Bisnis.com, MEDAN – Presiden Prabowo Subianto resmi memberi gelar Pahlawan Nasional kepada Tuan Rondahaim Saragih, salah satu tokoh dari Tanah Sumatra Utara dalam peringatan Hari Pahlawan Nasional di Istana Negara Jakarta, Senin (10/11/2025).
Tuan Rondahaim Saragih menjadi satu dari sepuluh tokoh di Indonesia yang hari ini ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, bersama dengan Soeharto dan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Presiden ke-2 dan ke-3 Republik Indonesia.
Berikut sekilas tentang Pahlawan Nasional terbaru dari Tanah Simalungun, Sumatra Utara.
1. Raja ke-14 Partuanan Raya
Tuan Rondahaim Saragih Garingging (1828-1891) merupakan Raja ke-14 dari Kerajaan Raya di Simalungun, Sumatra Utara. Dia dikenal sebagai penguasa yang gigih menentang penjajahan kolonial Belanda di wilayahnya hingga tutup usia pada tahun 1891.
Dilansir dari laman Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, masa perjuangan Tuan Rondahaim Saragih melawan penjajah berkisar antara tahun 1880-1891. Saat itu, masyarakat Simalungun mengalami berbagai kejahatan dan penyiksaan dari pemerintah Belanda yang membuka perkebunan di wilayah milik orang Simalungun.
Tuan Rondahaim Saragih lantas mempersiapkan diri dan pasukannya untuk bertempur melawan penjajah dengan mendatangkan guru-guru perang dari daerah lain seperti dari Tanah Gayo ke Raya.
2. Dijuluki sebagai Napoleon der Bataks
Tuan Rondahaim Saragih disebut sebagai satu-satunya raja di Kerajaan raya yang tak pernah takluk kepada Belanda.
Semasa hidup, Tuan Rondahaim Saragih konsisten menolak tegas dan keras kehadiran pemerintah kolonial Belanda di Simalungun. Dia piawai menyusun strategi perang dan memobilisasi ribuan masyarakat Simalungun lintas Kerajaan untuk menghalau penjajah.
Perlawanannya bahkan meluas hingga ke luar daerah. Dilansir dari Antara, Tuan Rondahaim Saragih pernah mengirim pasukan di sepanjang perbatasan Kerajaan Deli dan Tanah Karo saat Belanda telah menaklukkan wilayah pantai Sumatra Timur.
Sikap tegas Tuan Rondahaim Saragih ini terbukti berhasil membuat Belanda tak berani menyerang maupun menangkapnya hingga akhir hayatnya. Belanda bahkan disebut mengakui keunggulan strategi perang Tuan Rondahaim Saragih dan menjulukinya Napoleon der Bataks, atau Napoleon dari Tanah Batak.
Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Jasa
Perjuangan Tuan Rondahaim Saragih sepanjang hidupnya mendapat apresiasi dari pemerintah. Raja Raya Namabajan (1828-1892) ini dianugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Jasa oleh Presiden BJ Habibie berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 077/TK/Tahun 1999 pada 13 Agustus 1999.
Selain itu, nama Tuan Rondahaim Saragih juga diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah di Simalungun untuk mengenang jasa-jasa Tuan Rondahaim.
Ada pula satu ruas jalan di Pematang Siantar yang dinamai dengan Jalan Tuan Rondahaim.
3. Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional Sejak 2020
Tuan Rondahaim Saragih diusulkan menjadi Pahlawan Nasional sejak tahun 2020. Pengusulannya disepakati dalam Rapat Pembahasan Usulan Pemberian Gelar Pahlawan Nasional pada Rabu (27/5/2025) yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Sumut dan Kepala Dinas Sosial Sumut saat itu, serta sejarawan dari sejumlah kampus di Medan seperti dari Universitas Sumatra Utara dan Universitas Negeri Medan.
Setelah melalui serangkaian diskusi dan kajian mendalam, Tuan Rondahaim Saragih resmi menjadi Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025.