 17.604 orang berusia 45 tahun ke atas yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Dari penelitian yang berlangsung di 41 negara itu, separuh dari peserta studi diberikan suntikan semaglutida mingguan. Separuh lainnya diberikan obat tiruan, yang dikenal sebagai plasebo.
Analisis data sebelumnya menemukan bahwa semaglutida mengurangi risiko kejadian buruk jantung mayor sebesar 20%. Para peneliti kini menemukan bahwa manfaatnya tetap terlihat jelas, terlepas dari berapa banyak berat badan yang hilang saat mengonsumsi obat tersebut.
Para akademisi mengatakan temuan ini menunjukkan bahwa ada beberapa cara obat tersebut dapat bermanfaat bagi jantung, alih-alih efek perlindungan yang dicapai hanya dengan penurunan berat badan saja.
Mereka menemukan bahwa bahkan orang yang hanya sedikit kelebihan berat badan, dengan skor indeks massa tubuh (IMT/BMI) 27, merasakan manfaat yang serupa dengan mereka yang memiliki skor IMT tertinggi.
Manfaatnya juga sebagian besar tidak bergantung pada berapa banyak berat badan yang hilang dalam empat bulan pertama pengobatan. Namun, para peneliti menemukan manfaat bagi jantung dari pengecilan lingkar pinggang.
Para peneliti mengatakan bahwa, diperkirakan 33% dari manfaat pada kejadian kardiovaskular mayor yang merugikan disebabkan oleh pengurangan lingkar pinggang.
Penulis utama, Prof. John Deanfield, dari Institute of Cardiovascular Science UCL, mengatakan bahwa lemak perut lebih berbahaya bagi kesehatan kardiovaskular kita daripada berat badan keseluruhan.
"Oleh karena itu tidak mengherankan melihat hubungan antara pengecilan lingkar pinggang dan manfaat kardiovaskular. Namun, hal ini baru awal, masih banyak penelitian yang harus dilakukan terkait manfaat semaglutide bagi jantung," terangnya.
Dia menambahkan, meskipun obat ini diberi label sebagai suntikan penurun berat badan, tetapi manfaatnya bagi jantung tidak berkaitan langsung dengan jumlah berat badan yang hilang. Faktanya, obat ini bisa secara langsung memengaruhi penyakit jantung dan penyakit penuaan lainnya.
“Anda tidak perlu menurunkan banyak berat badan dan Anda tidak perlu BMI tinggi untuk mendapatkan manfaat obat ini untuk kardiovaskular. Jika tujuan Anda adalah mengurangi penyakit kardiovaskular, membatasi penggunaannya hanya mereka dengan BMI tertinggi tidaklah masuk akal," lanjutnya.
Namun, di sisi lain, manfaatnya juga perlu dipertimbangkan terhadap potensi efek sampingnya. Investigasi efek samping ini menjadi sangat penting, mengingat luasnya cakupan orang yang dapat dibantu oleh obat ini dan obat-obatan serupa.