Bisnis.com, JAKARTA—Emiten properti PT Modernland Realty Tbk. (MDLN). Menegaskan komitmen untuk terus menjaga kualitas kawasan hunian Jakarta Garden City (JGC) serta memastikan kenyamanan dan nilai investasi jangka panjang bagi seluruh penghuni.
Hal itu mengonfirmasi tuntutan sejumlah warga terkait kondisi jalan rusak di beberapa titik, dan bau dari proyek Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan.
Jakarta Garden City merupakan kawasan kota mandiri terpadu seluas 370 Hektare (Ha) di Jakarta Timur, yang dibangun oleh PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan PT Modernland Realty Tbk. (MDLN).
Sami Miettinen, Direktur Residensial dan Komersial Modernland Realty, menyampaikan infrastruktur jalan merupakan faktor krusial dalam mendukung mobilitas dan aktivitas penghuni. Manajemen Jakarta Garden City tengah menyiapkan langkah percepatan penjadwalan peningkatan kualitas infrastruktur lingkungan.
“Seiring dengan pesatnya perkembangan kawasan, meningkatnya kepadatan pada jalur utama keluar dan masuk kawasan menjadi perhatian utama, khususnya di tengah berlangsungnya pembangunan hunian, area komersial, fasilitas umum, serta aktivitas lalu lintas masyarakat di luar kawasan yang turut melintasi akses internal Jakarta Garden City,” tuturnya dalam keterangan resmi, Selasa (27/1/2026).
Saat ini, manajemen kawasan sedang melakukan koordinasi teknis secara mendalam terkait rencana perawatan dan peningkatan fasilitas umum secara berkelanjutan, khususnya infrastruktur jalan, guna memastikan konstruksi yang memiliki daya tahan jangka panjang.
Hal ini menjadi semakin penting mengingat kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan tinggi yang terjadi sejak Desember 2025 dan diperkirakan berlangsung hingga Maret 2026.
Pekerjaan fisik akan dilaksanakan secara bertahap dalam waktu dekat dengan mengedepankan titik-titik prioritas yang memiliki tingkat urgensi tertinggi.
Dalam rangka meningkatkan kualitas hidup penghuni, manajemen Jakarta Garden City memastikan optimalisasi fasilitas sosial dan fasilitas umum terus berjalan seiring dengan pengembangan kawasan.
Clubhouse Jakarta Garden City yang telah beroperasi penuh saat ini menjadi salah satu fasilitas unggulan kawasan dan berperan penting dalam mendukung gaya hidup sehat, aktif, dan nyaman bagi warga.
Selain fasilitas internal kawasan, Jakarta Garden City memiliki keunggulan lokasi yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti AEON Mall, IKEA, pusat kuliner, area komersial, serta fasilitas pendidikan, sehingga kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi dengan mudah tanpa harus keluar dari kawasan.
Sami Miettinen menuturkan, terkait isu dampak lingkungan yang diduga berasal dari operasional fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, manajemen Jakarta Garden City menyatakan dukungan penuh kepada warga.
Manajemen secara aktif melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta serta pengelola fasilitas terkait guna mendorong penerapan langkah-langkah mitigasi teknis yang dapat meminimalkan potensi dampak terhadap kualitas udara di lingkungan sekitar kawasan.
“Menanggapi aspirasi warga mengenai pengelolaan klaster secara mandiri, manajemen Jakarta Garden City tetap membuka ruang dialog dan komunikasi dua arah. Setiap usulan akan dikaji secara menyeluruh dengan mempertimbangkan ketentuan, perjanjian, dan regulasi yang berlaku, guna memastikan standar pelayanan lingkungan, keamanan, serta estetika kawasan tetap terjaga dan nilai investasi properti warga dapat terlindungi secara berkelanjutan,” paparnya.
Sami Miettinen menyampaikan bahwa manajemen sangat menghargai setiap aspirasi yang disampaikan oleh warga sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hunian. Manajemen berkomitmen untuk terus merealisasikan langkah-langkah nyata agar Jakarta Garden City senantiasa menjadi kawasan hunian yang aman, nyaman, dan berkualitas.
“Komunikasi dengan warga akan terus diperkuat melalui forum-forum resmi guna memastikan setiap tahapan pengembangan kawasan berjalan selaras dengan harapan penghuni,” imbuhnya.
Sebelumnya, mengutip Antara, puluhan warga yang bermukim di Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta Timur, turun ke jalan pada 17 Januari 2026 menyampaikan aspirasi soal masalah bau sampah dari RDF Rorotan hingga perbaikan infrastruktur.
RDF Rorotan adalah fasilitas pengolahan sampah modern yang mengubah sampah anorganik menjadi bahan bakar alternatif (Refuse-Derived Fuel/RDF). Kapasitas pengolahan mencapai 2.500 ton per hari, yang akan menghasilkan 875 ton bahan bakar alternatif setiap hari.
“Kami meminta penuntasan masalah polusi bau sampah RDF,” kata Ketua RT 18 RW 14 Klaster Shinano JGC Jakarta Timur, Wahyu Maryono.
Dia mendesak manajemen JGC bertanggung jawab secara moral dan teknis atas polusi bau yang ditimbulkan oleh aktivitas RDF yang telah mengganggu kesehatan serta kenyamanan warga.