Bisnis.com, JAKARTA— Sejumlah pengamat telekomunikasi memproyeksikan akan kembali terjadi lonjakan trafik data selama Ramadan dan Lebaran 2026. Operator telekomunikasi pun diminta menyiapkan langkah antisipatif untuk mengoptimalisasi kapasitas jaringan.
Pengamat telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Information and Communication Technology (ICT) Institute Heru Sutadi memproyeksikan lonjakan trafik data selama Ramadan dan Lebaran 2026 berada di kisaran 8%–14% dibandingkan periode atau hari normal. Puncak kenaikan diperkirakan terjadi saat arus mudik, malam takbiran, serta momen silaturahmi digital pada hari pertama hingga ketiga Lebaran.
“Peningkatan terutama didorong oleh penggunaan layanan video streaming, media sosial, pesan instan, serta pembayaran digital,” kata Heru kepada Bisnis pada Kamis (12/2/2026).
Heru menambahkan, trafik digital di jalur transportasi utama, kawasan wisata, serta permukiman tujuan mudik diperkirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
Dia berharap operator melakukan langkah antisipatif melalui optimalisasi kapasitas jaringan, penambahan site sementara di titik-titik keramaian, serta peningkatan kapasitas backhaul. Menurutnya, monitoring jaringan harus dilakukan 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu dengan command center siaga penuh.
Selain itu, penguatan dan pemantauan jaringan di jalur mudik, rest area, bandara, pelabuhan, serta pusat perbelanjaan perlu menjadi prioritas.
“Dengan kesiapan tersebut, diharapkan kualitas layanan tetap terjaga meski terjadi lonjakan trafik signifikan,” katanya.
Pengamat Telekomunikasi Kamilov Sagala juga memproyeksikan kenaikan trafik selama Ramadan. Dia memperkirakan lonjakan dapat mencapai 20% hingga 25% karena berdekatan dengan libur nasional Imlek. Dia menilai operator seluler semestinya lebih siap karena telah teruji saat periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Namun, di beberapa wilayah seperti Sumatra dan Jawa, kesiapan tersebut dapat terkendala oleh bencana banjir dan longsor. Terkait kualitas layanan, Kamilov menyatakan operator seluler dan penyelenggara jaringan telah mengikuti standar layanan minimal.
Sementara itu, Pengamat Telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Agung Harsoyo menyampaikan setiap operator seluler telah memiliki data pola sebaran trafik pelanggan pada momen tahun baru, Imlek, Lebaran, dan musim liburan lainnya.
Di sisi teknologi, menurutnya, operator dapat melakukan rekonfigurasi kapasitas jaringan sehingga lonjakan atau perubahan sebaran trafik internet dapat diatasi.
“Komdigi sebagai regulator dapat melakukan drivetest di tempat-tempat strategis sebagai mekanisme pengendalian kualitas layanan [QoS/QoE],” kata Agung.
Adapun Pengamat Telekomunikasi dari ITB, Ian Joseph Matheus Edward, memproyeksikan kenaikan trafik bisa mencapai 50% hingga 100% karena penggunaan internet telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.
Ian juga menyatakan operator telah siap mengantisipasi lonjakan trafik dengan menyiagakan tim selama Ramadan. Tantangan utama, menurutnya, adalah perpindahan trafik selama perjalanan mudik, hari raya, dan arus balik.
“Untuk saat ini perlu otomatis perubahan atau pemanfaatan AI untuk estimasi/forecast trafik sehingga konfigurasi optimasi sesuai dengan perpindahan trafik,” katanya.