Bisnis.com, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali menambah penyertaan modal Rp445 miliar ke Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali.
Gubernur Bali, Wayan Koster menjelaskan penyertaan modal tersebut Rp300 miliar berasal dari hasil sewa lahan Pemerintah Provinsi Bali di kawasan ITDC Nusa Dua. Kemudian Rp145 miliar merupakan inbreng lahan Pemprov di Renon.
Dengan tambahan modal tersebut, total penyertaan modal Pemprov Bali di Bank BPD mencapai 40%. Koster menyebut penambahan modal akan menguntungkan kedua pihak, baik Pemprov Bali maupun Bank BPD Bali. Pemprov Bali akan mendapatkan pemasukan rutin setiap tahun.
"Dari Rp445 miliar saja, akan ada pemasukan sekitar Rp111 miliar per tahun. Bisa digunakan untuk melakukan pembangunan," jelas Koster, Rabu (14/1/2026).
Bagi Bank BPD Bali, penyertaan modal akan semakin memperkuat modal Bank, Koster menargetkan Bank BPD Bali naik kelas, dan menjadi bank daerah terbaik di Indonesia. Kemudian dari sisi penyaluran pembiayaan, dengan penyertaan modal diharapkan Bank BPD Bali semakin agresif menyalurkan kredit ke pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Koster juga mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota di Bali untuk menambah penyertaan modal di Bank BPD Bali. Menurutnya akan sangat menguntungkan bagi Kabupaten/Kota karena pendapatan dari dividen akan semakin besar.
Sebagai informasi, hingga kuartal III/2025 asset mencapai Rp42,4 triliun atau mencapai 102,86% dari target sebesar Rp41,29 triliun dan tumbuh sebesar 9,01% secara (yoy) dibandingkan September 2024 Rp38,96 triliun. Laba mencapai Rp945,43 miliar atau tumbuh sebesar 22,14% dibandingkan periode yang sama di 2024.
Penyaluran kredit telah mencapai Rp24,71 triliun atau mencapai 100,84% dari target sebesar Rp24,51 triliun dan tumbuh sebesar 9,82% secara (yoy) dibandingkan September 2024 sebesar Rp22,5 triliun. Kredit ke UMKM mencapai Rp12,55 triliun atau 50,80% dari total kredit yang didukung dengan penyaluran produk kredit UMKM diantaranya KUR, Kredit Usaha Alsintan (KUA), Sidi Kumbara dan produk-produk kredit UMKM lainnya.
Dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun Bank BPD Bali mencapai Rp35,52 triliun, melebihi target yang direncanakan sebesar Rp33,97 triliun. Penghimpunan DPK tersebut tumbuh 6,68% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2024, mencapai Rp33,29 triliun. Secara proporsi, DPK didominasi oleh pencapaian dana berbiaya murah dimana rasio CASA mencapai 64,99%.
Dilihat dari rasio keuangan juga terjaga dengan baik, di mana per September 2025 KPMM sebesar 28,60%, ROA sebesar 3,90%, ROE sebesar 26,46%, NIM sebesar 6,40%, BOPO tercatat sebesar 60,15%, menunjukkan efisiensi yang terjaga baik, sedangkan LDR mencapai 69,54%. Adapun NPL Gross berada di posisi 0,85%.