Bisnis.com, JAKARTA — Proyek pembangunan MRT Fase 2A lintas Utara—Selatan dari Bundaran HI menuju Kota terus berlangsung dan telah mencapai 56,88% dengan target operasional penuh pada 2029.
MRT Jakarta melalui laman resminya melaporkan, di luar pekerjaan sipil membangun stasiun, paket kontrak CP205 mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Pekerjaan pengelasan rel seksi satu (section 1 Bundaran HI—Harmoni) menggunakan teknik flashbutt welding telah selesai dan pengecoran concrete trackbed segmen Bundaran HI—Thamrin telah mencapai 25%.
“Sedangkan paket kontrak CP206 rolling stock masuk ke tahap inception design. Paket kontrak CP207 automatic fare collection sedang dalam proses evaluasi teknis proposal calon kontraktor,” tulis MRT dalam keterangan resmi, dikutip pada Minggu (22/2/2026).
MRT menjelaskan dalam kontrak CP206, pihaknya telah memesan delapan trainset baru dari Jepang. Perusahaan penyedia yakni Sumitomo Corporation yang akan bekerja sama dengan Nippon Sharyo dengan detail perancangan dan pembuatan rangkaian kereta dengan jangka waktu pekerjaan selama 238 minggu atau sekitar 4,5 tahun.
Adapun, pada paket kontrak CP201 (Thamrin—Monas), perkembangannya telah mencapai 91,46% dari target 91,07%.
Sejumlah pekerjaan utama di Stasiun Thamrin seperti jet grout pada entre 1 dan 3, pengecoran kolom dan dinding serta pekerjaan arsitektural finishing dinding pada entre 4 suar penyejuk suar ventilasi (CTVT), penggalian di entre 6, pengecoran tangga entre 7 dan 8, instalasi homogenous tile, dinding ACP, dan metal ceiling pada level beranda peron dan peron, serta instalasi elevator 6 & 7, hydrant box, perpipaan, ducting, dan cable tray masih terus dilaksanakan.
Di Stasiun Monas, pekerjaan reinstatement entre 1 Jalan Museum, pengecoran struktur flood shutter door entre 2, finishing arsitektur pada koridor entre 2, instalasi skylight steel structure entre 2, coring dwall untuk TBM docking di shaft selatan Stasiun Harmoni, dan instalasi travelator, escalator & elevator entre 1, AHU , ducting, serta Partial Acceptance Test untuk perlengkapan mekanikal, elektrikal, dan pipa (MEP) terus berjalan.
Di area konstruksi Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar, pembangunan telah mencapai 62,47%. Pekerjaan utama seperti pemotongan king post, water proofing, hingga protection concrete atap stasiun masih berjalan. Mesin bor terowongan 1 (TBM 1) masih terus membangun terowongan dari Mangga Besar menuju Sawah Besar (southbound). Sedangkan TBM 2 telah menyelesaikan pembangunan northbound dan persiapan breakthrough di sisi selatan Stasiun Glodok.
Pada paket kontrak CP203 Glodok dan Kota, pembangunannya telah mencapai 82,00%. Dengan pekerjaan utama seperti arsitektural dinding stasiun, instalasi pipa dan kabel, hingga persiapan breakthrough di sisi utara Stasiun Mangga Besar.
Nantinya, Fase 2A lintas utara selatan akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.
Fase 2A tersebut dibagi menjadi dua segmen, yaitu segmen satu Bundaran HI—Harmoni yang ditargetkan selesai pada 2027, dan segmen dua Harmoni—Kota yang ditargetkan selesai pada 2029.
Fase ini dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang. Sedangkan Fase 2B yang rencananya melanjutkan dari Kota sampai dengan Depo Ancol Barat masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study).