Bisnis.com, BANDUNG--Bisnis Indonesia menggelar aksi tanam pohon serentak di 2 kota, Jakarta dan Sumedang, Jumat (21/11/2025).
Di Sumedang, aksi tanam pohon bertajuk Miara Jagat Aksi Merawat Masa Depan digelar di Teras Gunung Geulis, Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor.
Kepala Perwakilan Bisnis Indonesia Jawa Barat Dinda Wulandari menyebutkan, acara ini merupakan aksi nyata dari Bisnis Indonesia yang sudah mengabdikan diri di dunia jurnalistik tanah air dalam 40 tahun.
“Selama ini kita sudah terbiasa melakukan kerja Jurnalistik, hari ini kita lakukan aksi nyata untuk merawat masa depan bumi,” ungkapnya.
Dalam gelaran menyambut 4 dekade Bisnis Indonesia tersebut, ada lebih dari 480 bibit pohon dan tanaman yang ditanam dan disebarkan. Khusus di Jawa Barat, terdapat 100 bibit yang terdiri dari 50 bibit pohon bambu dan 50 bibit pohon alpukat.
Pemilihan bambu, khususnya di area teras Gunung Geulis, Desa Jatiroke, memiliki alasan ekologis yang kuat.
Langkah ini sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan penanaman bambu secara massif di kawasan hulu yang rusak dan menjadi penyebab banjir.
"Bambu memiliki daya resap yang tinggi, menguatkan struktur tanah, dan membantu pemulihan ekosistem hulu. Selain itu, berkat kolaborasi bersama UPTD SPTH dan CDK, lokasi teras Gunung Geulis ini telah diidentifikasi sebagai area penting dan strategis untuk penanaman bambu," tuturnya.
Di samping faktor ekologis tersebut, Bisnis juga menanam bibit alpukat yang memiliki nilai ekonomi jangka panjang bagi masyarakat—sehingga kebermanfaatan kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga memberikan potensi peningkatan kesejahteraan bagi warga.
Dinda berharap kegiatan hari ini menjadi langkah awal dari rangkaian kolaborasi yang lebih luas.
"Semoga bibit-bibit yang kita tanam hari ini tumbuh menjadi pohon yang menghadirkan manfaat jangka panjang—baik bagi alam dan masyarakat," katanya.
Sementara itu, Manager TJSL PT INTI Risky Putri Perwati mengatakan gelaran ini sejalan dengan arah perseroan dalam Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Penanaman pohon sebetulnya bukan kali pertama bagi kami, tapi ini adalah satu awalan yang besar karena kami berkolaborasi," ujar dia.
Pihaknya berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada program kali ini saja, melainkan dapat terus berlanjut serta memberikan dampak yang nyata untuk memperkaya dan melindungi alam.
Di tempat yang sama, SVP Enterprise Sales DOKU Irfan Burhan mengatakan kolaborasi dengan Bisnis Indonesia sebagai mitra strategis dalam acara ini merupakan komitmennya dalam kelestarian alam.
“Kami sangat men-support terkait dengan program penanaman pohon ini," ujar Irfan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar. Pihaknya juga berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin dan lebih sering demi dampak pelestarian lingkungan yang jauh lebih optimal.
Acara Miara Jagat Aksi Merawat Masa Depan ini didukung oleh PT INTI, Doku, PT PP, BTN, Dharma Jaya, PLN, Dinas Kehutanan Jawa Barat dan Desa Jatiroke.
Dihadiri Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat Dodit Ardian Pancapana, Kepala Perwakilan Bisnis Indonesia Jawa Barat Dinda Wulandari, Kepala Desa Jatiroke Ulan Ruslan, Manager TJSL PT INTI Risky Putri Perwati, SVP Enterprise Sales Doku Irfan Burhan, perwakilan Pemkab Sumedang serta warga.
Dinda Wulandari mengatakan aksi tanam pohon ini merupakan bagian dari kesadaran Bisnis Indonesia di usia 40 tahun untuk turut berkontribusi pada kelestarian lingkungan.
"Tahun ini, Bisnis Indonesia memasuki usia 40 tahun sebagai media ekonomi dan bisnis terkemuka di Indonesia. Empat dekade adalah perjalanan panjang yang ingin kami maknai bukan hanya sebagai perayaan, tetapi sebagai momentum untuk merefleksikan kontribusi kami, tidak hanya melalui karya jurnalistik, tetapi juga lewat aksi nyata pada isu sosial dan lingkungan," katanya.
kegiatan Aksi Merawat Masa Depan dilaksanakan secara serentak di dua lokasi, yaitu di Taman Menteng Jakarta dan di Desa Jatiroke Sumedang, Jawa Barat.
"Total ada lebih dari 480 bibit pohon dan tanaman yang kami tanam dan sebarkan. Khusus di Jawa Barat, terdapat 100 bibit yang terdiri dari 50 bibit pohon bambu dan 50 bibit pohon alpukat ," tuturnya.
Pemilihan bambu, khususnya di area teras Gunung Geulis, Desa Jatiroke, memiliki alasan ekologis yang kuat.
Langkah ini sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan penanaman bambu secara massif di kawasan hulu yang rusak dan menjadi penyebab banjir.
"Bambu memiliki daya resap yang tinggi, menguatkan struktur tanah, dan membantu pemulihan ekosistem hulu. Selain itu, berkat kolaborasi bersama UPTD SPTH dan CDK, lokasi teras Gunung Geulis ini telah diidentifikasi sebagai area penting dan strategis untuk penanaman bambu," tuturnya.
Di samping faktor ekologis tersebut, Bisnis juga menanam bibit alpukat yang memiliki nilai ekonomi jangka panjang bagi masyarakat—sehingga kebermanfaatan kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga memberikan potensi peningkatan kesejahteraan bagi warga.
Dinda berharap kegiatan hari ini menjadi langkah awal dari rangkaian kolaborasi yang lebih luas. "Semoga bibit-bibit yang kita tanam hari ini tumbuh menjadi pohon yang menghadirkan manfaat jangka panjang—baik bagi alam dan masyarakat. Mari bersama merawat masa depan untuk generasi yang akan datang," tuturnya.
Acara Miara Jagat Aksi Merawat Masa Depan ini didukung oleh PT INTI, Doku, PP, BTN, Dharma Jaya, PLN, Dinas Kehutanan Jawa Barat dan Desa Jatiroke.